Love Destiny

Love Destiny
Epson 380



Lima bulan telah berlalu kini Ayaza sudah lulus sekolah, ia akan melanjutkan kuliah nya di universitas yang sama dengan Felly dan yang lainnya.


Sementara itu selain El yang berada di luar negeri untuk urusan sekolah dan bisnis keluarga, Kenzo juga akan di kirim ke luar negeri oleh Tio.


Awalnya Kenzo menolak dengan keras permintaan papi nya, namun apalah daya karena Tio mengatakan.


Apa yang bisa kamu ******banggakan****** jika kamu tidak melakukan ini Ken, papi melakukan semua ini bukan tanpa alasan. Papi melakukan semua ini karena papi tahu siapa wanita yang kamu sukai, tidak mudah untuk kamu berada di sisinya sementara diluar sana banyak pengusaha-pengusaha muda yang ingin bersanding dengan gadis yang kamu sukai.


Sudahlah Kenzo mengalah jika sudah menyangkut hal seperti itu, ia akan melakukan apapun agar terlihat pantas untuk gadis nya.


Dan disinilah Kenzo berada di sebuah taman kota yang indah dan ramai, ia sedang membuat janji dengan gadis kecil kesayangannya.


"Kak Ken." Panggil gadis itu dengan suara lembut nya, jangan salah biarpun terdengar lembut namun dapat di akui Ayaza termasuk orang yang kejam juga.


"Aya." Lirih Kenzo, lelaki itu terpesona dengan kecantikan Ayaza. Wajah mungil, mata bulat, bibir yang mungil dan merah, juga kulit yang putih.


Rasanya Kenzo tidak akan rela jika suatu hari ada lelaki yang mendapatkan Ayaza selain dirinya, bukan terobsesi Kenzo hanya berharap takdir berpihak kepadanya.


"Hmmmmmm, ada apa kakak mengajak Aya bertemu disini?" Tanya nya, Kenzo berdehem menghilangkan kegugupannya.


"Ada yang ingin kakak bicarakan." Ucap Kenzo, Ayaza mengernyit menatap wajah tampan lelaki itu.


"Katakan saja." Jawab nya, jawaban Ayaza begitu singkat dan dingin seperti orang yang tidak peduli.


Kenzo menunduk sikap Kenzo hari ini terlihat beda dan tidak seperti biasanya, Aya tahu betul bagaimana Kenzo yang selalu bersikap konyol jika sedang bersama dengan nya.


"Besok aku akan pergi ke luar negeri." Ucap Kenzo, Ayaza diam mematung ia mencoba untuk mencerna setiap perkataan Kenzo.


"Ternyata apa yang aku takutkan terjadi, aku bukan ingin menyerah za. Aku bukan sengaja ingin meninggalkan kamu, tapi sungguh aku melakukan semua ini untuk kamu." Ucap Kenzo, Ayaza menelan saliva nya dengan sulit lalu menunduk.


"Apakah Aya meminta itu?" Tanya nya menatap mata indah Kenzo.


"Tidak." Jawab Kenzo, ia merasa jika sikap Ayaza sedikit berbeda.


"Lalu?" Tanya gadis cantik itu lagi.


"Bukankah kamu menginginkan lelaki yang seperti Daddy juga kakak kamu El, dan aku akan mengabulkan keinginan kamu." Ucap Kenzo, Ayaza mengangguk pelan.


"Hmmmmmm, kakak benar. Tapi apakah kakak akan kembali untukku? Maksudnya_kheeemmm apakah kakak akan kembali demi aku?" Ucap Ayaza, Kenzo mengangguk menangkup wajah cantik Ayaza.


"Aku melakukan ini untuk kamu, jadi mana mungkin aku kembali bukan untuk kamu." Ucap Kenzo.


"Baiklah, kakak boleh pergi aku tidak akan melarang kakak. Aku tidak memiliki hak untuk membatasi pergerakan kakak." Ujar nya, lihatlah bagaimana Kenzo tidak semakin jatuh hati Ayaza terlihat begitu tenang.


Mungkin jika gadis lain yang seusia nya akan merengek dan menangis ala-ala drama, tapi Ayaza tidak wajah nya terlihat manis dan benar-benar membuat Kenzo tenang.


"Ka_kamu tidak marah?" Tanya Kenzo penasaran.


"Marah, untuk apa Aya harus marah? Bukankah itu untuk kebaikan dan kebahagiaan Aya dimasa depan, agar Aya memiliki pendamping hidup yang banyak uang." Ucap nya setengah bercanda, Kenzo tertawa kecil mendengar perkataan Ayaza.


"Kamu benar-benar menggemaskan, disaat-saat seperti ini kamu masih memikirkan uang." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa renyah mendapati respon Kenzo yang seperti itu.


"Kata mommy jika uang mommy, uang Daddy, dan uang kakak ada bagian Aya. Maka uang pendamping Aya bisa sepenuhnya menjadi milik Aya." Ceplos nya, lihatlah Dena putrinya ini benar-benar polos dan membuat siapa saja yang mendengar perkataan nya akan tertawa.


Kenzo tahu Ayaza bukan tipe orang yang menggilai uang, ia hanya suka bercanda tentang uang. Buktinya setiap Kenzo mengajak Ayaza keluar gadis itu tidak pernah meminta yang macam-macam, jika bukan Kenzo yang memaksa ingin membelikan nya untuk Ayaza.


"Baiklah gadis manis pencinta uang, karena kamu begitu menyukai uang maka aku akan bekerja keras agar memiliki banyak uang." Ucap Kenzo mencubit hidung Ayaza dengan gemas.


"Boleh dicoba." Kekeh Aya, Kenzo tersenyum ia akan benar-benar meninggalkan gadis nya.


"Jaga diri baik-baik dan tunggu kakak kembali." Ucap Kenzo, Ayaza mengangguk dan tersenyum manis.


"Hmmmmmm." Jawab nya, Kenzo mengelus kepala Ayaza lembut.


"Ayok kakak antar pulang." Ajak Kenzo, namun Ayaza menolak ia ingin pulang sendiri.


"Tidak perlu, Aya bisa pulang sendiri." Jawab nya menolak secara halus.


"Hmmmmmm." Sahut Ayaza, tanpa disangka-sangka Kenzo menarik tangan Ayaza hingga Ayaza masuk kedalam pelukannya.


"Entahlah aku yang bo*oh atau aku yang terlalu berharap, aku tidak tahu bagaimana perasaan kamu terhadap aku. Tapi sungguh za gak ada wanita lain yang bisa bikin kakak kaya gini selain kamu." Ucap Kenzo, Ayaza bungkam gadis itu tidak ingin membuat Kenzo berat untuk meninggalkan nya.


"Kak, pergilah Aya akan memberikan jawaban nya nanti setelah kakak kembali." Ucap Ayaza, Kenzo mengangguk lalu melepaskan pelukan.


"Hmmmmmm, baiklah." Jawab Kenzo.


"Hari-hari dan jaga diri baik-baik oke, Aya pulang dulu." Ujar nya, Kenzo mengangguk menatap kepergian Ayaza.


Sementara itu Ayaza berajaln menyuruh koridor jalanan, ia berjalan dengan senang karena akhirnya ia tidak menangis di hadapan Kenzo.


"Tidak ada gunanya kamu menangis merengek za, ingat keputusan orang tua tidak bisa di ganggu gugat. Buktinya kak El dia saja yang anak kesayangan mommy bisa pergi, apalagi kak Kenzo. Kekeh nya, gadis itu bergumam kepada dirinya sendiri.


Setibanya di rumah Ayaza disambut oleh Dena sang mommy, Ayaza berlari memeluk Dena dan membuat Dena sedikit terkejut.


"Loh sayang kamu kenapa hmmmmmm?" Tanya Dena.


"Tidak apa-apa, Aya hanya ingin memeluk mommy." Jawab nya.


"Dimana Ria? Bukankah kamu pergi bersama dengan Ria?" Tanya Dena.


"Ria tadi_tadi aku tinggal Ria di toko buku, mungkin dia akan kesini nanti malam." Jawab nya, Dena tertawa kecil bisa-bisanya Aya meninggalkan Ria.


"Dasar anak nakal, kenapa kamu meninggalkan Ria." Kekeh Dena, Ayaza tertawa kecil.


"Mom Ria memilih buku terlalu lama dan Aya bosan, yasudah Aya tinggal saja." Jawab nya.


"Baiklah, sebaiknya kamu mandi dan istirahat setelah itu nanti mom bangunkan untuk makan malam." Ucap Dena, mengecupi wajah cantik Ayaza.


"Baiklah." Jawab nya, Ayaza pun memutuskan untuk pergi ke kamar.


Kebetulan ia juga ingin berendam untuk menyegarkan tubuhnya yang sangat lelah, Ayaza harap Ria akan segera ke rumah nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š


N***: Tunggu Abang balik dek, nanti langsung Abang halalin πŸ˜‚


A: Eaaaaaakkkk, Uun bucin 🀣


N: Padahal yang lagi bucin kan si Kenzo, kenapa jadi gue yang kena😭


A: Oh salah ya 🀣


N: Solimi sekali anda 😭


A: Mon maap Uun 🀣🀣🀣


N: 😭😭😭