Love Destiny

Love Destiny
Epson 291



Malam hari Dena dan yang lain kumpul di rumah Chika, Rafael juga datang kesana atas permintaan Keanu.


"Kau masih hidup ternyata." Ledek El kepada Samuel.


"Kau tetap sama juga ternyata, masih datar dan dingin." Ledek Samuel.


"Kau tinggal di goa mana Sam." Kekeh Kenzo.


"Goa udel mu." Cebik Samuel.


"Ini kalian gelud Mulu kenapa malah jadi kaya Devin, Nathan, dan Kai. Mau jadi the next nya?" Ledek Tata.


"Uncle Kenzo gak termasuk ya aunty, heran kenapa uncle cool anak nya solimi." Ucap Samuel.


"Biar solimi gini banyak yang naksir." Ujar Kenzo.


"Mana ada, masih kalah jaoh sama El." Ujar Samuel.


"Padahal nama nya sama-sama El." Ucap Kyra.


"Sudah berisik mau aku sumpel mulut kalian?" Ucap Dena, solimi nya gak ngilang.


"Devika." Panggil Dena.


"Hmmmmm aunty." Lirih nya.


"Selama ini kau merasa tertarik kepada Rafael karena dia Rafael atau hanya karena dia El?" Tanya Dena membuat Rafael mengernyit.


"El, Rafael. Aku bingung." Lirih nya.


"Diingat pelan-pelan sayang jangan terlalu memaksakan, jika memang kau tertarik kepadanya karena dia Rafael it's ok. Tapi jika karena dia hanya seorang El mungkin kau bisa keliru antara Rafael dan Samuel." Ucap Dena, Devika memandang keduanya.


"Aku pernah menangis saat melihat El dipeluk oleh Liodra, tapi aku menagis_" Ucap Devika terhenti saat Rafael mendekati nya.


"Karena yang kau lihat El, bukan Rafael." Ujar nya.


"Aku tidak tahu." Lirih Devika.


Rafael mengelus kepala Devika ia tahu yang di hadapi oleh Devika itu sulit, dua orang yang memiliki nama hampir sama.


...


Keesokan harinya di sebuah rumah sederhana seorang gadis sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja, ia berjalan seperti biasa menuju halte bus.


Ia langsung naik ke bus yang di tunggunya, setelah sampai gadis itu turun dan melihat seorang wanita yang sedang di ganggu oleh para lelaki.


"Lepaskan." Teriak Devika, ya mobil Devika di cegat oleh beberapa lelaki.


"Berikan mobilmu." Ujar nya.


"Kau fikir aku akan memberikan mobilku." Pekik Devika.


Dua lelaki itu memegang tangan Devika, sementara dua lagi mencoba untuk mengambil kunci mobil dalam tas Devika.


Vika sudah memberontak bahkan menendang para lelaki itu, namun nihil tenaga lelaki itu jauh lebih kuat.


Bugghhh... Seseorang menendang punggung lelaki yang mencoba merampas tas Vika.


"Lepaskan dia." Ujar nya.


"CK, kau siapa beraninya menyuruh kami." Ujar lelaki yang memegang tangan Vika.


"Kau sedang mengajakku berkenalan sampai harus tahu namaku." Ujar nya.


"CK, percaya diri sekali." Ucap lelaki itu, Dengan cepat Felly menendang tangan lelaki yang sedang memegang tangan Vika.


Vika uang sudah terlepas berlari dan berdiri di samping Felly, keduanya memiliki kemampuan bela diri.


"S*al, hajar dia." Ucap para lelaki itu, Devika dan Felly pun berkelahi dengan keempat lelaki itu.


"Kau awas kau." Ucap para lelaki itu, mereka pun pergi saat Felly dan Devika berhasil menghajar nya.


"Kau tidak apa-apa nona?" Tanya Felly, mengambil tas nya yang terjatuh.


"Tidak, bagaimana denganmu." Ujar Devika.


"Aku baik-baik saja, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Felly tersenyum manis.


"Tunggu." Panggil Devika, ia berniat memberikan beberapa lembar uang untuk Felly.


"Ini untukmu, terimakasih karena sudah membantuku." Ucap Devika.


Devika merasa tertarik kepada Felly dan ilmu bela diri Felly yang mahir, melihat Felly seperti itu Devika ingin banyak berlatih.


Setibanya di kampus Devika berjalan dengan ceria, ia melihat Rafael yang sedang duduk di kursi taman.


Devika menghampiri dan ikut duduk di samping El, kehadiran Devika membuat El menoleh dan mengernyit.


"Ada apa?" Tanya El.


"Aku mau minta maaf." Ujar nya.


"Maaf untuk apa?" Tanya El lagi.


"Mungkin aku pernah menyukaimu, aku juga tertarik kepada mu. Tapi aku tahu hidup itu tidak harus diam di tempat, aku menutup segalanya agar aku yakin jika kau lelaki yang aku sukai." Ucap Devika.


"Lalu?" Tanya El, membuat Devika tersenyum.


"Banyak yang menyukai mu El, liaht mereka yang memandang mu dalam diam." Ujar nya.


"Aku tidak peduli." Ucap El.


"Yaaaak! Kau selalu seperti itu maka dari itu kau jomblo." Cebik Devika, sungguh ia lebih nyaman seperti ini.


"Jangan mengataiku jika kau saja masih jomblo." Balas El, Devika mengerucutkan bibirnya.


"Jika aku menikah kau marah tidak?" Tanya nya polos.


"Akan aku bom acara pernikahan mu." Canda El, Devika mendengus solimi Dena dalam diri El mulai aktif.


"Cih, jika kau menikah nanti akan aku doser pernikahan mu." Cebik Devika, saat El dan Devika debat Kenzo dan dua wanita lainnya menghampiri yaitu Nathia dan Kyra.


"Kenapa kalian jadi seperti kakak adik, apa kau akan menjadi the nex Vika dan El kau menjadi the next Dena." Kekeh Kenzo.


"Dena udelmu, itu mommy nya El Hoy. Lagian yang jadi the next aunty Dena nanti itu Ayaza." Ucap Devika Kenzo tertawa kecil.


Devika mengerti jika El cuek hanya tidak ingin menyakiti Devika, dan sekarang Devika merasa beban di pundak nya lepas semua.


Ia merasa kembalinya Samuel menjadi petunjuk bagi dirinya, buktinya setelah melihat Samuel kemarin Devika terlihat lebih ceria hanya saja ia sedang berusaha mengingat. El yang memikat hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Buat kamu yg komen, ada yg baru yg lama di lupain. Coba kalian yg nulis dah, tiap orang tuh harus kebagian peran pemikiran kalian sama gue itu beda.


Dan buat yg bilang ini bakal kaya cerita Carl, yg bikin cerita sebenarnya siapa kalian apa aku? Apakah kalian bisa nebak isi fikiran aku? Bilang kalau kalian mulai males baca karena hal ini, dulu juga pas Carl batal sama Dena begitu. so jangan terlalu banyak nebak, author nya lier kaga dapet pencerahan kalo muter" gak maju" lah cerita gue.😭😭😭


N: Suruh para deterjen Lo bikin cerita sendiri Thor suruh dah 😌


A: Auaaaahhh pusing pala neng πŸ˜’


N: πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£ Tar nanya lagi Samuel siapa 🀣


A: Meninggoy aja udah, Samuel itu bukan anak dari para kadal tobat dan solimi. 😌


N: Nanya lagi kenapa bukan🀣


A: Un kalo besok ada yang bom tong sampah rumah Lo, itu gue ya UN. Kesal banget udah di jawab Masi bikin gue lierπŸ˜’


N: Mon maap Thor🀣🀣🀣*