Love Destiny

Love Destiny
Epson 214



Setelah selesai sarapan kini tuan Richard dan ayah Rio pergi ke ruang keluarga, diikuti oleh Justin Dio jangan lupa Julian juga ada. Dia diminta untuk menyusul oleh Dena, karena sang Daddy mertua akan mengadakan pesta keluarga besar.


Dan karena ayah Rio memang sudah menganggap Mae seperti putri kandungnya, Mae juga yang paling mengerti Dea jika Dea sedang merasa kesulitan.


Saat Kean akan menyusul sang Daddy ke ruang keluarga tangan nya di tarik oleh nyonya Ellen, Kean menoleh dan mengernyit.


Kini keduanya masih berada di dekat ruang makan, lebih tepatnya perbatasan ruang makan dan ruang tengah. Para wanita di keluarga Dena bisa melihat kejadian itu.


"Ada apa mom?" Tanya Keanu.


"Antar mommy ke butik ya boy." Ucap nyonya Ellen, ia memainkan matanya merayu sang putra.


"Ngapain?" Tanya Kean.


"Untuk ambil baju yakali beli cabe." Ujar nya, Keanu tertawa kecil. Saat Kean akan mengangguk tangan sebelah kiri nya di tarik oleh Oma.


"Oma ada apa?" Tanya Kean.


"Antar oma ke toko bunga yan, buat dekor pesta besok." Ucap sang Oma, membuat nyonya Ellen merengut.


"Loh, kenapa harus Oma yang pergi?" Tanya Keanu.


"Oma ingin memilih sendiri yan, ya antar ya anak baik cucuk kesayangan." Ucap Oma, Kean menatap yang mommy yang memanyunkan bibirnya.


"Aku_" Ucap nya terhenti saat nyonya Desi memeluk Kean dari belakang.


"Kean harus ikut aku, aku mau ambil pesanan cake." Ucap nyonya Desi, membuat nyonya Ellen dan Oma tidak terima.


"Apa-apaan ini, tidak aku yang lebih dulu meminta antar putraku." Ucap nyonya Ellen.


"Gak bisa gitu dong, kamu harus mengalah sama yang lebih tua El." Ucap oma, membuat nyonya Desi tidak terima.


"Ibu, seharusnya ibu yang mengalah kepada anak." Ucap nyonya Desi, ketiganya merasa tidak terima dan ingin membawa Keanu pergi terjadilah ajang tarik-menarik antara Oma, mommy Ellen dan nyonya Desi.


"Araaagghhh, kalian memiliki supir masing-masing kenapa harus aku." Pekik Keanu, membuat keluarga Dena tertawa lepas karena tingkah lucu mereka.


"Oma tidak ingin pergi dengan supir."


Ujar nya.


"Mommy juga, lagian mommy lebih dulu minta antar." Ucap nyonya Ellen.


"Tante juga, Tante ingin kamu yang mengantar." Pekik nyonya Desi.


"Ish, Tante kan punya dua anak kenapa tidak minta antar Nathan dan Kai." Ujar Keanu mencoba lepas, Dena belum tahu jika suaminya sedang di perebutkan karena wanita itu kini sedang berada di kamar Rafael.


"Kean benar, kak Desi kan punya kai dan Nathan kenapa tidak minta antar kepada mereka." Ucap nyonya Ellen, mengeratkan pelukannya di lengan Keanu.


"Kamu seperti tidak tahu saja, anak Desi kan mahluk solimi semua." Sengit Oma, membuat nyonya Desi mendengus.


Nathan dan Kai turun dan tercengang melihat Kean yang di peluk oleh ketiga ibu-ibu keluarga Richard, Nathan tertawa puas membuat Kean menatap nya tajam.


"Ini ada apa, kenapa kalian berebut seperti ini." Kekeh Kai.


"Kai tarik mami mu agar berhenti menarik-narik tubuh putraku." Ucap nyonya Ellen.


"Mami apa-apaan, sudah punya dua anak masih mau ngambil anak orang mi." Ledek Nathan.


"Karena anakku Ed*n semua tidak ada yang waras seperti Keanu." Pekik nyonya Desi.


"Stooooppppp, apa kalian tidak kasihan kepada aku yang ternistakan ini." Kesal Keanu karena Dena tidak juga muncul, tidak lama Rafael dan Dena turun lalu tercengang.


"Ini ada apa? Kenapa kalian memeluk suami aku." Pekik Dena.


"De bayangin kalo kamu dimadu sama Keanu, dan mereka yang berebut adalah madu nya Kean." Ucap Nathan, lagi-lagi membuat Dea, Mae, dan Mei tertawa melihat wajah terkejut Dena.


"Enggak, jangan macem-macem kamu nath aku geplak palamu pake panci pink mau." Sengit Dena, Nathan pun tertawa terpingkal-pingkal.


Dena mendekati Keanu dan memeluk tubuh suaminya dari depan, semakin terlihat lucu Dimata Nathan dan keluarga Dena.


"Kalian gak bisa ajak suami aku pergi, Keanu tidak akan kemana-mana." Ucap Dena kesal, saat melihat wajah pusing suaminya.


Nyonya Desi menarik tangan Dena hingga terlepas dari memeluk Kean, ia mendudukan Dena di ruang tengah.


"Duduk manis disini, mami sedang memperjuangkan keadilan dari Keanu oke." Ucap nyonya Desi, Carl melihat bagaimana kehangatan keluarga Keanu.


"Tidak." Teriak Dena kembali memeluk tubuh suaminya.


"Lepas, lepasin suami aku atau aku bilang ke daddy." Ancam Dena sontak membuat Oma, nyonya Ellen dan nyonya Desi terdiam.


"Pawang nya harus kita kurung dulu ni bu, Dena kan pawang ampuh Keanu dan Daddy nya." Ucap nyonya Desi, membuat Dena melotot.


"Ish, yakali kalian tega mau mengurung aku." Kesal nya, Dena kembali memeluk Keanu dan menarik tubuh suaminya.


Kean tersenyum dan mengecup puncak kepala Dena, namun kedua tangan nya masih di peluk erat oleh Oma.


"Stop udah, kalian ini bagaimana bisa malah membuat suamiku pusing lihat wajah nya sudah seperti udang rebus." Ucap Dena menunjuk wajah merah padam Keanu.


"Hehe, iya tapi Oma tetap ingin bersama Keanu." Ujar nya.


"Gak, gak ada yang boleh pergi sama Keanu. Aku tidak ingin ada yang merasa di perlakukan tidak adil, jadi mommy, Oma, dan Tante gak ada yang bisa pergi sama Kean. Kean harus di rumah sama aku." Ucap Dena telak, lagi-lagi Anna dan Carl melihat senyum lembut dan tulus dari keluarga Kean untuk Dena.


"Begini saja biar adil Tante Ellen pergi dengan Keanu, mami pergi dengan Kai dan Oma pergi bersama dengan Nathan." Ucap Karen menengahi.


"Tukar saja tukar, Oma bersama Kean dan Ellen bersama Nathan." Ucap Oma menolak, membuat Nathan mendengus.


"Ish, Oma cucuk Oma ada tiga kan biar adil saja seperti itu." Ucap Niken.


"Kai tukar sama Kean saja ya." Ucap nyonya Desi, lagi-lagi membuat Kean kesal.


"Keputusan tidak bisa di ubah lagi, mami dengan Kai, Oma dengan Nathan dan Tante Ellen bersama dengan Kean." Ucap Karen telak.


"Haiiihhhh, kenapa aku harus bersama cucuk solimi itu." Kesal Oma.


"Kenapa aku harus bersama dengan Oma gak ada ahlak." Kesal Nathan membuat Oma memicingkan matanya.


Dena menatap sendu wajah suaminya, ia mengelus lembut wajah Kean yang sedikit berkeringat padahal ruangan itu ber- AC.


Setelah pedebatan sengit dan panjang akhirnya merekapun menyetujui ucapan Karen, karena bagaimanapun Karen adalah menantu tertua di keluarga Richard.


Jadi mereka menghargai keputusan Karen, harusnya Dena menjadi menantu termuda karena Nathan dan Kean lebih tua Nathan. Namun karena usia Niken dibawah Dena maka Niken lah yang terlihat sebagai menantu termuda.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Semoga suka ya 🤗


N: Syukak lah pasti 😂


A: Bagus kalau begitu seneng akunya 😂


N: 🤗🤗🤗*