
Malam hari pesta pertunangan pun dimulai, banyak rekan kerja dan para pembisnis yang datang ke acara pertunangan Devika yang di publikasikan kali ini.
Selain pertunangan pesta kali ini juga sekaligus acara lamaran, mungkinkah Devika lebih dulu melepaskan masa lajang nya daripada Nathia, Kyra dan Felly? Tentu saja mungkin ya, karena Devika sudah di lamar lebih dulu.
Saat Devika dan Samuel bertukar cincin dan berfoto, di sudut lain Nathia sedang menatap Devika dengan bahagia, sampai tiba-tiba saja seseorang menyapa nya.
"Hai nona, kita bertemu lagi ternyata." Ucap orang itu, Nathia tersentak ia menatap orang yang menyapa nya.
"Apa kau mengenalku?" Tanya Nathia, ia tak marah hanya saja heran dengan orang itu.
"Kau melupakan ku nona, ooowwwhhh keterlaluan sekali. Aku adalah lelaki yang kau tabrak di supermarket saat itu." Ujar nya, Nathia mengernyit mengingat-ingat, apakah ia pernah ke supermarket? Tapi kapan.
"Benarkah kita pernah bertemu?" Tanya Nathia.
"Apa aku harus memukul kepalamu agar kau ingat denganku? Ah, tapi aku bukan laki-laki yang suka kasar kepada wanita." Ujar nya, Nathia merasa lelaki ini aneh sekali. Bisa-bisanya dia menyapa Nathia tanpa tahu nama gadis itu.
"Ah, maaf mungkin aku tidak ingat jika pernah bertemu dengan mu." Ujar nya, lelaki itu mengangguk.
"Tuan ini ponsel anda." Ucap seseorang, Nathia menoleh ah ternyata lelaki itu yang di panggil tuan.
"Hmmmmmm, pergilah." Ucap nya datar, Nathia semakin heran. Bukankah tadi lelaki ini terlihat pecicilan, tapi kenapa tiba-tiba datar.
"Boleh aku meminta nomor ponsel mu?" Tanya nya, Nathia tercengang lelaki ini seperti bunglon yang bisa berubah dalam waktu yang bersamaan.
"Maaf, aku tidak terbiasa memberikan nomor ku kepada orang yang tidak di kenal." Ucap nya, orang itu tersenyum. Tersenyum tipis, ternyata Nathia cukup sulit untuk di dekati. Setelah bertemu di supermarket saat itu ia mencari tahu mengenai gadis yang di temuinya.
"Baiklah kalau begitu mari kita berkenalan." Ujar nya, Nathia mengernyit kenapa orang ini begitu kekeh sekali.
"Kau sehat?" Tanya Nathia, orang uang duduk di samping nya itu tertawa kecil.
"Apa aku terlihat tidak sehat? Jika aku tidak sehat aku tak akan ada disini." Ujar nya, Ah benar juga.
"Benar juga." Ucap Nathia polos, orang itu tertawa dari jauh terlihat tangan kanan orang itu tersenyum. Ini kali pertama ia melihat tuan nya tertawa renyah seperti itu.
"Perkenalkan namaku Nikolas Auriga." Ujar nya mengulurkan tangannya, mau tak mau Nathia menjabat tangan lelaki itu.
"Nathia." Jawab nya, Nikolas terlihat mengernyit apakah namanya hanya Nathia? Tapi biarkan saja, yang penting mereka sudah berkenalan.
Karena Niko memaksa ingin meminta nomor ponsel Nathia, akhirnya gadis itupun memberikannya.
Setelah itu tangan kanan Niko memberi tahu bos nya, jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan Niko.
"Queen sorry, aku ada urusan sebentar. Semoga kita bertemu lagi di lain waktu." Ucap Niko, Nathia bergidik bisa-bisanya Niko memanggil dirinya seperti itu.
Nathia yakin lelaki seperti Niko pasti memiliki banyak wanita, mengingat sikap nya yang seperti itu. Padahal Nathia tak tahu kebenaran tentang Niko, lelaki itu datar dan dingin seperti sepupunya yaitu Rafael.
"Nath kau disini? Mami mencarimu kemana-mana." Ucap Niken.
"Ah iya, maaf mi tadi aku merasa pusing melihat keramaian." Ucap Nathia, Niken tersenyum wanita itu mengajak putrinya untuk berkumpul dengan para keluarga.
"Sayang kau darimana saja?" Tanya Dena, Nathia tersenyum.
"Aku hanya duduk disana mom, aku merasa pusing melihat keramaian." Jawab nya jujur, Nathia memang berniat untuk menjauh dari keramaian. Namun tak bernasib baik karena bertemu dengan laki-laki aneh seperti Niko.
"Baik duduklah disini, kau jangan menjauh dari kami." Ucap Karen.
"Iya mom maaf." Lirih Nathia, Kyra menatap sepupunya yang terlihat suntuk.
"Eh, aku tidak apa-apa kok." Jawab Nathia, tak berselang lama para lelaki alias para Daddy kembali bersama seseorang yang tidak mereka kenal.
Hanya Nathia yang merasa mengenali orang itu, Nathia menghela nafasnya ia merasa hari ini benar-benar si*l.
"Semuanya perkenalkan ini tuan muda Auriga, dia putra bungsu tuan Auriga." Ucap tuan Richard, tuan Auriga adalah rekan sekolah tuan Richard dulu. Namun mereka tak menjalin kerja sama dalam perusahaan, karena mereka memilih bidang yang berbeda.
Mungkin tuan Richard dan tuan Auriga tidak sedekat dulu sekarang, mengingat tuan Richard yang begitu sibuk dan tuan Auriga yang menetap di luar negeri.
"Ah, tidak seperti itu uncle." Ucap nya, Kyra memandang takjub lelaki itu sementara Nathia gadis itu terlihat biasa saja.
Auriga, ia adalah Nikolas Auriga lelaki itu melihat ada Nathia yang sedang duduk disana. Dengan senyum jahil nya Niko menanyakan Nathia kepada tuan Richard.
"Apa dia anggota keluarga mu uncle?" Tanya Niko.
"Ah, ya dia putri dari keluarga kami. Dia putri Nathan dan Niken." Ucap tuan Richard, semua keluarga menatap Niko begitupun dengan Kyra.
"Aku baru tahu kau memiliki putri semanis dia." Ceplos nya, tangan kanan Niko menyikut lengan bos nya.
Seperti berkata, jangan bodoh bos jaga wibawa anda. Saya tahu anda mengagumi nya tapi jangan seperti ini di depan orang lain.
"Apa katamu?" Tanya tuan Richard.
"Ah, ti_tidak. Sepertinya aku sudah terlalu lama tidak bertemu keluarga ini, sampai aku tidak mengenal tuan Nathan dan keluarga yang lainnya." Ucap Niko, tuan Richard tertawa kecil.
Pandangan Niko tak lepas dari Nathia, semua orang mengucapkan selamat untuk Devika dan Samuel. Setelah itu Nathia memutuskan untuk pergi, entah kemana gadis itu akan pergi kali ini.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Kenapa selalu ada kejutan Tak terduga 😌
A: Biar ga ketebak-tebak Uun 😂
N: Kasian yang udah tebak-tebakan salah Mulu 😭
A: Termasuk elu ye kan 😂
N: Iya, kok tau si 😂
A: Tau lah 😂
N: 🤭🤭🤭😂😂😂