Love Destiny

Love Destiny
Epson 198



Dena dan yang lain pun pergi dari cafe si ganteng, mereka melajukan mobilnya menuju cafe yang tepat nya di bundaran sebelum cafe si ganteng.


Kini merekapun tiba di cafe tersebut, Dena dan yang lain masuk dan langsung mencari meja untuk mereka tempati.


"Ini kan cafe nya." Ucap Dena.


"Iya benar, tapi mana para suami kita ya." Ucap tata.


"Stttt, itu tuh Lo liat para suami ada disana." Ucap Dena, ia menunjuk salah satu meja yang ditempati oleh lima laki-laki.


Tidak jauh dari tempat Dena duduk, hanya terhalang 3 meja saja. Dena dan yang lain sengaja memilih tempat yang agak pojok agar tidak terlihat.


"Bisa-bisanya mereka ketawa-ketawa begitu." Ujar Chika.


"Tangan gue gatel woy, pengen toel itu kuping si Kean." Gumam Dena membuat Karen tertawa.


Meja para suami, kelima lelaki itu kini sedang berbincang dengan asik tanpa mereka tahu bahwa pawang nya sedang mengintai mereka.


"Gila ya itu liat body nya ngalahin gitar spany*l." Ucap Devin, membuat Chika yang mendengar di mejanya menggeram kesal.


"Liat Lo ya Vin gak gue kasi jatah Lo malam ini." Kesal nya.


"Bener tuh, mana manis banget lagi." Balas Nathan, membuat Niken memicingkan matanya.


"Buruan apa pesen, panggil tuh si cantik." Ujar Kai, dan Karen yang mendengar menganga.


"Apa katanya tadi, tolong di ulang apa kata dia." Ucap Karen.


"Si cantik katanya kak." Ucap tata menahan tawa.


"Si*l liat aja Lo Kai, gak akan gue kasi Lo jatah. Jangan kan jatah colek-colek aja gak bakal gue kasi." Kesal nya.


Kembali ke meja para bapak-bapak kini seorang waiters mendekati mereka, dengan wajah cantik dan polos nya waiters itu tersenyum.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" Tanya nya.


"Ada mbak, bantu saya agar tidak tertarik kepadamu." Goda Nathan, waiters itu pun tersenyum.


Akhirnya mereka memesan makanan, dan tidak lama kemudian makanan pun datang membuat mereka menyantap makanan nya.


"Gue kalo lagi begini inget Dena, gue takut dia tiba-tiba Noel kuping." Ujar Keanu.


"Lah Lo lebih takut sama Dena yan daripada sama Daddy Lo." Kekeh Devin.


"Dena aset negara gue, kalo dia ngamuk bisa anyep hidup gue." Ujar Kean lagi.


Seorang waiters cantik mendekati Kean dan menjatuhkan buku catatan di dekat Kean, hal itu membuat Kean menoleh.


"Mbak, sorry buku anda terjatuh." Ucap Keanu memberikan buku itu.


"Ah iya, terimakasih." Jawab nya tersenyum.


Sementara Dena memicingkan matanya seakan sedang memburu mangsa, bibirnya tidak berhenti komat-kamit.


"Pesen lagi dong, biar si mbak nya kesini lagi." Ucap Tio, membuat tata tercengang.


"Ya mas ada apa?" Tanya seorang waiters yang di panggil oleh Devin.


"Mbak kita mau pesen jus." Ucap Tio.


"Ya rasa apa mas?" Tanya nya.


"Rasa Sayange dan rasa cinta mbak, lima ya biar adil." Ucap Tio membuat para istri kebakaran jenggot, ralat kepanasan.


Dan waiters itu tersenyum kepada Keanu membuat tubuh Dena panas, Dena menggeram kesal melihat wanita itu mencari perhatian suaminya.


Braaaakk!!! Dena menggebrak meja membuat tata dan yang lain terjingkat kaget.


"Si*l." Umpat nya, Karen dan Niken sontak ternganga tidak percaya.


"De tahan woy, kita bisa ketauan elah." Ucap tata.


"Gak bisa dibiarin ini, laki gue di lirik-lirik." Kesal nya.


"Ya_ya kita udah nutupin penampilan yakali ketauan kan gak lucu." Ucap Karen.


Dena berdiri di samping Keanu saat waiters itu meletakan pesanan mereka, para lelaki belum menyadari kehadiran Dena disana.


"Benar-benar rasa cinta." Ucap Devin, membuat Dena menatap nya tajam.


Dena menoel kuping Keanu hingga membuat Kean menoleh dan sampai tersedak melihat keberadaan istrinya, Dena tersenyum dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Minum nya rasa apa dad?" Tanya Dena membuat yang lain ikut terkejut.


"Wadawww, nyonya negara." Ucap Nathan terkejut.


"Hai, makanan nya rasa apa? Rasa cinta kah?" Ucap Dena membuat Tio dan lelaki yang lainnya gugup.


"Yan balik yan, singa Lo lepas yan." Ucap Devin, Dena menoleh menatap Devin tajam.


"Kalian tenang saja, karena kalian juga sudah di tunggu oleh para istri kalian disana." Ucap Dena menunjuk ke arah meja nya tadi.


"Mam*us." Ucap Tio.


"Daddy pulang." Ucap Dena membuat Keanu menatap tajam teman-teman nya.


"De kita pulang nya nanti bareng, soalnya masih ada pekerjaan." Ucap Kai.


"Gak, Keanu Richard pulang atau_" Ucap Dena terhenti, saat Kean bangun dan merangkul pundak istrinya.


"Pulang mom, ayok." Ucap Kean tersenyum manis, sementara yang lain merasa perang akan dimulai saat melihat para istri menghampiri mereka.


"Tio Alexander, balik." Sengit tata, Tio pun berjalan mengekori istrinya begitupun yang lain.


Para lelaki memikirkan apa yang akan dilakukan para istri sebagai hukuman, tidak mungkin jika mereka memberikan hukuman yang enak bukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mommy



Daddy



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Akhirnya mas ganteng gue nongol 😂


A: Kasian takut pada kangen 🤣


N: Tau aja kalo gue lagi rindu 😂


A: Hilihh 😒


N: 🤣🤣🤣*