Love Destiny

Love Destiny
MENUNJUKKAN TARINGNYA



CRASHHH !!!....


PRANGGG !!!....


BRAKKK !!!.....


“ Apa ini !!!...”, teriak Alexander murka.


Dipun segera menghancurkan apa saja isi dalam laboratorium pribadinya saat mendapati racun yang dibuat oleh professor Smith gagal.


Bahkan racun baru tersebut terlihat lebih lemah jika dibandingkan racun yang pertama dia suntikkan ke tubuh Crystal.


“ I..ini baru percobaan yang kedua tuan. Saya masih ada tiga racun lagi yang masih akan diuji…”, ucap professor Smith dengan tubuh bergetar.


“ Uji sekarang juga !!!...”, perintah Alexander tajam.


Professor Smith pun langsung menguji cobakan tiga racun yang tersisa dan berharap satu dari tiga racun itu akan berhasil.


Dengan tubuh gemetar professor Smith mulai menguji cobakan ketiga racunnya pada kelinci dan tikus yang dijadikan sebagai obyek penelitiannya.


Alexander mengawasi dengan ketat setiap pergerakan yang dilakukan oleh professor Smith, berharap laki – laki tua itu tidak melakukan kesalahan yang  bisa membuat darahnya kembali mendidih.


Minggu ini adalah waktu yang dijanjikan oleh Alexander untuk segera menyingkirkan Crystal dan membuat Arnold terpuruk.


Tidak ingin membuat tuannya kembali kecewa dengan kinerjanya maka Alexander berusaha keras agar racun tersebut bisa berfungsi dengan baik.


Setelah menunggu sekitar dua puluh menit, dari tiga racun yang ada hanya satu yang menunjukkan hasil yang lumayan baik.


“ Tambahi lagi dosisnya agar waktu kematiannya pendek dan sekali lagi aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun…”, ucap Alexander mengingatkan.


“ Aku ingin cairannya tidak sepekat sekarang agar mudah untuk disuntikkan. Dan malam ini harus selesai….”, Alexander menekankan setiap kata dalam ucapannya sebelum pergi meninggalkan laboratorium yang sudah seperti kapal pecah itu bersama professor Smith yang wajahnya semakin pucat pasi karena takut.


Setelah kepergian Alexander, professor Smith segera membersihkan laboratorium dan kembali membuat racun yang baru sesuai permintaan Alexander.


Sementara itu, di Gunawan group terlihat Enrico sangat berang waktu mengetahui fakta bahwa sistemnya telah dibobol dan anak buahnya tidak bisa melacak siapa pelakunya.


“ Bodoh !!!...Buat apa aku membayar kalian jika begini saja tidak becus !!!...”, ucap Enrico berapi – api.


Semua orang dalam ruang kontrol terlihat pucat pasi dengan tubuh gemetar ketakutan akan kelalaian yang mereka lakukan.


Pada awalnya mereka meremehkan seseorang yang mencoba masuk kedalam system perusahaan dan sedikit bermain – main dengannya.


Namun siapa sangka akibat keteledoran yang mereka lakukan system perusahaan bisa dibobol dan sekarang mereka masih melakukan proses pemulihan system dari virus yang dikirim oleh si hacker tersebut.


Saat ini hati kakak ipar Crystal itu ketar – ketir melihat Radhakhisan, salah satu buyer potensialnya perlahan mulai menjauh.


Dia curiga jika semua hal ini berkaitan dengan Crystal, mengingat gadis itu sempat menemui Radhakhisan waktu berkunjung kepulau berlian sebulan yang lalu.


Crystal berasa Lea menggunakan temuan yang mengejutkan saat memasang chip ditubuh pengusaha India itu.


Mereka jadi mengetahui bahwa pengusaha India itu memiliki cinta terlarang yang sudah menghasilkan keturunan di pulau berlian.


Menggunakan kelemahan itu Crystalpun menekan Radhakhisan agar segera memutuskan hubungan kerja samanya dengan Santoso dan Gerald.


Awalnya pengusaha India itu menolak, namun saat Crystal mengancam akan membeberkan rahasia tersebut kepada istri sahnya, Radhakhisan mulai goyah.


Bagaimanapun, kesuksesan pengusaha India itu tak lepas dari kekayaan sang istri yang terus menyuntikkan dana keperusahaannya.


Jika sampai istrinya mengetahui hubungan gelapnya di pulau berlian, maka bukan tidak mungkin dia akan langsung ditendang dari kediaman utama sang istri dan semua kekayaan serta fasilitas mewah yang didapatkannya pasti akan langsung dicabut.


Tidak ingin hidup miskin kembali, lelaki yang memiliki paras tampan itu akhirnya mengikuti kemauan Crsytal dan membuat kesepakatan dengan gadis pewaris Abraham group itu.


Dikantornya Gerald berjalan mondar – mandir dan berguman tak jelas sambil sesekali melirik ke arah jendela untuk melihat apakan Crystal sudah datang atau belum.


Cukup lama Gerald melakukan hal itu namun sosok yang ditunggunya belum juga menunjukkan batang hidungnya membuat Gerald semakin panik.


Padahal bulan ini dia menjanjikan kepada Mr.X jika akan ada pengiriman sebanyak tiga kontainer produk tuannya itu ke India.


Sedangkan Radhakishan seperti hilang ditelan bumi tanpa kabar. Bahkan dari pembicaraan terakhir antara Santoso dengan pengusaha asal India itu kerja sama yang sudah terjalin dengan apik selama ini ada kemungkinan terputus.


Radhakishan secara sepihak mulai mundur untuk bekerja sama dengan Santoso dan Gerald dengan alasan dia mendapatkan produk serupa dengan kualitas yang jauh lebih baik namun harga lebih murah dari yang mereka tawarkan.


Jika kerja sama ini terputus, maka tidak bisa dipungkiri jika Santoso dan Gerald akan menanggung kerugian dalam jumlah yang sangat besar mengingat barang yang diproduksi oleh Mr.X sudah mereka beli.


Namun jika mereka memaksakan untuk melakukan pengiriman sendiri ke India tanpa menggunakan Abraham group sebagai tamengnya, biayanya akan sangat mahal dan barang belum tentu bisa lolos dari birokrasi luar negeri yang cukup berbelit itu.


Selama ini mereka bisa lancar dan lolos begitu saja karena barang yang keluar di campur dengan barang milik Abraham group, sehingga bisa lolos dan tidak terlalu bermasalah di birokrasi.


Saat Gerald sibuk dengan pemikirannya, tanpa dia sadari Crystal sudah masuk kedalam ruangannya dan sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawanya kepulau berlian bersama Lea besok sore.


Crystal berusaha untuk menuntaskan sesegera mungkin permasalahan yang ada di pulau berlian dengan menendang para tikus yang berkeliaran disana.


Sebagai anak perusahaan yang sangat potensial, Crystal memberikan atensi yang cukup besar karena keberadaannya sangat mempengaruhi kondisi kesehatan perusahaan keseluruhan.


Untuk itu, bersama dengan Alvin, Crystal akan kembali memaksimalkan pendapatan cabang perusahaan yang ada dipulau berlian sehingga bisa meraup keuntungan yang maksimal hingga mampu membantu cabang perusahaan yang berada di kota lainnya.