Love Destiny

Love Destiny
Ketiga



Pagi sekali aku berangkat ke kota B tempat kantor pusat berada,tapi sebelum ke kantor aku terlebih dahulu menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh kantor ( masa iya kekantor bawa bawa koper kan gak lucu ) ,untung saja alamat nya sudah dikirimkan oleh Pak Hariman tadi malam.


Setelah beberapa menit


Akhirnya aku sampai didepan apartemen.


"woahh beneran aku tinggal disini,rasanya gak percaya,apa aku masih didalam mimpi.


Alitha bangun bangun (sambil menepuk nepuk pipi sendiri) aw sakit ternyata bukan mimpi aku beneran tinggal disini "aku dengan bodohnya bicara sendiri didepan gedung yang tinggi menjulang ini.


(Entah perasaanku saja atau memang ada yang memperhatikanku dari jauh tapi aku masih bisa melihatnya dari kaca gedung) Pikirku sambil menerka nerka.


"Halo nona apakah ada yang bisa saya bantu "


kata seseorang yang berpakaian seperti pegawai di apartemen ini.


"Oh iya saya penghuni baru disini,bisa antarkan saya ke kamar no 28 atas nama Zion Group?" kataku.


"Oh tentu,silahkan lewat sini nona"kata pegawai tersebut sambil menunjukan jalan.


Setelah melewati beberapa lantai


Tibalah aku didepan kamar no 28


"Ini dia kamarnya nona, dan ini kartunya"kata nya sambil menyerahkan kartu sebagai kunci kamar.


"Oh tunggu sebentar (kataku sambil mengambil uang sebagai tip) ini untukmu sebagai tanda terimakasih karena telah membawa barang saya ini. " sambil menyerahkan uang.


"Maaf nona apartemen kami tidak memperbolehkan menerima tip atau apapun itu,hal semacam itu tidak diperbolehkan karena ini memang tanggung jawab kami"katanya dengan mengembalikan kembali uang itu ketanganku.


"Oh begitu saya kira semua apartemen atau hotel selalu memperbolehkan karyawannya menerima tip seperti di drama drama,ternyata tidak" kataku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal karena malu.


"Tidak apa apa nona saya mengerti,kadang tidak semua yang ada di drama itu benar" katanya sambil tersenyum lalu berpamitan pergi.


Selama aku mengobrol dengan pegawai tadi aku masih merasa ada orang yang mengamati kami yang sedang ngobrol.


"Ah bodo amat mungkin perasaanku saja" gumamku.


Aku masuk apartemen dan membereskan semua barangku,menatanya dengan rapi.


Dan langsung bersiap menuju kantor pusat.


Karena jarak dari apartmen ke kantor tidak jauh,jadi aku putuskan untuk jalan kaki saja.


Setelah 10 menit


"Akhirnya sampai juga,woah hanya butuh 10 menit aja buat kekantor,kalo gini caranya aku gk bakal telat meski bangun siang sekalipun"kataku sambil tertawa.


" Maaf mbak saya mau tanya ruangan Pak Prabu sebelah mana ya,karena saya disuruh menemuinya? " tanyaku pada resepsionis.


"Oh nona pasti Alitha Dilmurat ya? asisten barunya pak Zion? "katanya


"Hah asistennya Pak Zion,siapa Pak Zion ?"kataku keheranan.


"Nanti tugas nona akan dijelaskan langsung oleh Pak Zion.Sekarang beliau sudah menunggu nona" katanya sambil menunjukan jalan kesebuah ruangan yang bertuliskan Directur


"Apa aku jadi asisten directur, aaaa gak mungkin deh pasti ada yang salah" pikirku dengan wajah bingung.


"Silahkan masuk nona Pak Zion sudah menunggu " katanya lalu pergi meninggalkanku.


"Tunggu sebentar pasti ada yang salah, tidak mungkin saya jadi asisten directur" ucapku sambil memegang tangan resepsionis itu.


"Tidak nona tidak ada yang salah,nona memang benar benar dipilih untuk jadi asistennya pak zion" katanya lalu pergi.


"Masuk apa kamu mau terus berdiri disana selamanya"kata seseorang didalam sana.


Dengan berani aku membuka pintu dan melihat seseorang sedang duduk dikursi membelakangiku.


"Permisi tuan saya Alitha Dilmurat pegawai baru disini"kataku gugup.


Dengam posisi masih membelakangiku dia bertanya apa aku berasal dari kota S


"Iya saya berasal dari sana tuan,memangnya kenapa tuan" kataku sedikit takut untuk bertanya.


kenapa dia bertanya seperti itu.


Kenapa juga dia tidak melihatkan wajahnya padaku,apa ini semacam tebak tebakan.


Aishh aku tidak bisa melihat wajahnya,


bagaimana bisa aku mengenal atasanku kalo wajahnya saja tidak tahu bagaimana.


Apa dia jelek sehingga malu melihatkan wajahnya padaku.


Ketika aku sibuk dengan pertanyaan dikepalaku,tiba tiba saja dia memutar kursinya dan menatapku dengan datar.


"Apa kau tidak mengenalku? " katanya tiba tiba yang justru membuatku semakin bingung.


( Hmmpp dia tampan bersih tinggi dan juga manis apa dia artis, aish mana mungkin artis.Kalau dia artis pasti aku sudah mengenalnya karena aku penggemar drama sejati ) pikirku.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya tuan " kataku penuh ragu.


Dia menatap tajam kearahku seakan kecewa dengan jawabanku.


"Saya Zion Directur Utama Zion Group dan Pak Prabu adalah kakekku.Kamu disini bertugas sebagai asisten saya jadi kamu harus bekerja sebaik mungkin dan jangan buat saya kecewa"jelasnya.


"Iya baik pak saya akan berusaha semaksimal mungkin" kataku penuh yakin,lalu pergi meninggalkan ruangan.


setelah alitha pergi


"Alitha alitha kenapa kamu begitu bodoh sehingga tidak mengenaliku sama sekali,akan kubuat kau mengingatku besok" ucap Zion.


Bersambung.