Love Destiny

Love Destiny
Epson 211



Satu Minggu berlalu kini Dena mendapatkan kabar jika keluarga nya akan berkunjung ke kediaman Richard, seketika itu juga kediaman Richard mendadak sibuk mempersiapkan semuanya.


Oma dan nyonya Ellen yang semula berada di C********a memutuskan untuk kembali ke negaranya, karena mereka tidak ingin melewatkan waktu berharga untuk berkumpul bersama keluarga dari menantu mereka.


"Eyang." Panggil El kepada Oma Kean.


"Wihhh jagoan nih, ada apa boy?" Tanya Oma.


"El ingin itu." Ujar nya menunjuk buat anggur.


"Anggur, sebentar Oma cuci dulu." Ucap Oma, sementara Dena wanita itu sedang membuat kue bersama nyonya Ellen.


"Sayang." Panggil Keanu kepada istrinya.


"Hmmmmm." Sahut Dena.


"Mommy." Panggil El, yang ikut memanggil Dena.


"Iya boy." Sahut Dena.


"Heh, ngapain kamu?" Tanya Keanu.


"Aku mau ke mommy." Jawab El.


"Dih, gak ya Daddy duluan yang panggil mommy." Ucap Keanu tidak ingin mengalah.


"No, El duluan." Pekik nya.


"Anak siapa si kamu hah, gak mau ngalah banget sama Daddy nya." Ucap Kean membuat El tercengang.


"Harusnya Daddy yang mengalah bukan aku." Ujar El, nyonya Ellen dan Oma tertawa melihat Kean bersaing dengan putranya sendiri.


"Ribut terooos ribut, mommy lagi pegang pisau nih ada yang mau gak." Ujar Dena membuat El dan Kean saling pandang.


"Daddy yang mulai mom." Ujar nya, berlalu meninggalkan dapur.


"Lah, bisa-bisanya dia pergi pas emak nya ngamuk." Kekeh Keanu.


"Biarin aja, Daddy di hukum mom." Teriak Rafael.


"Kamu yang mommy hukum mau." Ucap Dena, sementara El tidak menghiraukan kini bocah itu sedang bermain di depan.


"Anak nya solimi sama kaya emak nya." Kekeh Oma.


"Turunan Oma tuh." Ujar Dena tidak mau kalah.


"Mana ada, dari dulu juga yang solimi itu kamu." Ucap Oma.


"Aku solimi Daddy nya gaada ahlak, eyang nya lucknut udah kebagian semua." Ucap Dena membuat Oma dan nyonya Ellen tertawa.


"Ini kue nya udah jadi nih gak usah banyak-banyak." Ucap Dena membuat nyonya Ellen mencubit pipi Dena.


"Tidak boleh seperti itu, ini pertama kalinya keluarga kamu akan menginap disini. Kita harus menyambut mereka dengan baik." Ucap nyonya Ellen.


"Haha, iya." Lirih Dena.


"Sayang lihat ponsel aku tidak?" Tanya Keanu.


"Gak ada El buang ke kolam." Ucap El, yang masih merasa tersaingi oleh Keanu.


"Dih gak ada yang nanya kamu Jamil." Kekeh Keanu.


"Rafael Richard Mon maap." Ujar nya membuat Kean menggelengkan kepalanya.


"Ngidam apa Dena waktu hamil." Gumam Keanu.


"Dari masih dalem perut aja dia udah sering ngerjain kamu yan." Kekeh Oma.


"Tau ni anak ada masalah hidup apa si bro, liat Daddy kaya liat saingan gitu." Ucap Keanu mengelus kepala El.


"Enggak bukan, aku liat Daddy berasa liat ATM berjalan." Ceplos El membuat Dena, Oma dan nyonya Ellen tertawa.


"Heh, bener-bener Daddy karungin kamu ya." Ucap Keanu.


"Daddy gendong." Ucap El manja, meskipun sering berdebat Kean sangat menyayangi El.


"Hai every body." Ucap Nathan dan Kai.


"Walaikumsalam ya calon kubur." Ucap Oma, membuat kedua cucuk nya tercengang.


"Haha, canda nath gak usah di ambil hati." Kekeh Oma memeluk cucuk nya.


"Kalian akan menginap kan?" Tanya nyonya Ellen.


"Tentu, kita juga ingin bertemu dengan para saudara besan." Ucap Nathan.


"El Daddy kamu doang emang yang waras." Ucap Oma membuat El tertawa.


"Wuiiihhh jagoan, akur nih." Goda Nathan.


"Boro-boro dari tadi gelud Mulu, baru sekarang aja itu anak nya manja." Ucap Dena membuat Kai tertawa.


"Dimana kak Karen dan Niken?" Tanya Dena.


"Ada kok di depan, tadi kyra minta main dulu di depan." Ucap Kai.


"Mon maap rumah jadi rame berasa kaya hotel gitu ya." Kekeh Nathan.


"Baru kali ini kan ada tamu ke rumah, biasanya ini rumah tertutup banget." Ucap Oma.


"Iya bener, beda buat keluarga Dena mah semuanya terbuka de mau apa lagi yang di buka." Kekeh Nathan.


"Sini baju kamu Oma buka mau?" Ucap Oma, Nathan bergidik ngeri.


"Oma jangan dong, yakali Oma mau menodai cucuk nya sendiri." Kekeh Nathan.


Kini mereka semua sedang berkumpul di ruang tengah, Dena menatap Keanu yang sedang duduk di lantai bersama dengan Rafael.


"Cinta pertama anak laki-laki itu ibunya kan Oma?" Tanya Nathan.


"Hmmmmm, kalau cinta pertama anak perempuan itu ayah nya. Jadi kalian sebagai ayah jangan melukai hati para istri kalian, karena itu juga akan menyakiti hati anak kalian." Ucap Oma, Keanu menatap Dena.


"Aku gak macem-macem kok, cuma satu macem kamu doang." Ujar Keanu membuat Dena tersenyum manis.


Mereka semua berbincang setelah melakukan persiapan untuk menyambut keluarga Dena, yang akan datang ke kediaman Richard.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ruang tengah kediaman Richard



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Oke guys makasi buat kalian yang komen positif, dan bikin aku ketawa kalo baca komen kalian. Bikin aku semangat buat up, makasih banyak ya 🤗


N: Gue termasuk kan ya 😂


A: Yang paling setia elo mah 🤣


N: Aslinya selalu nunggu gue mah 😂


A: terdabest emang 😂


N: Tentu 😂😂😂*