Love Destiny

Love Destiny
Epson 397



Hari-hari terus berlalu dan sampai kini Kenzo masih setia menemani Ayaza, bahkan Kyra dan Nathia juga ikut menemani Kenzo disana.


Seperti saat ini Kyra datang dengan membawakan makanan untuk Kenzo, bagaimanapun juga Kenzo adalah sahabat nya meskipun Kyra pernah memiliki perasaan kepada lelaki itu.


"Ken sebaiknya kamu makan duku, biar Ayaza aku yang jaga." Ucap Kyra.


"Enggak Ra aku gak akan ninggalin Ayaza." Ucap Kenzo, Kyra tersenyum tipis mendengar perkataan Kenzo.


"Ken kamu hanya beranjak untuk makan, lagian aku sudah membeli makanan untuk kamu. Jadi kamu bisa menjaga Aya sambil makan oke." Ucap Kyra, Kenzo menoleh menatap wajah Kyra yang terlihat begitu tulus.


"Hmmmmmm, baiklah." Ucap Kenzo, lelaki itu beranjak dari tempat duduk nya dan pindah ke sofa. Karena Kyra menaruh makanan itu di meja tak jauh dari tempat tidur Ayaza.


Kyra mengelus kepala Ayaza dengan lembut, ia berharap gadis kecil nya itu akan segera sadar kembali. Kyra merindukan Ayaza yang berisik dan berlari kedalam rumah nya.


"Cepat bangun sayang, kita semua menunggu kamu disini." Ucap Kyra.


"Kamu tahu jika kamu sangat beruntung karena semua orang menyayangi kamu, bahkan aku juga sangat menyayangi kamu za. Bangun yuk, setelah kamu bangun kakak janji akan memberikan apapun yang kamu inginkan." Ucap Kyra lagi, Kenzo mendongak menatap Kyra.


Ia terharu mendengar perkataan Kyra yang seperti itu, Kenzo yakin Kyra memang benar-benar menyayangi Ayaza.


...


Malam hari Kenzo menggenggam tangan Ayaza ada Dena dan Rafael juga disana, Dena baru saja kembali dari menjenguk Daniel yang ternyata sudah sadar dari satu Minggu yang lalu.


Ya, keadaan Daniel memang tak separah keadaan Ayaza. Dena termenung karena sampai saat ini putrinya masih belum bangun juga.


Saat Kenzo berniat untuk beranjak bangun, ia mendengar suara lemah seseorang yang tidak terlalu jelas.


"Mo_mmy." Gumam Ayaza, mata gadis itu masih terpejam.


"Mo_mmy." Gumam nya lagi, Kenzo mengernyit dan mendekatkan telinganya kedekat mulut Ayaza.


Tindakan Kenzo membuat Dena dan Rafael sedikit mengernyit heran, apa yang sedang dilakukan oleh lelaki itu? Apakah dia mulai g*la karena Ayaza yang terlalu lama koma.


"Mo_mmy." Gumam Ayaza, Kenzo menoleh menatap Dena dengan wajah berbinar.


"Kamu kenapa?" Tanya Dena.


"Apakah aunty tidak mendengar jika Ayaza memanggil aunty." Ucap Kenzo, Dena dan El saling pandang benarkah.


Kedua orang itupun mendekati Ayaza dan Kenzo, Dena memegang tangan Ayaza dan benar saja tangan putrinya itu bergerak meskipun masih lemah.


"El tangan Aya gerak el, panggil dokter El cepat." Ucap Dena, wanita itu begitu senang karena putrinya sudah sadar.


Rafael pun pergi memanggil dokter tak butuh waktu lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Ayaza, dokter menghela nafas lega karena akhirnya Ayaza sadar.


"Keadaan nona muda sudah jauh lebih baik sekarang, kita hanya perlu menunggu nona muda membuka matanya saja nyonya." Ucap dokter, Dena mengangguk ia senang mendengar kabar putrinya yang sudah membaik.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Dena sudah berada di ruang rawat Ayaza, sementara Kenzo lelaki itu sedang kembali ke rumah nya untuk berganti pakaian.


Saat Dena sedang duduk dengan menggenggam tangan putrinya, Ayaza melenguh dan mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


Dena tersenyum manis melihat Aya yang sudah membuka matanya, Dena mengecup setiap inci wajah putrinya.


"Akhirnya kamu bangun nak, mom sudah tidak tahu lagi harus seperti apa menunggu kamu." Lirih Dena menitihkan air matanya.


"Ak_aku dimana?" Tanya Ayaza, Dena tersenyum mengelus pipi Ayaza dengan lembut.


"Kamu sedang di rumah sakit sayang, cepatlah sembuh agar kita bisa pulang kerumah." Ucap Dena, Ayaza diam ia bingung dengan apa yang telah di alaminya.


Ayaza tidak mengingat apapun bahka kejadian mengerikan itu Ayaza tidak mengingat nya, Ayaza memegang kepalanya yang terasa sakit bertepatan dengan kedatangan Kenzo.


"Ken Aya sudah sadar." Ucap Dena senang.


"Akhirnya kamu sadar juga hmmmmmm, kenapa kamu membuatku khawatir." Ucap Kenzo menangkup wajah cantik Ayaza.


Ayaza mengernyit heran menatap Kenzo yang terlihat begitu khawatir, Ayaza menatap Dena seperti meminta penjelasan siapa lelaki yang ada di hadapannya.


"Lepas jangan sentuh aku." Ucap Ayaza menepis tangan Kenzo.


"Za kamu kenapa hey?" Tanya Dena.


"Dia siapa?" Tanya Ayaza, Kenzo dan Dena tertegun mendengar pertanyaan Ayaza.


"Za apa yang kamu katakan dia Kenzo." Ucap Dena lembut.


"Mom aku tidak mengenalnya kenapa mommy membiarkan orang asing menyentuh aku?" Tanya Ayaza, bagai di hantam batu besar Kenzo merasa sakit di hatinya.


Sakit saat wanita yang selama ini ia tunggu-tunggu ternyata tidak mengingat nya, Kenzo berjalan keluar mencari dokter.


Tak lama dokter pun kembali memeriksa Ayaza, dokter menjelaskan jika Ayaza mengalami amnesia karena benturan yang sangat keras dan banyak kehilangan darah.


Dena tercengang mendengar penjelasan dokter, ia menatap Ayaza yang berada di pelukan nya. Bahkan Ayaza terlihat ketakutan saat melihat Kenzo, itu juga di sebabkan karena sebelum kejadian Kenzo lah yang berada di fikiran nya.


Ayaza menganggap Kenzo jahat karena bersama dengan wanita yang tidak Ayaza kenal, bahkan wanita itu sampai mengirimkan foto yang sedang bersama dengan Kenzo.


"Za, ini aku." Ucap Kenzo.


"Enggak, pergi dari sini pergi." Teriak Ayaza, Dena melepaskan pelukan nya dan menarik Kenzo keluar dari ruang rawat.


"Ken kita membutuhkan waktu untuk membuat Ayaza kembali menerima kamu, aunty yakin kamu bisa membuat Ayaza jatuh cinta lagi kepada kamu untuk yang kedua kalinya." Ucap Dena, Kenzo diam ia tak tahu akankah Ayaza bisa menerima nya lagi.


Namun untuk menaklukkan seorang Ayaza tidak mudah bagi Kenzo, ia butuh waktu lama untuk membuat Ayaza menerima nya.


"Aku tidak tahu akankah itu berhasil atau tidak, yang jelas untuk mendapatkan hati Ayaza itu cukup sulit." Lirih Kenzo, Dena tersenyum dan mengelus pundak Kenzo.


"Ini tidak akan berlangsung lama Ken, aunty akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Ayaza agar dia bisa mengingat semuanya." Ucap Dena, Kenzo hanya bisa mengangguk pasrah. Ia menatap Ayaza dari kejauhan, dan Ayaza juga menatap Kenzo dengan tatapan marah.


Entahlah kenapa Aya merasa marah, mungkin meskipun ia tidak mengenal Kenzo namun hatinya tidak bisa berbohong jika ia marah kepada Kenzo karena foto itu.


"Sayang sebaiknya kamu istirahat." Ucap Dena, Ayaza menoleh dan mengangguk.


Dena bingung bagaimana ia akan menjelaskan tentang ini kepada Kean dan Rafael, yang Dena takutkan El akan mencari Daniel untuk membalas semuanya.


El tidak pernah menerima jika ada seseorang yang melukai adiknya, apalagi sekarang sampai membuat Ayaza amnesia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊