Love Destiny

Love Destiny
Epson 295



Di sebuah rumah besar kedua lelaki sedang bermain game, Kenzo dan Kevan terlihat akur hari ini.


"Kak." Panggil Kevan.


"Hmmmmm." Sahut Kenzo.


"Kakak gak ada niatan nyari cewek gitu, masa Devika aja udah dapet gandengan kakak Masi jomblo aeee." Ucap Kevan.


Pletakkkkkk... Kenzo memukul kepala kecam dengan stik.


"Aaaawwwww, sakit ipul." Ucap Kevan.


"Chika sama Samuel itu komitmen yang tertunda Supri." Ucap Kenzo, Tio dan Tata tertawa melihat kelakuan kedua putranya.


"Seketika nama anak gue berubah gak tuh, emang bapak nya ngasi mama bagus keren. Lah anak nya ganti nama dari Kenzo jadi Ipul, Kevan jadi Supri. Kamu gak sekalian ikutan Pi Tio jadi Jamil." Ucap tata tertawa kecil.


"Nah kamu juga dari Tata jadi tukiem mau." Ucap Tio, tata tertawa terbahak.


"Enak aja nama bagus ye kan Tata Debora, bayangin kalau jadi tukiem Debora." Ucap Tata, Tio yang merasa gemas tertawa dengan merengkuh tubuh tata.


Jika sedang akur membuat kedua orangtuanya bahagia bukan main, tata dan Tio terkadang mengadakan makan bersama jika Kenzo dan Kevan sedang akur. Dan hal itu membuat kedua putranya malu hingga lebih sering akur daripada debat nya.


...


Kini mobil Rafael sudah terhenti di depan gedung yang menjulang tinggi, Felly menoleh horor menatap El.


"I_ini dimana ni?" Tanya Felly, El tidak menjawab dan langsung turun dari mobil.


El membuka pintu mobilnya lalu menarik tangan Felly, membuat Felly mendesis kesakitan.


"Aaaassshh, sakit pelan-pelan apa udah kaya karung beras diseret-seret." Ucap Felly, El lagi-lagi menahan tawa nya.


Kenapa tingkah ceplas-ceplos Felly seperti sang mommy yang solimi, bahkan jika sedang bertingkah polos juga Felly seperti Dena yang iya-iya saja.


"Selamat datang tuan muda." Ucap seorang bodyguard.


"Hmmmmm." Balas Rafael, lagi-lagi Felly terdiam.


Disinilah mereka berada di apartemen milik Rafael, membuat Felly terkejut bukan main. Fikirannya berkelana kesana-kemari.


"Jangan berfikir macam-macam." Ucap El, menunjuk-nunjuk kening Felly.


"Ish, tangan nya solimi." Ujar Felly, El tertawa kecil.


"Jangan ketawa tuan jangan." Ucap Felly, memundurkan langkahnya.


"Kenapa?" Tanya El heran.


"Tuan kalau sedang tertawa horor." Ceplos nya membuat El tertawa lagi, oke guys disini gue inget papa duid yang cuma ketawa kalau dihadapan mama duid.


"Sudah istirahat lah." Ucap El.


"Huh?" Sahut Felly terkejut.


"Kau pergi dari rumah bukan karena bertengkar dengan saudara mu, maka tidurlah disini. Tidak baik perempuan berkeliaran di malam hari." Ucap El, membuat Felly terbelalak.


"Tuan tahu dari mana jika saya pergi dari rumah?" Tanya Felly, El terdiam bo*oh kenapa ia bisa keceplosan.


"Saya_saya hanya feeling saja, lagipula mana ada wanita keluar di jam segini." Ucap El, membuat Felly memicingkan matanya.


"Banyak tuan, bahkan saat saya di taman tadi masih banyak wanita yang berlalu-lalang." Ucap Felly, sudahlah El kau tidak bisa mendebat dia.


"Ini kenapa jadi makin horor gini, lagi pula dia ngapain ngajak aku kesini si." gumam Felly, kini gadis itu duduk di sofa.


Setelah selesai mengganti pakaian El kembali turun dan melihat Felly yang duduk di sofa, dengan memejamkan matanya.


"Kau belum tidur?" Tanya El, ia membuka kulkas untuk mengambil minuman dingin.


El meletakkan satu di hadapan Felly, gadis itu menatap Rafael yang sedang duduk dengan menyalakan televisi.


"Kau memiliki rumah kenapa kau malah tidur disini?" Tanya Felly, membuat El mengalihkan pandangannya.


"Ini apartemen ku jadi aku bebas mau tidur dimanapun." Ucap El.


"Benar juga, hoaaaaammm." Balas Felly, gadis itupun menguap.


"Kemari." Lagi-lagi El menarik tangan Felly.


"Istirahat lah, kunci pintu nya." Ucap El, Felly mematung dan menatap kamar mewah itu.


(Bekerja samalah Felly untuk malam ini, jika bukan karena nenek injuk itu kau tidak akan terlantar disini.) Batin nya, kini Felly merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia menatap langit-langit kamar lalu terlelap.


Rafael mengintip Felly yang sudah terlelap dan tersirat senyum tipis di bibir nya, Rafael pun berjalan menuju kamarnya lalu tidur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Wooow tukar posisi yuk fell 😂


A: Semua aja Lo ajak tukar posisi Marni 😒


N: Selagi bisa gitu kan, kali aja salah satu ada yg nyangkut 😂


A: Iya elo nyakut di kali 😒


N: Solimi 😂


A: 😭😭😭


N: 😂😂😂*