
Sejak kejadian tersebut, Crystal yang sudah berhasil meretas ponsel milik Enrico dengan bantuan Lea akhirnya menemukan titik terang mengenai keberadaan Mr. X yang merupakan dalang dibalik semua kejadian yang menimpanya.
Dalam ponsel tersebut, Lea juga berhasil mendapatkan bukti – bukti mengenai keterlibatan Casandra dalam kebocoran data perusahaan Lincoln.
Bukan hanya data saja yang diperjual belikan oleh Casandra kepada Enrico, namun beberapa proyek yang seharusnya jatuh ketangan Arnold, ternyata ada campur tangan gadis itu hingga proyek tersebut akhirnya bisa diambil Gunawan group.
Fakta tersebut semakin membuat Crystal tercengang, ternyata gadis itu bukan hanya ingin mendapatkan Arnold saja, melainkan juga ingin menguasai Lincoln group yang saat ini dipegang oleh suaminya itu.
Saat yang ditunggu – tunggu oleh semua orangpun akhirnnya tiba. Rapat empat bulanan yang dilaksanakan dikediaman utama kali ini terbilang cukup istimewa jika dibandingkan dengan sebelum – sebelumnnya.
Karena pada hari itu, Elisabeth akan secara resmi mengumumkan kepada seluruh anggota keluarga besarnya siapa yang nantinya akan memegang posisi presdir dibawah Arnold selaku CEO Lincoln group mengantikan dirinya.
Satu persatu anggota keluargapun mulai berdatangan ke kediaman utama dengan membawa buah tangan yang beraneka ragam, berusaha untuk menarik simpati hati wanita tua itu agar posisi presdir bisa diberikan kepada mereka.
Elisabeth hanya tersenyum kecut melihat anak, menantu, cucu dan keponakannya berlomba – lomba untuk merebut perhatian dari dirinya.
Casandra yang datang berasama kedua orang tuanya mulai berakting lemah, membuat semua keluarga menaruh rasa simpati terhadapnya.
Namun dirinya kembali merasa kecewa waktu mendapati Arnold yang terlihat mengacuhkannya dan sibuk dengan sang istri yang dikabarkan tengah hamil muda tersebut.
“ Bagus…dia hamil. Ini akan semakin memuluskan rencanaku… ”, batin Casandra tersenyum licik.
Diapun segera mempersiapkan senjata yang akan dia gunakan nanti untuk mempermalukan Crystal pada rapat yang akan dilaksanakan besok pagi itu.
Casandra sangat yakin, dengan video yang dibawanya, bukan hanya akan mendapatkan malu, tapi dia sangat yakin jika Elisabeth akan langsung mendepak istri Arnold tersebut dari kediaman utama keluarga Lincoln dan mencoret namanya dalam daftar kartu keluarga.
Saat sedang berjalan – jalan, tanpa sengaja Casandra mendengar obrolan antara Elisabeth dengan James, kepala pelayan kepercayaan keluarga Lincoln.
“ Saya rasa ini adalah waktu yang tepat bagi nyonya untuk mengumumkannya…”, ucap James sopan.
“ Benar apa yang kamu katakan James, ini akan menjadi kado buat calon cicitku yang sebentar lagi akan segera lahir…”, ucap Elisabeth tersenyum bahagia.
Dari balik tembok, Casandra terlihat sangat marah mendengar semuanya. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat, hingga tak terasa darah segar mengalir di telapak tangannya akibat kuku jarinya yang menancap cukup kuat disana.
“ Tidak !!!…ini tidak boleh terjadi !!! Aku tidak akan membiarkan gadis itu mendapatkan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku !!!…”, guman Casandra geram.
Dia bersumpah akan membuat malu Crystal pada saat rapat tersebut dengan video panas istri Arnold tersebut bersama Enrico.
Dengan penuh amarah, Casandra segera meninggalkan ruang tengah tersebut menuju kedalam kamar untuk menenangkan diri sambil memikirkan secara matang rencana yang akan dilakukannya besok.
Melihat Casandra pergi dengan wajah penuh amarah membuat Crystal dan Arnold yang sejak tadi mengamati gadis itu hanya bisa tersenyum tipis.
“ Kurasa, rapat besok akan sangat menarik…”, ucap Crystal tersenyum bahagia.
“ Akan ku pastikan, besok dia akan mendapatkan balasan atas semua perbuatannya…”, ucap Arnold sambil mengelus perut Crystal yang masih rata tersebut.
Keduanyapun segera menuju kamar mereka untuk beristirahat. Mengingat kehamilan Crystal yang masih berusia lima minggu dan sedikit rewel membuat Arnold lebih protektif lagi dalam menjaga sang istri dan calon anak yang ada dalam kandungan Crystal.
Keesokan harinya, semua sudah berkumpul dalam aula yang disulap menjadi ruang rapat. Semua orang terlihat sangat antusias menunggu kabar baik dari Elisabeth, selaku tetua dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam keluarga Lincoln tersebut.
Mulai pagi hingga siang hari, rapat dibuka dengan laporan dari masing – masing pimpinan cabang perusahaan tentang status dan kondisi perusahaan saat ini.
Segala macam kendala yang dialami dibahas disana, begitu juga dengan peluang yang mungkin terjadi demi pengembangan perusahaan.
Hingga malam hari, saat yang ditunggu semua orang, Elisabeth bersuara untuk mengumumkan siapa penganti dirinya sebagai presdir di Lincoln Group, salah satu perusahaan paling besar dan membawahi semua perusahaan yang menjadi anak perusahaan keluarga Lincoln.
“ Baiklah…tampaknya semua orang sudah tak sabar menanti hal ini sejak tadi…”, ucap Elisabeth sambil tersenyum.
“ Dalam rapat kali ini, saya Elisabeth Lincoln akan memberikan posisi Presdir Lincoln Group dan saham sebesar empat puluh persen kepada cucu menantu saya yang paling berbakat, Crystal Lincoln yang saat ini tengah mengandung calon penerus keluarga Lincoln…”, ucap Elisabeth tersenyum lebar.
Semua orang terlihat sangat terkejut dengan keputusan Elisabeth tersebut. Namun sebagian besar sudah menduga jika hal itu pasti akan terjadi, mengingat betapa sayangnya wanita tua itu terhadap Arnold.
Apapun pendapat mereka, keputusan telah diambil oleh Elisabeth membuat semua orang berusaha untuk menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
“ Saya keberatan dengan keputusan yang nenek ambil…”, teriak Casandra menginterupsi.
Semua yang hadir disana spontan menatap gadis itu dengan berbagai macam ekspresi, namun tidak dengan Arnold yang masih menampilkan wajah datarnya sambil mengenggam erat tangan sang istri yang duduk disampingnya.
“ Apa alasannya kamu keberatan dengan keputusanku?...”, tanya Elisabeth penasaran.
“ Karena wanita j****g itu tidak pantas mendapatkannya setelah pengkhianatan yang dia lakukan terhadap Arnold dan keluarga Lincoln…”, ucap Casandra ber api – api.
“ Dan bayi yang dikandungnya itu bukan anak dari Arnold, melainkan Enrico Gunawan…”, ucap Casandra tersenyum licik.
Bisik – bisikpun mulai terdengar dalam aula, semua mulai mempertanyakan mengenai kebenaran tersebut. Hal itu tentunya membuat Casandra berada diatas karena berhasil menggiring opini dengan semua ucapannya.
Tentu saja Casandra sadar jika ucapannya tersebut sangatlah frontal dan jika dirinya tidak bisa membuktikan maka kemungkinan besar dialah yang akan didepak dari keluarga Lincoln.
Tapi, dia punya banyak bukti yang akan memberatkan istri Arnold tersebut dan membuatnya selangkah lebih dekat dengan apa yang ingin dicapainya.
“ Tentu saja aku punya buktinya…”, ucap Casandra tersenyum lebar.
Diapun segera membuka laptopnya dan menyambungkannya ke kabel proyektor, menampilkan foto – foto pertemuan Enrico dengan Crystal.
Begitu juga dengan chatnya yang sudah diedit sehingga terlihat jika Crystal dan Enrico terlihat intens, bahkan membahas masalah data perusahaan yang sempat bocor tersebut.
“ Hanya foto…apa itu bisa menjamin apa yang kamu katakan benar…”, ucap Arnold sinis.
Melihat Arnold mulai bersuara, Casandra pun semakin menggebu – gebu. Ingin segera menayangkan video tak senonoh sang istri.
“ Tentu saja tidak, aku masih ada video yang bisa membuktikan semuanya…”, ucap Casandra tersenyum penuh lebar sambil mulai menyalakan video yang berhasil didapatkannya itu.
Casandra sangat puas melihat semua orang terlihat sangat terkejut melihat video yang berhasil ditayangkannya didalam layar lebar yang ada dibelakang tubuhnya.
Senyum kemenangan pun muncul dalam wajah cantiknya melihat Crystal berhasil dipermalukannya saat ini setelah mendengar komentar pedas dari semua anggota keluarga yang hadir disana.
“ Dasar J****g !!!...”
“ Tak tau malu !!!...”
“ Kesan polos ternyata hanya topeng…”
“ Dasar munafik !!!...”
“ Bagaiman kedua orang tuanya mengajarinya selama ini…”
“ Dia tak pantas menyandang nama Lincoln…”
Dan berbagai macam hujatan lainnya memenuhi aula rapat pada malam hari ini. Casandra masih belum tersadar jika semua hujatan tersebut ditujukan untuk dirinya dan masih menampilkan senyum termanisnya.
“ Kenapa Arnold tak bereaksi?...”, Casandra terlihat sangat kecewa melihat Arnold sama sekali tak terpengaruh dengan video yang ditampilkannya dan malah asyik bermesraan dengan sang istri hingga suara Elisabeth menyadarkannya.
“ Apakah ini bukti yang kamu maksud ?...”, tanya Elisabeth dengan tatapan jijik.
“ I..iya nek…”, ucap Casandra sedikit gugup.
" Ada ini ?...kenapa nenek menatapku seperti itu ?...", batin Casandra cemas.
Karena penasaran dengan ekspresi semua orang yang seakan menatapnya jijik, Casandra pun membalikkan tubuhnya.
Kedua bola mata Casandra hampir saja keluar karena sangat terkejut dan syok melihat video yang ada sedang ditayangkannya itu.
“ Ba…bagaimana bisa…itu…itu bukan aku !!!...seharusnya dia yang ada divideo itu !!!...”, teriak Casandra histeris sambil menunjuk kearah Crystal.
Crystal hanya menanggapi tuduhan Casandra dengan senyum sinis, membuat gadis yang sudah terlanjur malu dan mulai hilang akal sehat itu langsung menyerang Crystal.
Melihat pergerakan Casandra yang ingin melukai Crystal, Emily yang berdiri tak jauh dari tuan mudanya itu langsung bergerak untuk menghentikan aksi nekat gadis itu.
“ Lepaskan !!!...dia menjebakku !!!..dia telah berselingkuh dengan Enrico !!!...wanita j****g!!!...”, Casandra berteriak histeris sambil mencoba melepaskan pegangan Emily yang telah mengunci pergerakkan tubuhnya.
“ Apa kau juga akan mengkhianatiku !!!...”, ucap Arnold tajam waktu melihat Vreyan bergerak maju untuk membebaskan Casandra dari cekalan Emily.
“ Bukan begitu tuan…hanya saja, nona Casandra saat ini sedang sakit. Mungkin tuan muda bisa lebih berbaik hati…”, ucap Vreyan dengan tatapan penuh permohonan.
Meski Vreyan tahu jika apa yang diperbuat oleh Casandra tersebut sangatlah salah dan terlalu gegabah, namun dia masih berharap tuan mudanya akan sedikit luluh waktu kembali mengingat jika gadis itu sedang sakit dan hidupnya tak lama lagi.
“ Dasar bodoh !!! lihat ini !!!...”, ucap Arnold sambil melemparkan beberapa lembar kertas kewajah Vreyan.
Muka Vreyan langsung memerah antara malu dan menahan emosi begitu melihat kertas yang jatuh dihadapannya. Dia sama sekali tak menyangka jika Casandra akan mampu membohongi semua orang dengan hal sekrusial itu.
“ Ini..apa ini benar nona ?...”, tanya Vreyan dengan tangan bergetar dan mata memerah menahan emosi dalam dirinya.
“ Kamu…kamu harus percaya padaku Very…ini semua adalah ulah wanita j****g itu !!!...dia berusaha untuk menjebakku !!!...”, teriak Casandra dengan wajah cemas.
Vreyanpun mulai kembali mengingat beberapa misi yang diberikan gadis itu kepadanya. Dia sama sekali tak menyangka jika semua obat yang dibelikannya itu akan gadis itu gunakan untuk menjebak tuan muda dan istrinya.
Saat ini hati Vreyan benar – benar hancur berkeping – keping. Seorang gadis yang sangat dicintainya dan dilindunginya selama ini mampu mengkhianati tuan mudanya seperti ini.