
Series 2!!!
Seorang gadis cantik tengah duduk di sofa ruang tengah, gadis cantik itu sedang menonton televisi.
Namun fokusnya terganggu karena tiba-tiba seseorang datang mengganggu nya, ia kakak lelakinya yang begitu tampan yang menggangu gadis cantik itu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya nya, membuat gadis itu menoleh.
"Ish, apa kakak tidak bisa melihat jika aku sedang menonton televisi." Ujar nya kesal.
"Hmmmmm, dimana mommy?" Tanya nya membuat gadis itu mengernyit.
"Ada apa tumben sekali kau mencari mommy." Kekeh nya, membuat sang kakak kesal.
"CK, ingatlah sebelum kau lahir aku selalu bersama mommy." Cebik nya membuat gadis itu menoleh lagi dan menatap nya tajam.
"Tapi kali ini bukan hanya kau anak mommy dan dad, ayolah aku ini adik mu kak kau punya aku juga sekarang." Ujar nya kesal, karena sang kakak selalu mengejek nya tentang kelahiran dirinya yang tanpa di sengaja.
"Hmmmmm, baiklah-baiklah." Ujar nya.
"Ada apa? Kenapa kalian berdebat?" Tanya sang mommy.
"Kakak mom, dia selalu mengatakan jika sebelum aku lahir dia selalu bersama mu." Adu nya membuat sang kakak mendelik tajam.
"CK, kakak mu memang benar sayang. Tapi itu sudah tidak penting karena gadis nya mommy sudah lahir dan sudah beranjak remaja." Ucap sang mommy.
"Kau itu manja sekali." Kekeh Rafael mengelus kepala sang adik.
Ya lelaki itu adalah Rafael putra pertama dari pasangan Dena dan Keanu, Rafael tumbuh dewasa dan begitu tampan membuat Dena dan Keanu benar-benar bangga kepada putranya itu.
Namun sekarang bukan hanya Rafael yang menjadi anak dari pasangan Dena dan Keanu, ada seorang gadis cantik yang menjadi anak bungsu keduanya.
Flashback on!!!
*Saat Rafael berusia enam tahun tanpa di ketahui ternyata Dena sedang mengandung, pada saat itu Dena tidak merasakan gejala ibu hamil.
Sampai tiba saat nya ia merasa aneh dengan perutnya yang malah semakin membesar, Dena yang teringat bahwa dirinya sudah lama tidak datang bulan pun langsung ke dokter.
Dena menangis haru saat dokter mengatakan jika kandungan Dena sudah memasuki usia tiga bulan, Dena terus merutuki dirinya yang tidak menyadari makhluk lain dalam dirinya.
Ia juga merasa bersalah karena anak nya tidak di perhatikan oleh dirinya dan Keanu, dan setelah mengetahui hal itu Dena dan Keanu memikirkan cara untuk memberitahu Rafael.
Malam hari Dena duduk di kamar putranya yang baru saja selesai belajar, tidak hanya Dena Keanu juga ikut berada disana.
"Kak." Panggil Dena kepada putranya, Rafael menoleh bingung sejak kapan mommy memanggil dirinya dengan sebutan kakak.
"Hmmmmm." Sahut El menatap Daddy dan mommy nya.
"Mommy sama Daddy mau bicara." Lirih Dena.
"Ada apa mom?" Tanya El.
"Kak maaf, mommy benar-benar minta maaf kalau kamu tidak bisa menjadi anak mommy dan Daddy satu-satunya." Lirih Dena menitihkan air matanya.
"Apa akan ada adik?" Tanya El, oh God bocah pintar itu bahkan sudah memiliki firasat yang kuat.
"El Daddy dan mommy janji kami tidak akan membiarkan kau sendiri, kamu anak kami boy kasi sayang kami selalu untuk kamu." Ucap Keanu mencoba memberikan pengertian.
"Hmmmmm, baiklah." Jawab El datar, Keanu menatap Rafael wajah tampan itu menyiratkan rasa kecewa. Kean tahu El belum siap memiliki adik, namun mau bagaimana malaikat kecil itu bahkan sudah mengisi rahim istrinya sejak tiga bulan yang lalu.
"El, adik sudah tinggal di perut mommy jadi tidak mungkin kita melarang adik untuk hidup bukan. Tuhan sudah memberikan nya untuk kita, itu artinya tuhan juga percaya bahwa El mampu jadi kakak yang baik untuk adik." Ucap Keanu, Rafael mendongak menatap mommy dan Daddy nya.
Tangan mungil itu terulur menyentuh perut Dena, Dena dan Kean memperhatikan gerak-gerik Rafael.
"Kamu menerimanya sayang?" Tanya Dena.
"Tentu saja, dia adikku kan. Berarti aku juga harus menjaga nya." Ucap El, membuat Keanu tersenyum. Dari situlah Keanu benar-benar bangga kepada El, bahkan El tidak ingin merepotkan Dena dengan alasan tidak ingin sang mommy kelelahan*.
Flashback off!!!
"Sirik saja." Cebik gadis itu.
"Kau sudah pulang dari kampus kak?" Tanya Dena.
"Sudah mom." Jawab Keanu, Dena pun tersenyum.
"Yasudah sebaiknya kalian masuk ke kamar, mandi dan beristirahat lah. Kau sudah makan boy?" Tanya Dena lagi.
"Hmmmmm, sudah juga." Ucap Keanu berlalu pergi ke kamar nya.
"Kau tidak ke kamar gadis kecil." Ledek Dena kepada anak perempuan nya.
"Ish, mommy aku sudah besar." Ujar nya mencebikan bibir.
"Menggemaskan." Kekeh Dena, membuat gadis itu ikut tertawa.
"Baiklah aku ke kamar dulu, bye mom." Ujar nya, tidak melupakan sebelum ia ke kamar gadis itu lebih dulu mengecup pipi sang mommy.
Dena menatap kepergian anak gadis nya, ia tersenyum bahagia melihat kedua anak nya yang saling menyayangi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: wowwww sekalinya comeback langsung ada gadis cantik 😂
A: Buat teman berantem Rafael un 😂
N: Nah kan, udah kaga bener niat nya 😂
A: Gak apa-apa lah ya 😂
N: oke lah 😂😂*