
Hari-hari berlalu dengan menyenangkan, ditinggal oleh sang kakak untuk karier nya membuat Ayaza putri bungsu Keanu ini menjadi salah satu harapan untuk membanggakan mommy dan Daddy nya.
Dena dan Keanu terbilang orang tua yang sangat mengerti keadaan sang putri, karena keduanya tidak pernah membatasi kebebasan Ayaza.
Namun dibalik itu Ayaza tidak ingin melakukan hal-hal yang akan membuat mommy nya malu, mom sudah menjaga Aya dengan baik sejak kecil.
Bahkan mom selalu mengutamakan kenyamanan dan kebahagiaan bagi Ayaza, maka dari itu Ayaza selalu melakukan sesuatu dengan hati-hati dan tidak ceroboh.
"Pagi mom dad." Sapa gadis cantik itu, hari ini adalah hari libur itu artinya Aya dan keduanya orang tuanya akan berada di rumah.
"Pagi sayang, bagaimana tidur kamu nyenyak girls." Ucap Keanu, Ayaza tersenyum dan mengangguk.
"Sangat nyenyak dad, mom dan dad akan kemana kok sudah rapi?" Tanya nya, harusnya Dena dan Kean akan berada di rumah bukan.
Ini hari libur, apakah perkiraan Ayaza salah atau dad dan mom nya ada urusan lain yang harus meninggalkan putrinya dirumah.
"Sayang hari ini kita akan kerumah Oma dan opa, apa kamu tidak ingin ikut?" Ucap Dena, Ayaza tersenyum tentu saja ia akan ikut kerumah Oma dan opa nya.
"Tentu saja Aya akan ikut." Ujar nya, Ayaza menatap mommy nya lembut.
"Mom kapan bunah Sisil dan ayah Rio akan kemari?" Tanya Ayaza, Dena tersenyum manis menatap wajah cantik Ayaza.
"Hari ini kita akan kerumah bunah Sisil dan ayah Rio." Ucap Dena, Ayaza terlihat sangat antusias.
Sejak Ayaza tumbuh dewasa ayah Rio dan bunda Sisil kembali ke negara nya, entah ada angin darimana kedua orang tua Dena itu merindukan Ayaza.
Sebenarnya bukan hanya Ayaza tapi juga merindukan Rafael, namun karena ayah Rio tahu jika El sedang menjalani tugas dari Keanu maka ayah Rio hanya meminta Dena untuk mengajak Ayaza.
"Benarkah?" Tanya nya antusias.
"Tentu saja, setelah selesai sarapan kamu bersiap oke." Ucap Dena, Ayaza pun mengangguk dengan bahagia.
Keanu yang melihat kebahagiaan di wajah putrinya ikut bahagia, ia senang karena hal-hal sederhana saja bisa membuat putrinya bahagia.
Setelah selesai sarapan merekapun memutuskan untuk pergi ke kediaman Artadinata yang berada di negara K, sesampainya di rumah Ayaza langsung keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah.
"Bunah." Panggil gadis cantik itu.
"Bunah dimana bunah, bunah ini Ayaza bunah." Panggil nya lagi, bunda Sisil yang mendengar teriakan cucu kecil nya itu berjalan keluar.
"Aduh-aduh coba lihat siapa ini, anak gadis siap ini hmmmmmm. Kenapa begitu cantik sekali." Ucap bunda Sisil memeluk Ayaza, Ayaza menyembunyikan wajahnya di dada sang bunah.
"Aya merindukan bunah." Lirihnya, bagaimanapun juga Ayaza sangat menyayangi bunda Sisil.
Meskipun Aya lebih dekat dengan nyonya Ellen, tetap saja bunah dari mommy nya itu juga selalu ia rindukan.
"Benarkah cucu bunah merindukan bunah." Balas bunda Sisil, Ayaza mengangguk sedih.
Di saat seperti ini ia merindukan Rafael, dulu ia dan kakak nya itu akan bertengkar memperebutkan pelukan dari bunda Sisil.
"Bunah kenapa bunah baru kesini? Apakah bunah tahu Aya dan kakak sangat merindukan bunah." Lirih nya, bunda Sisil menatap Ayaza dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga merindukan Rafael jagoan kecil nya, dulu jika akan bertemu dengan dirinya Rafael akan berlari cepat dan bergelayut manja kepada bunda Sisil.
"Hmmmmmm, maafkan bunah." Ucap bunda Sisil mengecup kening Ayaza.
"Bunda." Panggil Dena, wanita cantik itu berjalan dengan Keanu menatap sang bunda yang tak semuda dulu namun masih tetap cantik.
"Anak nakal, kenapa kalian tidak mengajak jagoan bunda hmmmmmm." Ucap bunda Sisil, wanita itu memeluk Dena erat. Sudah berapa tahun mereka tidak bertemu, dan bahkan Ayaza anak Dena paling kecil saja sudah menjadi gadis cantik.
"CK, bunda El sedang diberikan tugas oleh Daddy nya." Ucap Dena.
"Yan bunda kangen El." Lirih bunda Sisil, Keanu tertawa dan memeluk ibu mertua nya.
"Bun kan wajah El sama wajah Kean 11 12, sama-sama ganteng jadi bunda liatin Kean saja." Ucap nya, bunda Sisil tertawa kecil menatap menantu nya yang tampan tiada tara.
"Kean ko makin tua makin ganteng gitu ya." Ceplos sang bunda.
"Devinisi menolak tua bund." Ucap Keanu bangga, bunda dan Dena pun tertawa.
Kini mereka semua sedang duduk di sofa ruang keluarga, Dena menatap sekeliling rumah itu. Ia cukup lama sekali tidak menginjakan kaki nya di rumah itu, karena bunda juga sudah jarang sekali berada di negara tersebut.
"Ayah." Pekik Ayaza, gadis itu berlari memeluk ayah Rio.
Tentu saja ayah Rio menerima tubuh mungil cucu nya, ia merasa melihat Dena kecil yang sedang berlari ke arah nya.
"Princess, apa kabar hmmmmmm. " Ucap ayah Rio, mengelus kepala Ayaza lembut.
"Kabar baik, bagaimana kabar ayah." Ucap Ayaza.
"Tentu saja ayah baik girls." Ucap ayah Rio, Dena menghampiri ayah nya dan memeluk ayah Rio.
"Dena rindu ayah." Lirih nya, Dena menitihkan air matanya.
Ayah Rio lelaki gagah itu sudah tidak muda lagi sekarang, Dena merasa ia masih sangat membutuhkan ayah. Ayah Rio yang tahu putri bungsu nya menangis mengecup pipi dan kening Dena.
"Anak ayah kuat, anak kesayangan ayah. Putri kecil ayah, kamu sudah besar dan sudah memiliki dua buah hati yang tampan dan cantik." Ucap ayah Rio, air mata Dena semakin mengalir deras.
"Hiks... Sekarang Dena tahu rasanya menjadi orang tua yah, Dena tahu kenapa dulu ayah begitu melindungi Dena. Ternyata memiliki anak itu tidak semudah yang dibayangkan, dan selalu ada rasa takut yang Dena rasakan." Lirih nya, ayah Rio tersenyum mengelus pundak Dena mencoba menenangkan putrinya.
"Harus kuat dong, bikinnya saja kamu kuat sampai beronde-ronde. Sampai jadi dua makhluk hidup yang tampan dan cantik." Ucap ayah Rio sedikit menggoda.
"Ayah ngarang, jangan nodai kepolosan anak kita yah." Ceplos bunda Sisil.
"Siapa yang masih polos bund? Anak kamu? Sudah gak polos dia, udah tahu cara produksi anak yang baik dan benar." Ucap ayah Rio, Keanu dan bunda Sisil tertawa kecil melihat wajah Dena yang merona.
"Kamu jangan ketawa dad, gak nyadar apa kalo kamu juga ikut berkarya." Ceplos Dena, sontak saja tawa ayah Rio dan bunda Sisil pecah.
Sementara Ayaza gadis cantik itu hanya mengernyit heran dengan pembicaraan mommy, Daddy, ayah dan bunah nya.
"Sayang aku hanya membantu agar mendapatkan hasil yang memuaskan." Ucap Keanu.
"Ya dan sekarang kamu sudah tahu hasilnya, begitu memuaskan bukan." Ucap Dena, ayah Rio, bunda Sisil dan Keanu tertawa lepas.
Beginilah mereka jika sedang berkumpul, kadang Keanu juga melupakan wibawa nya. Bagi Keanu kini tidak perlu menutup diri lagi dari keluarga sang istri, bahkan ayah Rio dan bunda Sisil merasa sangat nyaman dengan sikap Keanu seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Tolong jangan nodai kepolosan Ayaza akoh Thor 😂*
A: Ayaza sedang belajar menjadi dewasa Uun 🤣
N: Gak gitu konsep nya 😭
A: Mon maap emak bapak nya lagi hilap 🤣
N: Ngada-ngada 😒
A: 🤣🤣🤣