Love Destiny

Love Destiny
Epson 207



Waktu begitu cepat berlalu kini sudah 3 tahun berlalu, dan usia Rafael saat ini sudah menginjak usia 4 tahun


Bocah itu semakin lincah dan bawel, bahkan Dena dan Kean ragu jika Rafael akan bersikap seperti Keanu.


"Heh, lagi ngapain kamu?" Tanya Kean kepada Rafael.


"Gak liat Daddy kalau aku lagi makan coklat." Ujar nya.


"Dih, solimi siapa yang ngajarin itu makan coklat." Ujar Kean.


"Tidak ada." Jawab El.


"Buang gak." Ucap Kean.


"Kebanyakan duid ya dad suruh buang-buang." Ucap Rafael.


"Oh tentu, jangan ditanya." Goda Keanu.


"Dihh, aku aja yang punya Daddy banyak duid gak sombong." Ujar Rafael.


"Ya iya enggak, Daddy kamu itu saya kamu tahu." Ujar Keanu, kini Rafael benar-benar menjadi saingan nya.


"Oiya, aku kira ada Daddy lain." Ucao Rafael tertawa.


"Karma nih kaya nya karena dulu gue sering ngerjain Daddy." Gumam Keanu.


"Apa dad?" Tanya Rafael.


"Enggak kamu solimi." Ucap Keanu.


"Dihhhhh gak jelas ya bro." Ujar nya.


"Hayoooo debat terooooos debat." Ucap Dena.


"Daddy solimi mommy, boleh ganti Daddy gak." Ucap Rafael membuat Keanu menoleh.


"Heh, kalau ganti Daddy kamu gak banyak duid nanti mau?" Ucap Keanu.


"Tentu saja tidak." Ujar nya nyeleneh.


"Kecil-kecil mata duitan." Ucap Keanu tertawa.


"Anak siapa sih, anak Daddy kan." Ucap Rafael.


"Salah adonan kaya nya ni bocah jadi begini." Ujar Kean, Kean sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Toh kalau di ajak keluar putranya itu tetap cool dan tampan.


"Adonan apa?" Tanya El.


"Cilok." Jawab Keanu berlalu pergi, sementara Dena tertawa kecil.


"Seneng ya mom." Ucap Rafael.


"Kiss mommy." Pinta Dena, dengan senang hati Rafael mendekati Dena dan mencium nya.


"Mommy ke kamar dulu." Ucap Dena.


"Hmmmmm." Balas El mengangguk.


Dena pun pergi ke kamar nya menyusul Keanu, tidak lupa ia menutup pintu kamar agar putranya yang mulai solimi tidak masuk begitu saja.


"Lah kenapa?" Tanya Dena, saat Keanu tiba-tiba memeluk nya.


"Kangen kamu." Jawab Kean.


"Tiap hari kan ketemu yakali masih kangen aja." Kekeh nya.


"Ini kamu make baju apaan si, kaya mau ngajak gelud tau gak." Protes Kean, karena Dena memakai hotpants dan kaos saja.


"Haha, gak ada ahlak ih." Ucap Dena.


"Lagian bisa-bisa pake celana begitu di depan aku." Ucap Keanu.


"Orang nyaman nya begini mau apa hayoo?" Tanya Dena.


"Fiks inimah file harus ini gaboleh kelewat." Ucap Keanu.


"Jangan ngada-ngada deh ah." Ucap Dena, membuat Kean tertawa.


"Heh, inget anak nya cemburuan. Gak boleh macem-macem kamu." Ucap Dena.


"Tau anak siapa si tu bocah." Kekeh Kean, membuat Dena ikut tertawa.


Karena saat ini Kai dan Nathan sudah pindah rumah dan menempati rumah nya masing-masing, begitupun dengan Keanu yang juga nanti akan pindah.


Meskipun nyonya Ellen sedikit tidak rela namun ibu mertua Dena itu sadar bahwa Dena dan Keanu harus memiliki privasi sendiri, saat ini Kean belum pindah karena rumah nya masih tahap renovasi.


"Daddy." Panggil El, membuat Kean menghela nafasnya.


"Itu anak aku karungin boleh gak si bee, kayak nya gak betah banget liat Daddy nya seneng." Ujar Keanu kepada Dena.


"Hayooo lagi ngapain?" Tanya El, tidak adan Kyra dan Nathia maka pekerjaan nya sekarang mengganggu Daddy dan mommy nya.


"Mau bikin cilok gak jadi." Jawab Kean.


"Huh? Kok aku gak di ajak." Tanya El.


"Haha, ko gemes sih. Anak siapa si boy." Kekeh Kean.


"Anak tuan Keanu Richard, yang solimi tingkat dewa." Jawab Rafael.


"Kenapa manggil-manggil?" Tanya Keanu.


"Jangan dikamar lama-lama aku gak ada temen nya, Kyra sama Nathia kan sudah pindah." Ujar nya.


"Lalu?" Tanya Kean.


"Temani aku bermain Daddy." Ucap El, Keanu pun mengangguk.


"Pergi lebih dulu, Daddy mau ganti baju dulu." Ucap Kean.


"Jangan lama." Teriak Rafael sambil berlalu keluar dari kamar sang mommy.


Sementara Dena tersenyum melihat Keanu yang sama sekali tidak merasa kesal karena El, bukan tidak memiliki suster bahkan Kean pernah sampai memberikan 3 suster untuk putranya dan saat ini pun suster itu masih ada di kediaman Richard.


Namun Rafael tetap selalu mencari mommy dan Daddy nya, karena memang yang ia inginkan hanya kebersamaan dengan kedua orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Buat yg kemarin komen cerita nya disitu-situ aja, Mon maap ni ya Lo baca cerita yg sebelumnya kaga Kao si para kadal lagi di hukum. Kalo gue ngaclok nanti pada bingung itu hukuman berakhir kaya gimana.😌


N: Dah lah Thor biarin aja, biarin dia mau kaya gimana 😊


A: CK, lucu aja si 😂


N: Dia mikir nya kalo udah di hukum udah gaada kelanjutan 🤣


A: Kalo begitu tar dia komen itu Kean jadi nya gimana kan lagi di hukum 😂


N: Deterjen Thor ingat deterjen, dia rela ngurus hidup orang tanpa digaji 🤣


**A: 😲😲😲


N**: 🤣🤣🤣*