
keesokan harinya Dena mengajak Niken untuk pergi ke supermarket untuk belanja keperluan rumah, Niken yang saat itu tidak sibuk pun mengiyakan ajakan Dena.
Sementara Karen menunggu di rumah dengan menjaga Kyra, dan Nathia. Karena Rafael akan ikut dengan mommy dan aunty nya.
Setibanya di supermarket Dena dan Niken berjalan masuk untuk mencari sesuatu yang mereka butuhkan, Niken berjalan ke arah buah dan sayur. Sementara Dena berjalan ke tempat camilan dan yang lain nya.
Dan Rafael bocah itu memilih untuk mengikuti Niken, dengan senang hati Niken menjaga El.
"El mau apa?" Tanya Niken.
"Buah onty." Jawab nya.
"Hmmmmm, mau buah apa boy." Ucap Niken lagi.
"Strawberry onty." Ucap Rafael, Niken pun tersenyum dan mengangguk.
Sementara di sudut lain Dena sedang memilih camilan untuk di rumah nya, saat Dena akan mengambil satu camilan tiba-tiba saja tangan nya di pegang oleh seseorang.
Hal itu sontak membuat Dena menoleh dan terkejut bukan main, Dena mencoba melepaskan cengkraman tangan nya. Namun orang itu memegang tangan Dena dengan erat.
"Lepas." Ucap Dena.
"Kamu kemana aja, aku nyari kamu selama ini." Ujar nya, wajah Dena mulai terlihat sedikit panik.
"Lepas, jangan ganggu gue." Ucap Dena.
"De, gue udah balik dan gue minta Lo tinggalin dia de." Ujar nya.
"Gue gak mau, dan gue gak akan pernah ninggalin suami gue." Ucap Dena, masih mencoba melepaskan cengkraman tangan orang itu.
"Dena gue cinta sama elo, tapi kenapa Lo malah nikah sama orang lain hah? Apa karena gue gak sekaya dia." Ujar nya lagi.
"Stop David, stop bicara seperti itu. Gue gak ada perasaan apa-apa sama Lo, dan gue gak bisa sama elo." Pekik Dena.
Ya lelaki itu adalah David, tadinya David tidak tahu kalau ada Dena di supermarket itu. Namun saat ia akan membeli makanan dan minuman matanya menangkap sosok wanita yang sangat ia cintai dan ia rindukan.
"Dena gue gak akan lepasin Lo lagi." Ucap David, kali ini David mencoba untuk memeluk Dena.
"Lepasin, jangan sentuh gue." Ucap Dena memberontak, bukan tidak bisa melawan. Dena tidak ingin ada keributan dan dirinya menjadi pusat perhatian.
"Gue kangen sama Lo." Ucap David berhasil memeluk Dena.
"Lepas." Ucap Dena, mulai kesal.
"Mommy." Panggil seorang bocah kecil, membuat Dena dan David menoleh.
"Sayang." Lirih Dena.
"David lepas." Ucap Dena, dan tiba-tiba Niken muncul di belakang Keanu lalu tercengang.
"Kakak_" Panggil Niken.
"Niken pegang El Niken." Ucap Dena, Niken pun tersadar dan menggendong tubuh mungil Rafael.
Bukkkk... Dena menyikut perut David, hingga membuat lelaki itu menggaduh.
"Ayo pergi." Ucap Dena, namun lagi-lagi tangan nya di tahan oleh David.
"Dia siapa?" Tanya David menatap Rafael, Dena pun menoleh melihat wajah polos putranya.
"Cih, Lo gak bisa liat dia siapa? Lo tau dia siapa tapi Lo menutup mata tentang dia." Sinis Dena.
"Iya gue tau, tap_tapi gue gak yakin kalau dia anak Lo de." Lirih David.
"Pada kenyataannya dia emang anak gue, jadi gue harap Lo gak ganggu gue dan keluarga gue." Ucap Dena menatap tajam David.
"Gue gak peduli, gue akan bikin Lo jadi milik gue." Ucap David.
"Itu artinya Lo sama mami Lo sama David, sama-sama berambisi dengan keegoisan yang tinggi. Padahal kalian tahu jika orang yang kalian lihat bahagia dengan orang lain, itu bukan berarti mereka juga bahagia jika bersama dengan kalian. Bisa jadi mereka tertekan dan benci dengan hidup nya karena harus memiliki pasangan seperti kalian." Telak Dena, membuat cengkraman David mengendur seketika.
"De gue_" Lirih David, namun Dena tidak menggubris nya, ia mengajak Niken pergi.
Setelah membayar semua belanjaan nya Dena dan Niken memutuskan untuk pulang, dalam perjalanan Dena bungkam tidak banyak bicara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Lah elah, pagi-pagi udah dibikin gedek π€ͺ
A: David meresahkan ya bundπ
N: Lama-lama gue karungin juga dah π
A: Karungin un π
N: Abis ini ada yang nanya, lah masa bodyguard nya pada diem Bae π€£
A: Gak setiap hari Dena pergi pake bodyguard, contoh nya waktu ke cafe. Dah lah badan gue Masi gaenak Jan ngajak debat π
**N: π€£π€£π€£***