Love Destiny

Love Destiny
Epson 255



Sesampainya di kampus El bertemu dengan Kenzo, lelaki itu berjalan mendekati El begitupun El yang berjalan menghampiri Kenzo.


"Baru datang?" Tanya Kenzo.


"Tidak aku datang sejak tadi kenapa?" Balas El.


"Tidak apa-apa." Ucap Kenzo, membuat El tersenyum.


"Siang nanti kau sibuk El?" Tanya Kenzo.


"Seperti nya tidak, memang kenapa?" Jawab El, balik bertanya.


"Tidak aku hanya bertanya saja." Ujar Kenzo.


"Kau tidak sedang merencanakan sesuatu Ken?" Tanya El membuat Kenzo tertawa kecil.


"Tentu saja tidak, aku jalan duluan." Ucap Kenzo membuat El mengangguk bingung.


"El." Panggil nathia dan kyra, membuat El menoleh.


"Ada apa?" Tanya El.


"Kenzo mau pergi kemana?" Tanya kyra membuat nathia menoleh dan tersenyum.


"Entahlah, ke kelasnya mungkin."Jawab El santai.


"Oooh." Balas kyra, nathia hanya tersenyum saja tanpa bertanya.


"Kau kenapa nathia?" Tanya El membuat nathia menoleh.


"Tidak, aku tidak apa-apa." Balas nathia, membuat El mengernyit.


"Ammmmm, aku mau susul Kenzo dulu." Ucap kyra tiba-tiba, membuat El dan nathia diam.


"Kau mau apa menyusul Kenzo kyra?" Tanya nathia.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertanya sesuatu kepadanya." Ucap kyra membuat nathia mengangguk.


"Ada apa? apa kau mengetahui sesuatu?" Tanya El, nathia gadis itu pun menarik tangan El menuju perpustakaan.


Nathia tumbuh menjadi gadis baik dan pengertian, karena nathia yang lebih tua daripada yang lain pun menjadi lebih mengayomi para sepupu yang lebih muda satu/dua tahun darinya.


"Kita bicara disini saja El." Ucap nathia, El pun mengangguk mereka duduk di kursi pojok perpustakaan.


"Ada apa Thia?" Tanya El.


"Aku melihat sepertinya kyra menyukai Kenzo." Ucap nathia.


"Huh? Bukan kah kau juga menyukai Kenzo?" Ucap El terkejut, entahlah El lebih respect kepada nathia karena gadis itu selalu mengalah.


"CK, tidak aku tidak menyukainya El." Kekeh nathia.


"Tapi apakah kau yakin jika Kenzo menyukai kyra?" Ujar El membuat nathia menaikan bahu nya.


"Aku tidak tahu, aku hanya tahu jika kyra tertarik kepada Kenzo." Ucap nathia.


"Lalu dimana Devika? Bukankah Devika juga dekat dengan Kenzo?" Ucap El, sudahlah kisah nya menjadi lebih rumit lagi.


"Kau itu kenapa, bukankah kau tahu jika Devika hanya menganggap Kenzo sahabatnya." Cetus nathia.


"Lalu, Nathia kita tidak tahu bukan bisa saja Devika juga menyukai Kenzo." Ucap El, ya El memang selalu datar kepada wanita lain terkecuali kepada para sepupu nya.


"Terserah kau saja El, kau itu benar-benar tidak peka." Ucap nathia berjalan keluar perpustakaan, sementara El tertawa gemas melihat kekesalan di wajah nathia.


"El." Panggil Devika.


"Hmmmmm." Sahut El.


"Ish, kau itu selalu saja seperti es balok jika sedang bersama ku." Ucap Devika mencebikan bibirnya.


"Ada apa anak kecil?" Tanya El kepada Vika, membuat gadis itu merengut masam.


"Berhenti mengataiku anak kecil." Ujar nya mencebikan bibir.


"CK, baiklah ada apa?" Tanya El menatap wajah Devika dengan intens.


"K_kau melihat Kenzo tidak?" Tanya nya, membuat El mengernyit.


"Kau memanggilku hanya untuk mencari Kenzo." Kekeh El.


"Ish, tidak bukan seperti itu." Ucap Devika.


"Kenzo di kelas nya, pergilah aku akan ke kelas ku." Ucap El langsung meninggalkan Devika begitu saja.


Devika mematung menatap El, ia merutuki mulutnya yang asal ceplos menyebutkan nama Kenzo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 😊ðŸĪ— jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


*A: Buat yang komen gak asik Dena nya gak ngidam lagi, dan anak nya tiba-tiba gede. lebih baik kamu bikin cerita sendiri dan ceritain kisah kamu tentang ngidam ya, disini aku sengaja bikin series satu dan dua agar bisa kaya cerita baru lagi. 😌


N: Gak usah difikirin Thor, lagian kalo ga asik kenapa ga mikir sendiri dan bikin cerita sendiri biar sesuai ekspektasi nya dia 😏


A: Entahlah akupun tak tahu Uun. ðŸĪŠ


N: Diemin aja Thor jangan di fikirin ðŸĪ—


A: hmmmmm, okhey 😁*