Love Destiny

Love Destiny
Epson 363



Sore harinya sepulang dari kantor Rafael lebih dulu mencari keberadaan sang adik, saat melihat Ayaza yang sedang duduk dengan sang mommy di ruang tengah El langsung menghampiri mereka dan menarik telinga Ayaza.


"Aaaaaaaa, kakak sakit apa yang kakak lakukan. Nanti kuping Aya copot kan ya cantik lagi." Pekik gadis itu, Dena mengernyit melihat putranya yang mnarik telinga putri bungsu nya.


"Kak apa yang kamu lakukan, lepaskan jangan menyakiti adik kamu." Ucap Dena, El pun melepaskan tangan nya di telinga Aya.


"Aaaaassshh, mom sakit." Adu nya gadis itu.


"Iya sayang mom tahu, apa yang sebenarnya terjadi El kenapa kau menyakiti adikmu." Ucap Dena, El menghela nafasnya lalu menatap Ayaza dengan tajam.


"Mom tanyakan kepada putrimu itu kenapa dia pergi meninggalkan Felly di mall sendiri." Ucap El, Ayaza tercengang kenapa hal itu bisa sampai kepada sang kakak.


"Aya tidak meninggalkan kak Felly." Ucap Ayaza.


"Kau kira aku tidak akan tahu Aya, sekalipun Felly tidak berbicara kepadaku tapi aku tahu hal itu." Ucap El, Ayaza pun diam ia melupakan bagaimana sang kakak yang selalu mengawasi kekasih nya itu.


"Sayang apa benar apa yang dikatakan oleh kakak kamu?" Tanya Dena, Ayaza pun mengangguk lalu meminta maaf kepada kakak dan mommy nya.


"Maafkan Aya kak, iya Aya tahu Aya salah. Tapi semua itu karena kak Kenzo yang tiba-tiba muncul, Aya tidak berniat meninggalkan kak Felly sendiri." Lirih nya.


Dena tersenyum manis mengelus kepala putrinya, ia mengerti keadaan Ayaza saat itu yang merasa serba salah. Sementara Rafael lelaki itu hanya menghela nafasnya saja.


"Jangan ulangi hal seperti itu lagi, mungkin kakak sangat mengkhawatirkan kak Felly." Ucap Dena, Ayaza pun mengangguk gadis cantik itu memeluk El dan meminta maaf.


"Maafkan Aya ya kak, Aya janji deh gak akan ngulangi kesalahan yang sama." Ucap Ayaza, El pun mengangguk meskipun ia kesal namun El tidak bisa marah kepada adik nya itu.


"Baiklah kali ini aku memaafkan kamu, tapi jangan di ulangi lagi ya. Jika kamu pergi bersama dengan Felly, maka kamu juga harus pulang bersama Felly." Ucap Rafael, Ayaza mengangguk dan mengerti ucapan sang kakak.


Dena tersenyum melihat kedua anak nya yang saling menyayangi, Dena tahu El ada sedikit rasa kecewa kepada sang adik. Namun apalah daya bagaimanapun El kecewa ia tak bisa merubah kenyataan bahwa Ayaza itu tuan putri dari keluarga nya.


...


Di tempat lain tepatnya di kediaman Nathan terlihat seorang anak gadis sedang merengut masam, Nathan merasa heran dengan apa yang terjadi kepada putrinya.


"Loh kenapa ini anak papi manyun begini?" Tanya Nathan.


"Aku sebal Pi, kenapa hidupku tidak tenang." Jawab Nathia, Nathan mengernyit heran tidak tenang bagaimana. Apakah ada yang menggangu putrinya.


"Sebal? Apa ada yang menggangu kamu sayang?" Tanya Nathan, Nathia menatapata sendu sang papi.


"Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat bingung seperti itu?" Tanya Niken, wanita cantik itu ikut bergabung dengan anak dan suaminya.


"Lihatlah mi, putri kita ini sedang galau." Ucap Nathan setengah mengejek.


"Benarkah? Wooowww sayang ada apa dengan mu?" Tanya Niken, Nathia hanya menghela nafasnya lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.


Nathan dan Niken yang mendengar cerita sang putri pun saling memandang dengan tersenyum, Nathan dan Niken merasa tak habis pikir dengan sikap sang putri yang bisa-bisanya menolak putra dari keluarga Auriga.


"Sayang memangnya kenapa jika Niko ingin dekat dengan kamu, mungkin dia hanya ingin mencari teman." Ucap Nathan, Nathia diam ia tak ingin teman lelaki setelah kisah pertemanan nya dengan Kenzo yang berakhir dengan melibatkan perasaan.


"Pi aku tidak ingin berteman dengan lelaki, papi tahu bukan tidak ada pertemanan yang sehat di antara lelaki dan perempuan." Ucap Nathia, Niken tersenyum ia begitu mengerti keadaan sang putri.


"Sayang tapi tidak semua lelaki seperti itu, mungkin saja apa yang dikatakan oleh papi kamu benar." Ucap Niken, Nathia menggelengkan kepalanya.


"Salah satu di antara kami pasti akan ada yang melibatkan perasaan mi, aku tidak ingin mengambil resiko dari semua itu." Ucap Nathia, Nathan mengelus lembut kepala Nathia.


"Baiklah sayang lakukan apapun yang membuat kamu bahagia, jika kamu tidak nyaman dengan keberadaan Niko maka katakan baik-baik kepadanya. Jangan menjauhi dirinya tanpa alasan." Ucap Nathan.


"Aku tidak menjauhi Niko, lagian kita tidak sedekat itu Pi." Jawab Nathia, oh lihatlah putrinya ini benar-benar menggemaskan. Nathan merasa Nathia benar-benar lugu dan polos.


Gadis cantik yang sangat disayanginya itu begitu lugu bukan, Nathia ingin menjaga hatinya dengan baik. Lalu menata nya sampai takdir terbaik itu tiba, takdir dimana ia akan menjadi wanita seseorang yang akan menjadi imam nya nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Gemesh ah sama Nathia dan Ayaza 😂


A: Bisa-bisanya Lo bilang gemes 🙄


N: Gemes aja gitu, apalagi kalau bagian Nathia debat sama Niko 😂


A: Berasa tertantang ye kan 😌


N: Nah kan, iya banget pokonya 😂😂


A: Solimi sekali anda 😒


N: 😂😂😂