
Crystal yang hanyut dalam pemikirannya tak menyadari bahwa saat ini sudah ada seorang laki – laki tampan berjalan mendekat dan berdiri disampingnya.
Gerald, lelaki yang sangat dicintainya, mantan kekasih dan sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya, serta calon ayah dari bayi yang sedang dikandung kakaknya.
“ Crystal…”, panggilan itu seketika membuyarkan lamunan Crystal.
Suara lembut yang sangat familier ditelingganya tersebut bergema dikesunyian malam. Crystal mendongakkan wajahnya, mengalihkan pandangannya dari kolam yang telah mrengering dihadapannya menuju kearah sumber suara.
Dibawah cahaya rembulan, dia bisa melihat seorang laki – laki tampan dengan rambut pirang yang disisir rapi kebelakang, mengenakan setelan mahal dan mewah membuatnya terlihat semakin menawan dan berkelas.
Harus Crystal akui bahwa pesona Gerald memang sangat kuat, apalagi sifatnya yang ramah dan murah senyum,
membuat hati siapa saja akan bergetar.
Maka tidak heran banyak gadis bertekuk lutut dan berharap bisa bersanding dengannya. Bahkan tak jarang mereka melakukan segala cara untuk menarik perhatian laki – laki itu.
Namun, selama menjalin hubungan dengan Crystal, Gerald sangat setia. Tidak ada sedikitpun niat laki – laki itu untuk berpaling darinya.
Jika bukan karena hasutan Adisty dan ucapannya yang terus saja menjelekkan Crystal dihadapan Gerald. Mungkin, saat ini dirinya sudah bahagia bersama laki – laki tersebut.
Secara fisik, Arnold dan Gerald sama – sama unggul. Mereka berdua memiliki wajah tampan dan bentuk tubuh yang proporsional.
Meski untuk ketampanan, sebenarnya Arnold lebih unggul. Namun sayangnya wajah tampan bak patung dewa yunani tersebut diselimuti aura dingin, membuat siapapun harus berpikir ulang untuk berdekatan dengannya.
“ Crystal…are you ok…”, tanya Gerald cemas karena panggilan pertamnya tidak mendapat respon.
“ Hmmm….”, hanya suara deheman yang keluar dari mulut gadis itu.
Belum juga sadar dari keterkejutannya akan ekspresi datar yang ditunjukkan mantan kekasihnya itu, Gerald kembali dibuat heran dengan pakaian dan dandanan yang dikenakan oleh Crystal malam ini.
“ Aku tak menyangka dia bisa berupa sedrastis ini…”, batin Gerald kembali menatap gadis yang dicintainya itu secara intens, dari atas kebawah.
Crystal yang melihat tatapan terkejut dari Gerald tidak terlalu diambil pusing dan bersikap acuh. Mau bagaimana lagi, saat ini dilemarinya hanya ada pakaian kurang bahan dengan warna yang mencolok hingga membuat sakit mata siapapun yang melihatnya.
Pakaian yang selalu dikenakannya dalam kehidupan sebelumnya, demi untuk membuat tunangannya jijik dan muak terhadapnya.
Untuk make up serta perhiasan, dia terpaksa kembali memakainya agar tidak membuat orang – orang curiga terhadap perubahan drastis dirinya.
Gerald menatap Crystal dengan dingin\, ekspresinya penuh dengan kekecewaan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis yang pernah menjadi kekasihnya ini akan bertingkah seperti j****g setelah bertunangan dengan Arnold.
“ Aku tidak menyangka jika harta mampu membuatmu menjadi seorang j****g dan merendahkan dirimu sampai seperti ini…”, ucap Gerald penuh dengan kekecewaan.
“ Apakah demi memuaskan laki – laki itu, kau harus berdandan seperti ini…”, ucapnya tajam dengan senyum mengejek.
“ Jadi kamu kesini hanya untuk merendahkanku…jika begitu, sebaiknya kau pulang saja ”, ucap Crystal datar.
Meski wajahnya terlihat datar dan dingin, namun dalam hati Crystal sangat sedih dan kecewa. Ingatan tentang Gerald pada kehidupan sebelumnya mulai hadir kembali.
Dulu, dia yang masih lugu dan polos memberikan semua cinta dan perhatiannya hanya pada laki – laki yang ada di hadapannya saat ini.
Hanya karena masalah itu dengan mudahnya Gerald mencampakkannya dan berselingkuh dengan wanita lain, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri.
Bagaimana sakit dan kecewanya Crystal saat itu. Orang yang sangat dicintainya berkhianat dengan kakak kandungnya sendiri.
Dan semua itu terjadi karena perbuatan Adisty, yang memasukkan obat dalam minuman Gerald, dan embuat Gerald berakhir diatas ranjang Leony, kakak kandunganya.
Sungguh skenario yang sangat apik dibuat oleh Adisty untuk menghancurkan perasaan Crystal saat itu dan membuat gadis itu terpuruk.
Kehidupan cintanya yang sudah hancur membuat Crystal tidak punya pilihan saat papanya menyuruhnya bertunangan dengan Arnold, sebagai peganti Leony yang hamil akibat kejadian malam terkutuk itu.
Meski awalnya Arnold menolak Crystal sebagai penganti Leony yang dianggapnya lebih dewasa dan lebih feminim jika dibandingkan dengan sang adik.
Namun akhirnya Arnold terpaksa menerima Crystal sebagai tunangannya saat mengetahui fakta bahwa Leony tengah mengandung anak akibat hubungan terlarang dengan kekasih sang adik.
Semua itu dilakukan Arnold demi melaksanakan wasiat yang telah ditulis oleh kakeknya, yaitu menikah dengan putri Abraham, tanpa disebutkan namanya.
Karena Abraham memiliki dua putri, maka saat Leony tidak bisa melaksanakan kesepakatan tersebut, Crystallah yang harus mengantikannya.
Dan disinilah sekarang Crystal berada, terkurung dalam sangkar emas dan kehilangan kebebasannya, serta cintanya, menerima semuanya meski hatinya remuk redam.
Cukup lama Crystal dan Gerald saling diam tanpa bersuara. Hanya tatapan mata keduanya saja yang saling beradu pandang, tanpa kata.
Keduanya tampak berkutat pada pemikiran masing – masing. Hingga tiba – tiba hawa dingin menyelimuti, membuat bulu kudu Crystal berdiri.
Bahkan punggung Crystal saat ini terasa membeku saat ada sepasang mata yang menatap tajam dibelakangnya, menyaksikan semua interaksi dan ucapan antara dirinya dengan sang mantan kekasih.
“ Arnold…dia ada disini…”, batin Crystal mulai resah.
Dikehidupan sebelumnya dia tidak mengetahui bahwa Adisty mengkhianatinya, dengan mengatakan kepada Arnold bahwa Crystal dengan lancang mengundang Gerald untuk datang kerumah, berselingkuh darinya.
Arnold yang mendapatkan kabar tersebut tentu saja sangat geram. Dia segera beranjak pulang, tidak perduli jika malam ini dirinya harus bertemu dengan klien penting.
Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah Crystal. Dia sangat berharap bahwa kabar yang didengarnya itu tidaklah benar.
Agar hatinya tenang, Arnold didampingi Emily sang asisten segera melajukan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan tinggi.
Saat ini dia harus memastikan dengan mata kepalanya sendiri, apakan benar jika tunangangnnya tersebut berupaya untuk mengkhianatinya demi kembali bersama dengan kekasihnya.
Dan disinilah dia sekarang, bersama Emily asistennya menyaksikan pertemuan dua insan manusia yang terpisah karena keegoisan dan ambisi seseorang yang ingin melihat kehancuran keduanya.
“ Oh…jadi ini sebabnya iblis itu tahu bahwa aku bertemu dengan Gerald…”, batinku sinis saat menyadari bahwa saat ini dia sudah masuk dalam jebakan yang dibuat oleh sahabatnya itu.
Crystal mengakui bahwa gerakan sahabatnya itu sangatlah halus dan terencana dengan sangat matang, hingga kita tidak menyadari bahwa sudah masuk kedalam perangkap yang telah disiapkannya.
“ Baiklah…kita ikuti saja permainannya…mari kita lihat…siapa yang akan menang pada akhirnya…”, batinku menyeringai.