Love Destiny

Love Destiny
MENJADI DIRI SENDIRI



Pagi harinya Crystal terbangun dalam kondisi linglung,  belum juga nyawanya terkumpul, dia sudah berusaha untuk  duduk  sambil menatap sekeliling ruangan yang tampak asing baginya.


Semua barang dan furniture yang ada didalam kamar terlihat sangat mewah dan elegan dan didominasi dua warna, hitam dan putih. Sangat berbeda jauh dari kamarnya yang  cerah dengan warna kuning yang mendomiasi ruangan.


Perlahan kedua mata Crystal mulai menyapu setiap sudut ruangan, berharap menemukan sebuah petunjuk, agar dirinya tidak salah langkah.


“ Astaga….ini kamar sang iblis….”, batin Crystal terkejut saat melihat  foto Arnold yang terpampang jelas disana.


Dengan wajah panik dia mulai meneliti tubuhnya. Setelah  mendapati semua pakaiannya masih utuh, akhirnya Crystal bisa bernafas lega.


“ Tapi…bagaimana aku bisa ada disini….”, gumannya binggung.


Dia kembali menginggat – inggat kejadian semalam. Dalam ingatannya jelas terpatri bahwa dirinya berada diruang tamu dalam pangkuan sang iblis yang sedang tertidur pulas sambil memeluknya.


Karena terlalu letih, entah sejak kapan Crystal mulai tertidur. Selanjutanya, dia sama sekali tidak mengingat apapun yang terjadi.


Bahkan dia juga tidak merasa kalau ada seseorang yang mengangkat tubuhnya dan memindahkannya. Hingga pagi ini dia tersadar dan mendapati tubuhnya berada diatas ranjang sang iblis.


“ Apakah dia yang mengendongku keatas….”, racaunya binggung.


Sambil mengumpulkan sebagian nyawanya yang masih hilang, Crystal berjalan keluar kamar, menuju kedalam kamarnya yang berada disamping kamar sang iblis.


Perlahan kakinya melangkah menuju meja rias untuk membersihkan wajahnya.  Dari pantulan cermin yang ada didepannya, dapat Crystal lihat bahwa kulit wajahnya sangat tidak sehat sebab selalu ditutupi dengan make up yang tebal.


Padahal gadis itu sangat tahu bahwa kulit wajah tidak boleh ditutupi make up selama 24 jam karena itu akan mengurangi kelembaban kulit dan membuatnya tidak bisa bernafas dengan lega.


Kandungan kimia yang terdapat dalam make up juga dapat membuat pori – pori wajah tersumbat yang bisa mengakibatkan sirkulasi kulit menjadi terganggu.


Tapi untungnya Arnold selalu menyediakan masker wajah yang sangat bagus, hanya dengan sekali pakai saja, wajah  kusam dan bermasalah seketika menjadi segar dan cerah kembali.


Namun hal tersebut hanya bersifat sementara sama seperti proses penyembuhannya yang instan. Jika ingin kulit wajahnya kembali seperti sedia kala maka Crystal harus mulai melakukan perawatan secara rutin.


Kulit wajah Crystal selama enam bulan tinggal disini  memang tidak pernah sedikitpun dia biarkan beristirahat, karena selalu tertutup oleh make up setebal dinding.


Bahkan saat tidurpun dia masih menggunakan make up demi melakukan penyamaran agar Arnold tidak berminat mendekat kepadanya.


Tapi jika mengingat kejadian beberapa malam yang lalu, betapa bernafsunya iblis tersebut saat merengut mahkotanya membuat Crystal tersadar jika upaya penyamaran yang dilakukannya selama ini sia – sia.


Padahal, demi membuat laki – laki tersebut jijik dan menjauh darinya, Crystal rela mengorbankan kesehatan kulit tubuh dan wajahnya.


Tidak ingin semakin memperburuk kondisi kesehatan kulit wajahnya, hari ini Crystal memutuskan untuk mulai menjadi dirinya sendiri tanpa penyamaran diwajahnya.


Sebelum melangkah masuk kedalam kamar mandi, Crystal melepaskan seluruh perhiasan yang melekat pada tubuhnya satu persatu.


Dengan lembut, Crystal mulai mengambil pembersih wajah untuk menghapus semua make up yang masih tersisa. Setelah seluruh wajahnya bersih, Crystal mengambil sebuah masker wajah yang ada didalam laci untuk dipakainya nanti pada saat berendam.


Ya…Crystal memutuskan mulai detik ini dia akan menikmati hidup. Menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh Arnold kepadanya.


Semua hal yang telah dia sia – siakan di kehidupan sebelumnya. Dan lebih memilih untuk menyiksa diri dengan pemikirannya tentang upaya untuk melarikan diri dari rumah mewah ini.


Sambil memejamkan mata, Crystal menikmati guyuran air dingin yang mengalir ditubuhnya. Dinginnya air yang mengalir dari shower membuat badannya terasa segar kembali.


Setelah dirasa cukup, Crystal segera mengambil sabun mandi cair dan shampoo untuk membersihkan tubuh dan rambutnya.


Setelah selesai, Crystal mulai mengoleskan pewarna pada rambutnya. Mengembalikan rambut tersebut pada warna aslinya, coklat.


Sambil menunggu pewarna rambutnya meresap sempurna, Crystal memakai masker wajah dan mulai masuk kedalam bath up yang sudah dicampur susu kedalam air rendamannya.


Manfaat mandi susu ini, selain untuk melembabkan kulit juga dapat mencerahkan kulit yang kusam secara alami berkat kandungan nutrisi yang ada dalam susu.


Crystal  mandi susu tiga kali dalam seminggu agar elastisitas dan kelembaban kulitnya tetap terjaga, mengingat sepanjang waktu kulitnya tersebut tertutup lotion dengan campuran foundation didalamnya,  guna melakukan penyamaran agar kulitnya terlihat sedikit gelap.


Setelah masuk kedalam bath up, Crystal mulai merebahkan tubuhnya didalam air dan hanya menyisahkan kepalanya saja.


Rambutnya yang sudah terbungkus shower cup direbahkan diatas tumpukan handuk sebagai alas. Setelah posisinya dirasa cukup nyaman, Crystal menutup kedua matanya dengan menggunakan potongan mentimun agar matanya kembali fresh.


Setelah dua puluh menit berendam, Crystalpun membilas rambut dan tubuhnya kembali dibawah guyuran air shower. Kini kulit tubuhnya yang putih, jernih, lembab dan halus kembali terlihat.


“ Aku memang gila, bagaimana bisa aku menutupi semua keindahan ini….”, guman Crystal terpesona dengan dirinya sendiri.


Perlahan jemarinya mulai menyentuh  lengannya, trus naik keleher dan berakhir diwajahnya. Dirinya cukup terpesona dengan keindahan kulit tubuh dan wajahnya yang terpantul jelas dicermin.


“  Mulai sekarang aku akan membiarkanmu bebas bernafas dan kembali sehat…”, gumannya sambil mengelus kulit wajahnya dengan senyuman.


Setelah puas mengagumi dirinya sendiri,  Crystal segera meraih jubah mandi yang tergantung dibalik pintu dan memakainya.


Selanjutnya, dia mulai berjalan keluar kamar mandi menuju meja rias. Disana dia duduk sambil mengeringkan rambutnya yang sudah kembali berwarna coklat dengan handuk kecil.


Lagi – lagi dia mengagumi kecantikannya sendiri. Bola  mata berwarna biru seperti lautan yang teduh  dan diatasnya terpampang alis yang terbentuk alami, hidung mancung, dan bibir lembut berwarna merah alami seperti buah ceri dimusim semi.


Membuat siapa saja pasti akan terpana akan kecantikan alami yang dimilikinya. Perlahan jemari Crystal mulai meraih skin care yang ada didepannya.


Dia mengoleskannya tipis diwajah, setelah rata dan meresap dia mulai menyapukan bedak tipis dikulit wajahnya. Untuk alis, dia hanya perlu menyikatnya agar tertata rapi.


Tak lupa dia mengoleskan lipglos berwarna pink di bibir munggilnya agar wajahnya terlihat lebih segar. Untuk rambutnya dia biarkan terurai dan hanya menyematkan jepit mutiara disamping kanan rambutnya.


Selanjutnya, dia segera melangkah menuju walk in closet untuk berpakaian. Cukup lama Crystal berdiri memaku disana.


Hampir semua baju yang ada dialmarinya adalah baju kurang bahan dengan berbagai macam warna yang mencolok, membuat siapa saja yang memandangnya akan sakit mata.


Dan selama enam bulan berada disini, dia selalu memakai pakaian yang sangat tidak nyaman dipakai tersebut demi memuluskan rencananya.


Namun sekarang dia sudah terlahir kembali dan ingin bahagia. Maka dari itu dia memutuskan mulai sekarang akan memakai baju dan melakukan apapun yang terasa nyaman baginya.


Dia bertekad untuk mulai mengejar kebahagiaannnya sendiri dan berhenti untuk menyiksa serta menyakiti tubuhnya karena orang lain.


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Crystal memutuskan untuk memakai celana jeans warna putih dengan atasan sabrina berwarna biru. Meski sangat simple namun hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kadar kecantikannya.