Love Destiny

Love Destiny
Epson 337



Keesokan harinya seperti rencana Dena jika Nathia dan Kyra akan dijadikan umpan, sementara Felly karena wanita itu begitu kuat. Dena mengirim Felly ke rumah sakit, ke tempat adik lelaki itu di rawat.


Kyra dan Nathia berjalan dengan santai mereka tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, sampai seseorang datang dan menghadang Kyra.


"Ikut saya." Ujar nya.


"Gak mau ngapain ikut kamu." Ucap Kyra.


"Cih, kamu mau tau kebenaran tentang orang tua kamu tidak." Ucap orang itu, terlihat berbeda dari lelaki yang di hajar oleh Rafael kemarin.


"Gak mau." Ucap Kyra, lelaki itu menarik paksa tangan Kyra dan Nathia.


"Ikut." Bentak nya.


"Lepasin." Ucap Kyra, lelaki memasukan Kyra dan Nathia kedalam mobilnya. Rafael dan Kenzo yang sudah melihat kejadian itu memutuskan untuk mengikuti orang itu.


Sementara di rumah sakit Felly dan Devika terlihat mengendap-endap, Devika berdiri di belakang Felly.


"Fell kita kaya maling gak si, kok gini amat nyari duit." Ucap Devika, Felly tertawa kecil.


"Vika kita lagi gak nyari duit tapi nyari informasi." Kekeh Felly.


"Oiya, eh tunggu itu bukannya cowok yang kemarin ya." Ucap Devika, Felly menatap lelaki yang sedang berjalan menuju sebuah kamar rawat.


"Iya bener itu orang nya, tapi kok dia disini kalau dia disini terus nanti Nathia sama Kyra gimana ya." Ucap Felly, tak lama lelaki itupun kembali keluar dari ruang rawat.


Tujuan Felly adalah membuat gadis satu kampus nya itu depresi, ralat g*la saja gak usah nanggung lah.


Felly dan Devika berjalan cepat menuju kamar rawat itu, saat masuk Felly dan Devika mengunci pintu dan menutup semua tirai kamar membuat gadis yang baru saja memejamkan mata nyabitu bangun kembali.


Ia terkejut saat melihat keberadaan Felly dan Devika, ada rasa takut di hatinya saat melihat Felly dan Devika mendekat.


"Hai gadis cantik dan manis kaya biang gula." Ucap Devika, dari ucapan Devika saja sudah membuat nya merinding.


"Mau apa kalian." Tanya nya.


"Mau ngajak main lah mau apa lagi." Ucap Felly dan Devika.


"Gak, jangan macem-macem." Teriak nya.


"Ssssttt, berisik sayang ini rumah sakit bukan hutan." Ucap Felly, tubuh gadis itu sedikit gemetar.


"Sepertinya perbuatan Kyra berhasil membuat kamu masuk rumah sakit, sekarang aku mau buat kamu masuk rumah sakit j*wa." Ucap Devika.


"Gak, Kakak tolong aku hiks...tolong." Teriak nya, Felly menarik tangan gadis itu lalu mengikat nya sementara Devika menutup mulut gadis itu agar tidak berisik.


"Kamu tahu aku paling benci kepada orang yang merend*hkan orang lain, kamu dan saudara kamu Liodra itu sama saja." Bisik Felly, membuat mata wanita itu memerah saat Felly mengatakan nama Liodra.


Felly mengeluarkan pis*u kecil di tas nya, ia gunakan itu untuk berkarya di pipi mulus gadis yang ada di hadapannya.


Gadis itu menangis histeris siapa sebenarnya Felly, kenapa ia benar-benar tak memiliki belas kasih. Ada apa dengan Felly, kenapa setiap di berikan tugas seperti ini selalu tidak memakai hati.


"Uuuuuhhh cantik sekali." Ucap Felly, Devika sampai merinding sendiri melihat Felly.


"Fell kok aku merinding ya liat kamu." Ucap Devika.


"Gak usah takut Devika, Liodra saja lebih dari ini bukan." Ucap Felly, gadis itu marah saat mendengar Liodra di perlakukan sama.


"Benar aku mau potong rambut nya." Ucap Devika, ia memegang gunting keduanya begitu kompak.


"Hiks...hiks... " Tangis wanita itu.


"Jangan nangis kamu terlihat begitu cantik." Ucap Felly, Felly benar-benar harus diberi penghargaan.


Di tempat lain Dena dan yang lain memantau pekerjaan Felly tersenyum tipis, Felly benar-benar seperti dirinya.


"Itu anak tuan James kaya gak ada rasa bersalah gitu ya." Ucap Tata.


"Gak bakal punya rasa salah kalau dia sendiri sudah merasa be*ci." Ucap Dena.


Sementara di tempat lain tepatnya di tempat Kyra dan Nathia dua gadis itu berhasil masuk kedalam kediaman keluarga Liodra, ia melihat beberapa pelayan rumah yang cukup besar.


Tak lupa kedua gadis itu sudah melumpuhkan orang yang menculik nya, kini tugas mereka hanya masuk kedalam ruang kerja untuk mencari berkas-berkas penting.


Kyra dan Nathia menyamar menjadi lelaki, ya setelah membuat para orang yg menculiknya tak sadarkan diri keduanya memutuskan untuk menyamar.


Saat berhasil masuk kedalam ruang kerja mereka mengunci pintu ruangan itu, keduanya mencari di beberapa tempat namun tak di temukan hingga akhirnya mereka menemukan sebuah lemari antik dan paling beda dari yang lain.


Saat membuka lemari itu mereka melihat beberapa berkas perusahaan, niat menculik Kyra untuk memberikan pelajaran malah keluarga Liodra yang diberi pelajaran.


Setelah selesai mereka pergi lewat jendela, ada beberapa bodyguard yang melihat nya Kyra dan Nathia berlari sampai luar gerbang. Diluar Rafael dan Kenzo menyuruh Kyra dan Nathia masuk, bertepatan dengan mobil lelaki yang memukul Kyra saat itu datang.


Rafael langsung melajukan mobilnya dan terjadilah aksi kerja mengejar, Kyra dan Nathia menghela nafas lega setidaknya mereka sudah aman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Part ini nano-nano sekali Marni 😂*


A: Gue yang nulis gereget Uun 😅


N: Apalagi gue yang baca, lagi asik eh abis 😂


A: Sabar ya 😅


N: Sabar ko gue 😂😂😂