Love Destiny

Love Destiny
Epson 230



Di negara lain terlihat Carl yang juga sedang mempersiapkan diri untuk pulang karena mendapat kabar dari Dio, ia merasa sesak di dada nya.


Apalagi mengingat Anna yang berada di tanah air, sebenarnya setelah kembali dari rumah Dena Carl kembali mengurus perusahaan milik orang tua Anna.


Dan ia meninggalkan Anna bersama keluarga Dea, namun kali ini ia tahu keadaan keluarga nya sedang tidak baik-baik saja.


"Aku harus segera pulang, aku tidak bisa membiarkan Anna merasa sendiri karena yang lain pasti sibuk dengan perasaan nya masing-masing." Gumam Carl.


Tidak hanya Carl bahkan nyonya Ellen dan tuan Richard juga memutuskan untuk menyusul Keanu ke tanah air, mereka begitu khawatir dengan Dena.


Mereka takut tidak ada yang menenangkan Dena, maka dari itu nyonya Ellen dan tuan Richard langsung mengurus jadwal mereka.


"Tenanglah sayang Dena akan baik-baik saja." Ucap tuan Richard, namun nonya Ellen tidak bergeming.


Air matanya menetes membayangkan bagaimana sakit hati menantu kesayangan nya, tuan Richard memeluk nyonya Ellen lembut.


Panggilan telepon!!!


*Tuan Richard: Hallo Bu


Oma: Kalian dimana, susul Dena sekarang susul. Jangan sampai ibu tahu Dena mengalami kesulitan ini sendiri.


Tuan Richard: Itu tenang Bu, Richard dan Ellen sedang bersiap-siap untuk menyusul Dena.


Oma: Gak ya Richard, ibu tidak ingin melihat Dena merasa sendiri. Susul Richard cepat 😭


Tuan Richard: Ibu tenang lah, disini Richard sedang menenangkan Ellen dulu. Kita akan pergi kesana.


Oma: Baiklah, jaga istri anak, menantu dan cucu mu Richard*.


Setelah panggilan selesai akhirnya tuan Richard pun mulai melakukan perjalanan nya, dalam perjalanan fikiran dan hati tuan Richard tidak karuan.


Kembali kepada Dena dan Keanu yang masih dalam perjalanan, mereka terjebak macet yang cukup memakan waktu.


*Ada apa kenapa hati dan fikiran ku tidak bisa di ajak bekerja sama, kenapa Kean tiba-tiba mengajakku kembali.


Tolong aku mohon jangan memberikan luka yang pernah aku tinggalkan, aku tidak tahu ada apa bahkan Kean mengambil ponselku*.


Keanu memeluk Dena dan Rafael, ia mencoba memberikan ketenangan kepada Dena. Kean tahu jika Dena mulai merasa tidak tenang.


"Ada pasar malam." Ucap Keanu mencoba membuat Dena melupakan kegelisahan nya.


"Eh iya, tapi sayang aku tidak pernah kesana." Ucap Dena saat mereka melewati pasar malam itu.


"Kenapa?" Tanya Keanu menatap Dena.


"CK, apa kau fikir ayah akan membiarkan aku pergi kesana sendiri." Kekeh Dena.


"Oiya aku lupa, bahkan kau pergi dari sini sejak kecil." Ledek Keanu, membuat Dena mencebikan bibirnya.


(Kamu memang baik sangat baik, maka dari itu aku begitu mencintai kamu sayang. Dan entah setelah ini kamu akan tetap cerewet atau tidak, aku harap kamu tidak melupakan kewajiban dan tugas kamu. Aku cinta kamu dan aku sayang kamu, plis jangan berubah setelah kamu mengetahui kejadian yang telah terjadi.) Batin Keanu.


"Tentu saja baik, jika tidak baik aku tidak akan menikahi mu." Ledek Keanu, Dena pun tertawa kecil.


Jika sudah bersama Keanu rasanya Dena selalu merasa nyaman, ia bahkan tidak terlalu merasa gelisah.


"Terooss berdua aja teros El di lupain." Ucap El, Dena dan Kean tertawa kecil.


"Cie ada yang cemburu." Kekeh Keanu.


"Tau ah Daddy nyebelin, kan El sudah bilang mommy itu milik El. Daddy juga milik El udah no debat." Ucap bocah tampan itu.


"Dih solimi." Kekeh Keanu, kini perjalanan yang tadinya hening terasa lebih hidup karena Keanu berhasil mengalihkan perhatian Dena.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏


N**: Thor jantung gue gak aman 😭


A: Aman kok aman 😂


N: Aman pale Lo 😒


A: 😂😂😂


N: 😭😭😭*