Love Destiny

Love Destiny
Epson 354



Keesokan harinya Dena mengajak Ayaza untuk pergi ke rumah Tata, karena memang Dena sudah lama sekali tidak berkumpul dengan pasukan solimi nya.


"Dek ayok ikut mommy yok." Ajak Dena.


"Kemana mom?" Tanya Ayaza.


"Kita ke rumah aunty tata dek." Ajak Dena lagi, Ayaza dengan senang hati ia akan ikut kerumah tata.


Bukan hanya Dena saja Chika, Karen dan Niken pun akan pergi ke rumah tata. Karena memang mereka sudah lama sekali tidak bertemu.


Setibanya di rumah tata Dena di sambut dengan meriah oleh para sahabat dan saudara ipar nya, mereka tidak tahu jika Dena akan mengajak Ayaza.


"Loh ada Aya toh, gue kira Lo sendiri de." Ucap tata.


"Mana ada sendiri, udah punya anak jadi bawa anak lah." Ucap Dena.


"Aya makin cantik aja si." Ucap Niken, Ayaza tertawa kecil.


"Gemoy kan kaya emak nya." Ucap Dena bangga, tata dan Chika mencibir.


"Yaampun mimpi apa gue semalam punya temen begini amat." Kekeh Chika.


Disaat yang lain sedang heboh karena Chika dan tata, tiba-tiba muncul seorang laki-laki tampan yang baru saja pulang dari urusan nya di luar.


Kenzo tertegun melihat Ayaza dan Dena, ia tahu ingin menghampiri atau tidak. Tapi Kenzo ingin menyapa Ayaza tapi ia juga tahu bagaimana mami nya.


"Loh kamu sudah pulang kak." Ucap tata membuat Kenzo tersentak kaget.


"Eh, sudah mom." Jawab nya.


"Kenzo rada-rada calm gitu ya kaya bapak nya." Ceplos Karen.


"Calm udelmu ah, gue kenyang banget di nistain anak sendiri." Protes tata.


"Bang diem-diem bae si bang, biasanya juga malu-maluin." Ceplos Ayaza, tata dan Chika tercengang ternyata jiwa solimi Dena menurun ke Ayaza.


"Yaampun dek jaga image apa ini depan emak-emak, jangan bikin Abang malu." Balas Kenzo, Ayaza tertawa Karen dan Niken saling pandang.


"Roman-roman nya anak Lo calon pedofil ta." Ucap Chika tertawa.


"Pedofil pale Lo, kaga lah lagian si Aya kan cepet gede nya." Ucap tata bangga.


"Pantes anak gue di tolak selera nya tuan putri cuy." Kekeh Karen, Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jangan main-main biar begitu Kenzo kaga sama kaya bapak nya, dia mah nyari cewek yang bening." Ucap tata, Dena tertawa lepas.


"Kayaknya si Tio kurang pro ta, Lo kan kaga bening." Ledek Dena, semuanya tertawa.


"Cukup semua Ayaza sangat tertekan berada di antara kalian." Ucap Niken, melihat wajah bingung Ayaza.


"Ken ajak Aya pergi Ken kasian takut ketularan eror." Ucap Karen.


"Menang banyak." Ucap Kenzo menarik tangan Ayaza, Dena tertawa melihat Kenzo dan Aya yabg pergi.


Kenzo mengajak Ayaza ke taman belakang rumah nya, kini keduanya sedang duduk di kursi taman belakang.


"Kamu tumben mau ikut mommy kesini." Ucap Kenzo.


"Iya kan biar bisa liat Abang yang ganteng." Ucap Ayaza, blushh Kenzo merona.


"Za cukup za, ini harusnya Kaka yang gombalin kamu." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa kecil.


"Kita kebalik ya kak, gak apa-apa lah." Ujar nya, Kenzo menggenggam tangan mungil Ayaza.


"Tau gak si dari semua cewek yang Kaka temuin cuma kamu yang bisa bikin kakak nyaman." Ucap Kenzo, Ayaza mengernyit ini sudah mode serius.


"Kakak kenapa bisa suka sama Aya, padahal kan kak Kyra dan kak Nathia lebih dari Aya." Ujar nya.


"Gak tau suka aja gitu, Aya tuh beda kaya gak terlalu nunjukin perasaan yang Aya rasain." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa kecil.


"Kata Daddy Aya gak boleh main api kalau gak mau terbakar, itu artinya Aya gak boleh pacaran kalau gak mau patah hati. Jadi sesuka apapun Aya sama orang Aya gak akan nunjukin itu, karena saat ini fokus Aya untuk sekolah dan kejar cita-cita Aya." Jawab gadis itu.


"Seniat itu kah?" Tanya Ayaza.


"Sepertinya iya, kakak akan tetep nunggu Ayaza pokoknya." Ucap Kenzo, ay Ayaza tidak yakin akan hal itu.


"Ayaza gak yakin kakak bisa nunggu Aya, kalau nanti kakak mau sama yang lain gak apa-apa kok." Ucap gadis itu, Ayaza terlihat begitu tenang.


"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?" Tanya Kenzo, lelaki itu menatap Ayaza dengan intens.


"Ya realita nya saja kakak seorang lelaki dewasa, Aya yakin banyak wanita yang ingin bersama dengan kakak." Ucap Ayaza, ke zo tercengang mendengar penuturan Ayaza. Biasanya kebanyakan wanita akan sangat posesif dan terobsesi dengan prasaan nya, tapi tidak dengan Ayaza.


"Kalau kakak bisa menunggu kamu bagaimana." Ucap Kenzo, Ayaza tersenyum manis.


"On the way pelaminan dong." Goda Ayaza, Kenzo yang semula serius jadi tertawa mendengar ucapan gadis manis itu.


"Za bisa-bisanya pas kakak lagi serius kamu malah bencanda." Ucap Kenzo.


"Gak boleh serius-serius dulu ah, Aya masih kicik." Ujar nya, Kenzo tersenyum dan mengelus kepala Ayaza dengan lembut.


Dari kejauhan Dena dan Tata menatap keduanya anak nya, Dena bingung dengan semua ini begitupun dengan tata.


"Ternyata dari sekian banyak wanita anak bontot yang berhasil naklukin anak gue de." Ucap Tata, Dena tertawa kecil.


"Dari sekian banyak laki-laki yang deketin Ayaza cuma Kenzo yang berhasil membuat Ayaza tertawa seperti itu." Ucap Dena, keduanya saling menatap.


"Anak Lo pake pelet apaan dah de, sampai bikin anak-anak gue klepek-klepek." Ceplos tata, Dena memukul lengan tata.


"Ngada-ngada mana ada anak gue pake pelet, pesona Daddy nya gak main-main ta." Ucap Dena.


"Iya si bener, udah Daddy nya world wide handsome lah ini emak nya juga meresahkan." Ucap tata, Dena tertawa begitulah Dena dan tata.


Mereka tidak pernah mengambil pusing keputusan para anak nya, karena prinsip Dena dan Tata itu sama. Kebahagiaan dan kenyamanan anak adalah yang paling penting bagi mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š


A**: Mon maap baru up, akoh kira kemarin akoh up yg ini juga ternyata enggak 😭*


N: Kenapa bisa gitu πŸ™„


...A: Udah nulis kirain di up taunya kaga πŸ˜‚...


N: Bisa-bisanya Lo bikin gue resah 😌


A: Mon maap πŸ˜‚


N: Terlalu sibuk ye kan😌


A: Iya sampe kecapekan 😭


N: Semangat Thor πŸ€—


A: πŸ€—πŸ€—πŸ˜­