Love Destiny

Love Destiny
RENCANA UNTUK VELY PART 2



Setelah berbicara dengan sang mama, Crystal  segera naik kembali kedalam kamarnya sambil membawa sepiring muffin coklat dan segelas orange jus dan meletakkan diatas meja.


“ Kelihatannya enak…”, ucap Vely dengan mata berbinar sambil mencomot satu muffin yang ada diatas meja.


“ Lapar apa doyan....”, ucap Crystal sambil tersenyum mengejek saat melihat Vely sudah menghabiskan dua buah muffin dan masih mengambil yang baru sedangkan mulutnya masih penuh makanan.


“ Sialan !!!...dasar adik tingkat nggak ada akhlak lu…”, sewot Vely sambil melempar bantal kursi yang ada disampingnya.


“ Nggak kena…nggak kena.....wekkk….”, ejek Crystal sambil menjulurkan lidahnya.


Saat mereka sedang makan dan bersenda gurau, sayup – sayup telinga Crystal menangkap suara mobil masuk kedalam halaman kediamannya.


Dengan cepat Crystal segera lari kearah jendela, mengintip siapa yang datang sambil menyipitkan kedua matanya.


“ Itu orang tua kakak…”, tanya Crystal sambil terus menatap pasutri yang baru saja turun dari mobil.


“ Benar…itu papi dan mami…bagaimana sekarang….”, ucap Vely panik.


“ Kakak tenang saja, ikuti saja semua instruksiku…”, ucap Crystal dan mengajak Vely kembali duduk disofa.


Perlahan Crystal mulai menjelaskan apa saja yang harus Vely lakukan guna meyakinkan kedua orang tuanya agar segera membatalkan pertunangan yang sudah terjalin.


Sedangkan, diruang tamu tampak mami dan papi Vely terlihat sangat syok mendengar semua hal yang dikatakan Selvi kepada mereka.


Dengan wajah panik dan cemas, mereka meminta ijin kepada Selvi untuk naik kekamar Crystal dan melihat kondisi sang putri saat ini.


Mendengar ketukan dipintu kamarnya, Crystal menarik nafas dalam beberapa kali dan segera pergi untuk membukakan pintu.


“ Dimana Vely ?...”


“ Dimana putriku ?...”


“ Dimana putri kita ?...”,


ucap mereka berdua berbarengan dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas.


“ Om, tante…kak Vely  sekarang masih sedikit syok, namun dia baik – baik saja…”, ucap Crystal sambil mengajak pasutri tersebut kearah sofa dimana terlihat seorang gadis sedang duduk dengan pandangan kosong kedepan.


Keduanya segera berjalan mengikuti Crystal, begitu juga dengan Selvi yang ikut masuk kedalam kamar putrinya untuk melihat kondisi sahabat yang tadi dibawanya.


Melihat putri mereka lesu dengan wajah pucat pasi dan kedua matanya terlihat merah dan bengkak, serta tatapan mata yang kosong kedepan membuat hati keduanya terasa sangat sakit.


“ Vely sayang….kenapa kamu bisa begitu konyol !!!...apa yang sebenarnya terjadi?...”, Catraine, mami Vely menguncang tubuh putrinya beberapa kali sambil berderai air mata.


“ Vely, cepat katakan pada papi, apa ada yang menganggumu dikampus !!!...”, ucap Andreas Wilson, papi Vely dengan penuh amarah dan kesedihan yang terlihat jelas diraut wajah tampannya itu.


Vely yang melihat kedua orang tuanya sangat cemas dan sedih tak kuasa lagi untuk membendung air mata yang sedari tadi ditahannya.


Gadis itupun segera menghambur kedalam dekapan kedua orang tuanya sambil terisak. Perasaan sakit dan terhina yang dirasakan sejak kemarin tumpah seketika saat pelukan hangat kedua orang tuanya dia rasakan.


“ Papi…mami…aku merasa sangat sakit…sangat sakit….”, ucap Vely dengan air mata yang semakin deras mengalir dipipinya.


Meluapkan segala sesuatu yang terpendam dalam dadanya ketika dia kembali mengingat tulisan Brian di forum kampus.


“ Gadis kesayangan mami…oh, gadisku…kenapa kamu membuat mami dan papi sangat khawatir ?...apa yang sebenarnya terjadi ?...”, Catrine merasa hatinya sangat sakit melihat tangis pilu sang putri yang begitu menyayat hati.


“ Om, Tante, saya ingin memberitahu kepada anda jika kak Vely sudah dipermalukan dan dihina oleh kak Brian dan Adysty dikampus. Dan sekarang semua orang mulai mentertawakan dan menjadikannya lelucon dikampus…”, ucap Crystal sedih.


“ Brian dan Adisty ?...Bagaimana bisa ?...Brian adalah tunangan Vely..dan Adisty adalah sahabat baik putiku ?...”, ucap Andreas dengan nada tinggi.


“ Dari awal kak Brian tidak pernah menyukai kak Vely, bahkan dia menjalin hubungan rahasia dengan Adisty dibelakang kak Vely. Padahal Adisty sangat tahu jika kak Brian dan kak Vely sudah bertunangan, tapi mereka tetap menjalin hubungan …”, Crystal berusaha menjelaskan duduk perkara yang ada kepada kedua orang tua Vely.


“ Itu tidak mungkin terjadi !!!..Aku sangat tahu karakter Brian, dia pemuda yang baik dan bertanggung jawab. Dan dia juga sangat menyayangi Vely !!!....”, ucap Andreas masih dengan nada tingginya.


Crystal mencibir dalam hatinya, kak Brian ini cukup berbakat dalam meninggalkan kesan baik dihadapan kedua orang tua kak Vely.


“ Tidak heran tadi kak Vely sangat khawatir jika kedua orang tuanya tidak akan percaya begitu saja kepadanya…”,batin Crystal bermonolog.


“ Om, tante, kalian telah dibohongi. Kak Brian hanya berakting  baik didepan kalian sejak awal.Dia hanya akan baik dengan kak Vely jika bersama dengan kalian dan kedua orang tuanya. Jika diluar, dia akan memperlakukan kak Vely sangat buruk, bahkan dia juga mengatakan sendiri jika dia menyukai Adisty dan berkencan dengannya dihadapan kak Vely… ”, ucap Crystal lebih menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan wajah sangat sedih agar kedua orang tua Vely percaya.


Sambil menghela nafas panjang,Crytsal  memandang Vely dengan tatapan rumit. Dirinya masih  tak habis pikir bagaimana Vely bisa cinta mati dengan  Brian sampai seperti itu.


Cinta benar – benar membuatnya jadi budak, bagaimana tidak jika tiap pagi buta dia bangun hanya demi membelikan sarapan buat  Brian yang  tiap pagi selalu latihan basket.


Bukan hanya menjadi pelayan bagi Brian, bahkan Vely juga harus menjadi pelayan seluruh tim basket. Membelikan makanan, camilan, minuman dan menyediakan handuk  bersih buat mereka semua.


Dan Brian menyuruh Vely untuk diam, seolah yang memberikan fasilitas bagi tim basket adalah dirinya.


“ Bagaimana putri yang anda manja bisa direndahkan seperti itu oleh lelaki yang baru calon, belum resmi menjadi suami kak Vely…”, ucap Crystal di akhir ceritanya.


Dia sangat yakin dengan kalimat – kalimat provokasi yang dilontarkannya tadi, kedua orang tua Vely akan berpikir ulang mengenai Brian.


“”konyol sekali Vely!!!...Kamu adalah permata hati kami…bagaimana kamu bisa merendahkan diri kamu seperti itu hanya demi seorang laki – laki ?...jika bukan karena papi bantu, sudah lama AN Group itu bangkrut….”, ucap Andreas penuh emosi.


“ Anak bodoh !!!...Kenapa kamu tidak pernah memberi tahu kami mengenai hal ini !!!...”, ucap Caterine geram.


“ Kak Vely tidak salah, om , tante…kak Vely hanya takut, jika dia berbicara hal itu kepada kalian maka kak Brian akan semakin membencinya…”, Crystal kembali menuang minyak dalam kobaran api didalam hati kedua orang tua Vely.


Crystal juga menceritakan kepada kedua orang tua Vely mengenai postingan yang ditulis oleh Brian untuk membantu Adisty keluar dari masalahnya.


Dia juga menceritakan kejadian saat Brian menuduh Vely yang melakukan semua itu bahkan mengancamnya.


“ Apa semua yang kau katakan itu benar ?... ”, tanya Andreas dengan wajah suram.


“ Tentu saja benar, om bisa melihat sendiri disini….”, ucap Crystal segera membuka ponselnya dan mulai memutar video pertengkaran antara Vely dan Brian yang tidak sengaja direkamnya dan postingan Brian di forum kampus.


Melihat video dan membaca postingan Brian membuat kedua tangan Andrean mengepal dengan rahang yang mulai mengeras menahan emosi.


Saat ini hati kedua orang tua Vely mulai mendidih, bahkan api kemarahan sangat terlihat jelas dipupil mata keduanya setelah mendengar tuduhan dan tulisan Brian untuk Vely.


“ Vely tidak mempunyai hubungan apa – apa dengannya…”


“ Pertunangan itu hanya lelucon yang dilakukan orang tua…”


“ Hebat…”


“ Hebat…”


“ Sungguh lucu…”


“ Lelucon yang sangat hebat…”


“ Bagus Anugrah !!!....”


“ Anda benar – benar mempunyai putra yang hebat….”


Ucap Andreas dengan suara bergetar dengan emosi yang meluap – luap.


“ Tuhan !!!...”


“ Bagaimana bisa orang – orang mengatakan hal ini tentang Velyku !!!...”


“ Velly…”


“ Maafkan mami nak…”


“ Ini semua salah mami…”


“ Seandainya mami tahu lebih cepat…”


“ Mami sudah membuatmu sangat menderita….”


Catrine menangis tersedu – sedu saat membaca tulisan para netizen yang julid dan menyerang Vely setelah Brian mengunggah tulisannya.


“ Sebagai seorang ibu, aku sangat mengetahui bagaimana sedih dan hancurnya hati mereka saat mengetahui anak yang sangat disayanginya diperlakukan seperti itu. Pantas saja Vely ingin bunuh diri… ”, batin Selvi sedih hingga tak terasa airmatanya mengalir deras dipipi. Saat mendengar dan melihat semuanya.


Dia memang tidak suka dengan Adisty, tapi dia sama sekali tidak menyangka jika gadis itu sangat buruk. Untung putrinya itu sekarang sudah terlepas darinya.


Selvi tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Crystal mengalami hal seperti yang Vely alami saat ini.


Mungkin Selvi tidak tahu jika Crystal sudah pernah mengalami hal serupa dan lebih kejam tentunya, bahkan nyawanya juga hilang ditangan Arnold.


Maka dari itu, Crystal yang  tidak ingin hal yang pernah dialaminya menimpah orang lain. Untuk itu dia benar – beanr telah menyusun rencana yang matang buat Vely.


Agar kedua orang tuanya tahu dan secepatnya mengambil tindakan yang benar untuk mengatasi krisis yang terjadi pada putri semata wayang mereka.