
Keesokan harinya Kean dan Dena melihat El yang sedang bermain dengan Daniel putra dari Anna dan Carl, Dena tersenyum saat El terlihat anteng.
"Si El orang ngajak ngobrol diem aja." Ucap Keanu.
"Ya kan kaya siapa itu anak nya." Balas Dena.
"Ya kaya kamu lah." Ujar Keanu.
"Dih, solimi." Ucap Dena.
"Aku ke kamar dulu mau lihat laporan." Ucap Kean mengecup kening Dena.
"Hmmmmm." Balas Dena.
Dena duduk di sofa dan membuka ponselnya, ia melihat emak-emak grup mulai meresahkan.
***Solimi group π€€
Tata**: Dimohon untuk nyonya negarah mudik nya jangan lama-lama π
Karen: Bener banget, rumah sepi gak ada dia π£
Niken: Gak ada yang bilang solimi lagi π
Tata: Bener banget, anak gue kasian kaga ada temen π
Chika: Hoyy calon mantu gue mana, mudik jangan kelamaan woyπ£π
Karen: Calon mantu Lo ada noh si Kenzoπ
Niken: Sebenarnya si inces tuh calon nya siapa sihπ*
Karen: Kagak tau antara Rafael sama Kenzo π
Niken: Dua-duanya tuan muda itu π€£
Chika: Intinya kalo bisa dua-duanya kenapa harus satu π
Tata: Woooy, jangan maruk Lo gue geplak juga pale Loπ
Karen: Nah Lo calon besan ngamok π€£
Niken:. Jadinya senang nya dalam hati, kalau bersuami dua π
Dena: Kaga ada begitu-begitu, gue geplak ya pale Lo Chika π
Chika: Wadaaaw kedua besan gue ngamokπ€£
Tata: Mommy El gue kangen Rafael kirim dong foto nyaπ
Chika: Bener banget inces gue galau ini π
Karen: Mana jagoan gue woooee π€ͺ
Dena: Mon maap tuan muda nangis pala nya di geplak π€ͺ
Chika: Siapa yang berani geplak pala anak gue π£
Tata: Nyari masalah sama bapak nya tu orang π€£
Karen: Kenapa sama bapak nya π€£
Niken: Karena Kean paling gak bisa anak nya luka atau kit ati π
Dena tidak lagi muncul di grup, karena ia sedang menenangkan putranya yang sedang menangis.
Kejadian kepala El yang di geplak, Daniel meminjam mainan milik El dan dia berhasil mendapatkan nya.
El yang sadar mainan nya di ambil Daniel mencoba memintanya kembali, namun Daniel tidak mau memberikan nya.
Dengan kesal Rafael menarik mainan yang sedang di pegang oleh Daniel, dan Daniel merasa tidak terima mengambil remote televisi dan melemparkan nya kepada kepala El.
Hal itu sontak membuat Dena kaget dan langsung mengambil putranya, Dena takut jika Keanu melihat kejadian itu.
"Eh." Pekik Dena.
"Mommy." Teriak El kaget, sebenarnya El bisa melawan cuma El tahu saat ini ia sedang bertamu.
"Sayang sayang." Ucap Dena mengelus kepala El.
Mae yang melihat kejadian itu membelalak matanya tidak percaya, Mae mendekati Dena dan memberikan air minum agar El merasa tenang.
"Huaaaa Daddy." Teriak El, bahkan kening El terlihat sedikit memar.
"Jagoan ya gak boleh nangis." Ucap Dena.
"Daniel gak boleh pukul-pukul." Ucap Mae.
"Tidak apa kak, namanya juga anak kecil." Ucap Dena.
"Hiks...hiks..." Isak tangis El.
"Ada apa?" Tanya bunda Sisil.
"El di pukul Bun." Kekeh Dena.
"Rebutan itu mainan, mobilan si kayak nya." Jawab Dena.
"Kean dimana?" Tanya bunda Sisil, ia langsung menanyakan keberadaan menantunya.
"Di kamar." Jawab Dena tertawa kecil.
"Lagi si Anna kemana anak nya ini." Ucap Mae, Mae merasa kesal karena saat Daniel memukul El itu cukup keras.
"Hiks...hiks..." Isak nya.
"Kok cengeng si." Kekeh Dena, Dena malah tertawa kecil.
"Ngarang banget ya pasti sakit la, orang kening nya sampai memar." Ucap Mae.
"Gak apa-apa jagoan mah jangan nangis." Ucap Dena, ia melihat Keanu menuruni anak tangga dengan membawa gelas.
Jujur saja jantung nya saat ini berdegup, ia bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Kean. Dena tidak ingin Keanu marah ataupun kesal, dan malah menyebabkan perselisihan antara Kean dan Carl.
"Loh, El kenapa?" Tanya Kean, lelaki itu mendekati Dena dan Rafael.
"Gak apa-apa." Jawab Dena.
"Daddy huaaaaaaa." El kembali menangis.
"Kenapa boy, kemari." Ucap Kean mengambil alih tubuh mungil Rafael.
"Hiks..hiks..." Isak nya lagi, Dena bunda Sisil dan Mae saling pandang.
"Kok_" Ucap Kean terhenti lalu menatap Dena.
"Ada apa?" Tanya Dena.
"Kening nya memar, benjol gini." Jawab Kean.
"Jatuh anak nya nyungsep." Jawab Dena ngasal.
"Kenceng jatuh nya? El gak seceroboh itu bee. Kemarin pas kejedot gak sampai memar." Ucap Keanu, disinilah Dena mulai bingung.
"Ya dari sofa ke bawah." Ucap Dena.
Kean pun mengangguk dan berjalan menggendong El ke kamar nya, Dena menghela nafasnya lega.
"Kenapa gak bilang aja si." Ucap bunda Sisil.
"Gak apa-apa." Ucap Dena, sebelum pergi Dena mengelus kepala Daniel lembut.
Setelah itu ia mengejar anak dan suaminya, Dena berharap Keanu tidak banyak bertanya lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Daddy
Jagoan
Mommy
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Bisa-bisa nya pala anak gue di geplak pake remotπ
A: Untung pake remot bukan pake ulekan π€£
N: Kalau pake ulekan gue bales lah pake blender π
A: Gimana ceritanya pake blender π
N: Masupin kaya bikin bumbuπ€ͺ
A: Kok solimi π
N: π€£π€£π€£*