
Pagi hari Dena dan Keanu belum terbangun dari tidurnya, keduanya masih menikmati masa pelukan nya.
Hingga akhirnya keduanya harus terbangun karena suara teriakan dari Rafael, Dena melenguh dan mengerjapkan matanya.
"Suami gaada ahlak." Ucap Dena tertawa kecil.
"Dasar istri luknut." Kekeh Keanu, membuat Dena mencebikan bibirnya.
"Anak nya manggil noh, bangun yuk." Ucap Dena.
"Mandi bareng yuk." Ajak Kean, agar tidak ada perdebatan Dena pun menyetujui nya.
Setelah selesai olahraga pagi dan mandi keduanya memakai pakaian santai, hari ini Keanu tidak akan pergi bekerja. Ia ingin menghabiskan waktu bersama sano dan istrinya.
"Hai boy." Ucap Keanu saat membuka pintu kamar.
"Morning Daddy." Ucap Rafael.
"Kamu sudah mandi?" Tanya Kean menggendong putranya.
"Sudah, Daddy juga sudah wangi." Ujar El polos, Keanu mengajak El pergi dari kamar untuk turun ke ruang makan.
Disana lagi-lagi ia harus melihat para ipar nya berjalan dengan aneh, Keanu menahan tawa nya dengan menciumi kepala El.
"Pagi." Ucap Dena, jalan Dena selalu normal karena Keanu selalu melepaskan istrinya saat Dena mengeluh.
"Hmmmmm." Jawab Karen dan Niken.
"Kalian kenapa?" Tanya Dena, membuat Kai dan Nathan menggaruk kepalanya.
"Kak Karen are you ok?" Tanya Dena.
"Aku tidak oke de." Jawab Karen membuat Dena dan Kean tertawa kecil.
"Yasudah terima nasib saja." Ledek Dena membuat Karen dan Niken mengerucutkan bibirnya.
Setelah selesai sarapan para lelaki pergi bersama anak-anak mereka, keanu pergi ke ruang bermain milik Rafael yang berada di dekat lorong sebelah kanan.
Sementara kai dan Nathan pergi ke taman belakang rumah, karena kedua anak mereka perempuan jadi lebih menyukai taman.
Sementara itu para istri masih berada di meja makan, Dena menatap wajah lelah Niken dan Karen.
"Kalian seperti sangat kelelahan." Ucap Dena, dengan memasukkan sepotong apel kedalam mulutnya.
"Gimana gak kelelahan coba, kita cuma dikasi waktu istirahat selama 5 menit setelah itu di mulai lagi dah lah suami gue berbeda." Ucap Karen sontak membuat Dena hampir tersedak.
"Yang benar saja, dikira lagi olahraga beneran pake istirahat 5menit." Ujar Dena.
"Gak tau lagi badan aku berasa patah-patah." Keluh Niken.
Dena menatap Niken ia merasa tidak tega, Dena bangun dari tempat duduk nya dan membuat teh hangat untuk kedua ipar nya.
Niken dan Karen tersenyum karena Dena tidak pernah berubah, ia selalu menjadi ipar yang baik dan pengertian.
Inilah yang membuat Niken dan Karen sangat menyayangi Dena, bahkan kalau boleh meminta keduanya tidak ingin ditinggalkan oleh Dena.
"Kita gak mau istirahat di kamar de, bisa bahaya apalagi papi nya anak-anak lagi gak kerja." Ucap Karen, berhasil membuat Dena menganga.
"Lalu?" Tanya Dena.
"Kita mau rebahan di sofa aja deh, mau cari aman dulu. Serius jalan gue udah kaya pinguin abis sun*t soalnya." Ujar Karen membuat Dena tertawa lepas.
"Sabar ya kak, mungkin suami kalian berdua lagi kangen gitu kan seminggu puasa kan lumayan." Ucap Dena tertawa kecil.
"Kenapa suami kamu gak kaya suami kita ya." Ucap Karen.
"Kean mana berani si bikin istrinya gak nyaman." Ucap Dena bangga, Karen dan Niken mencebikan bibirnya.
"Iya-iya kamu paling beruntung udah no debat." Ucap Karen kembali membuat Dena tertawa.
Kini ketiga wanita itu berjalan ke ruang tengah, ketiganya merebahkan diri di atas sofa, Karen hampir terlelap begitupun dengan Niken.
Dena tersenyum melihat kedua ipar nya yang kelelahan, ia berfikir bagaimana jika Dena memiliki ipar yang sirikan dan selalu mengajak nya bertengkar. Mungkin rumah tangga nya tidak akan senyaman ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Oke disini gue dibuat oleng lagi sama Keanu 😌
A: Mon maap dia emang terlalu uwoowww kaya nya 🤣
N: Gue pengen 😭
A: Sabar Uun 😂
N: 😌😌😌*