Love Destiny

Love Destiny
Epson 292



Dua Minggu berlalu Devika, Kyra dan Nathia sedang berjalan-jalan di mall xx. Mereka berniat untuk berbelanja.


Kyra menatap Devika dengan heran kenapa gadis itu terlihat berbeda, ada apa dengan Devika.


"Vik kamu kenapa?" Tanya Kyra.


"Kenapa apanya." Jawab Devika.


"Kamu keliatan ceria benget ada apa?" Tanya Kyra.


"Aku mau beliin pakaian ini untuk wanita yang udah nolong aku ra." Jawab nya.


"Wanita yang udah nolong kamu? Siapa?" Tanya Nathia.


"Aku juga lupa si namanya." Ucap Devika.


"Lupa apa gak tau namanya." Ejek Kyra merekapun tertawa kecil.


Devika memilih banyak pakaian hal itu membuat Kyra dan Nathia mengernyit heran, kedua keduanya berfikir siapa gadis yang dimaksud oleh Devika.


Di tempat lain seorang gadis sedang bekerja disaat gadis-gadis seusianya mengejar pendidikan, ia justru bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya. Tidak kebutuhan paman dan bibi nya.


"Felly." Panggil seorang wanita.


"Iya bu." Sahut nya.


"Kamu antarkan kue ini ya dah ini alamat nya dia meminta kamu yang mengantar kan pesanan ini, jangan telat dan hati-hati jangan sampai kue nya rusak." Ucap bos Felly.


"Baik Bu." Jawab Belly, ia mengambil sepeda untuk mengantar kan kue nya.


Felly pun pergi ke alamat yang di tuju ia mengayuh sepeda nya dengan bernyanyi, ini adalah pekerjaan yang ia dapatkan setelah lulus sekolah.


Felly sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi, rumah besar yang dihadapan nya membuat air liur Felly menetes.


Tid...tid...Suara klakson mobil menyadarkan Felly.


"Ma_maaf." Ucap Felly, saat Felly sudah menyingkir gerbang pun terbuka dan nampaklah rumah besar bak istana.



"Ini rumah apa hotel." Gumam Felly menelan Saliva nya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya seorang penjaga.


"Sa_saya mau bertemu dengan nyonya pemilik rumah, dan mengantarkan pesanan ini." Ucap Felly gugup.


"Sebentar saya hubungi nyonya dulu." Ujar nya, Felly mengangguk gadis itu melihat seorang lelaki turun dari mobil. Lebih tepatnya nya mobil yang baru saja membuat Felly harus menyingkir.


"Nyonya mempersilahkan anda masuk nona." Ujar nya, Felly kembali mengayuh sepeda nya karena dari gerbang utama menuju rumah cukup jauh.


"Ini orang bikin rumah apa bikin lapangan kapal gede bener." Gumam Felly lagi.


Akhirnya Felly sampai tepat di depan pintu utama ada beberapa pelayan yang menyapa, Felly merasa tidak banyak orang yang tinggal dirumah itu sepertinya hanya ramai oleh pelayan saja.


"Mari silahkan masuk." Ucap pelayan tersebut.


Felly masuk dan diminta untuk menunggu di ruang tamu, Felly menatap sekeliling lalu bergidik ngeri melihat keluasan dan kemewahan rumah itu.



"Kau sudah datang?" Tanya seorang wanita membuat Felly tersentak.


"Sudah." Jawab Felly, ia terkejut saat melihat Dena yang berjalan mendekati nya.


"Nyo_nyonya." Ucap Felly terkejut, tak lama ada seorang gadis manis yang baru saja masuk kedalam rumah.


"Sayang kau sudah pulang." Ucap Dena mengecup kening sang putri.


"Sudah." Jawab Ayaza, kini gadis itu menatap Felly yang mematung. Ayaza tersenyum tipis karena itulah yang diajarkan oleh sang mommy, jangan memandang orang lain dari materi nya.


"Mom aku_" Ucap Rafael terhenti saat melihat Felly.


" Ya boy." Sahut Dena menatap sang putra.


(Oh God apa ini kenapa mereka seperti para putri dan raja dalam negri dongeng, gadis cantik yang menggemaskan. Dia tampan namun menyebalkan, dan lihat itu mommy nya yang cantik. Berada disini berasa jadi kentang yang tersasar aku.) Batin Felly.


"Nyonya maaf ini pesanan anda dan ini struk nya." Ucap Felly, membuat Dena tersenyum.


Dena mengambil beberapa lembar uang di dompet nya, lalu memberikan kepada Felly. Felly yang merasa dena memberikan uang lebih pun menyadari nya.


"Nyonya maaf ini terlalu banyak." Ucap Felly, mengembalikan uang itu kepada Dena.


"Tidak apa-apa girls, kau sudah mengantarkan nya kemari." Ucap Dena.


"Maaf nyonya ini sudah menjadi tugas saya, dan ini maaf saya tidak bisa menerima uang nya." Ucap Felly, Ayaza tercengang tidak percaya ada orang yang menolak uang.


"Kalau begitu anggap saja itu bayaran untuk kamu." Ucap Dena.


"Maaf nyonya saya tidak bisa, saya sudah mendapatkan bayaran dari gaji saya. Ini saya kembalikan dan saya permisi." Ucap Felly, gadis itu berjalan cepat keluar rumah mewah itu.


Saat mendekati pintu utama Felly berlari keluar rumah, sungguh rumah yang membuat nya merinding dengan kebesaran dan kemewahan nya.


Felly terbiasa tinggal di rumah kecil bersama dengan paman dan bibi nya, dan baru kali ini Felly memasuki rumah yang begitu besar seperti ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Hallu lancar ya bund πŸ˜‚


N: Lancar Mumun anggap aja gue yang ada disana🀣


A: Sue banget anda 😌


N: Berasa pengen jadi pendamping Rafael 🀣


A: Ngada-ngada ini orang πŸ˜’


N: 🀣🀣🀣*