
Beberapa hari kemudian Ayaza dan Dena berkunjung ke rumah Tata, tidak hanya Dena bahkan Karen, Niken dan Chika pun ikut berkunjung.
Dena pergi mengajak Ayaza, Chika mengajak Devika, Karen mengajak Kyra, dan Niken mengajak Nathia.
Kini mereka semua sedang duduk di ruang keluarga, Kenzo yang saat itu bangun tidur dan baru keluar dari kamar nya terkejut melihat Ayaza, Kyra, dan Nathia berada di rumah nya.
"Hai Ken." Sapa Kyra, Kenzo hanya tersenyum tipis.
Ayaza dan Nathia hanya terdiam menatap Kenzo dengan datar, Selain Kenzo Kevan keluar dari kamar nya.
"Hai za." Sapa Kevan, membuat Kenzo menoleh.
"Hmmmmm, hai Van." Balas Ayaza.
"Mandi sana, bangun tidur bukannya mandi malah godain cewek." Cetus Kenzo.
"Yaelah nyapa dikit doang kak, pelit amat dah." Ucap Kevan.
"Kevan mandi." Ucap Kenzo.
"Iya, yaelah baru juga liat Ayaza." Kesal Kevan.
"Anak Lo bener-bener dah ta, Tibang perkara nyapa doang di debatin." Ucap Chika.
"Emang, pengen banget gue tukar tambah itu salah satu nya. Bener-bener bikin pala gue mau pecah gitu." Ucap tata.
"Heh, gitu-gitu juga itu hasil buatan Lo sama Tio." Ledek Dena.
"Gak tau kenapa si Tio nambahin apaan ya waktu masa pembuatan adonan." Ucap tata, membuat Karen dan Niken tertawa.
"Adonan gak tuh." Kekeh Niken.
"Niken, tukar Nathia sama Kevan nyok." Ceplos tata, membuat Niken tersedak.
Niken mengingat kembali jika putrinya tertarik kepada Kenzo, namun ia segera menormalkan ekspresi wajah nya.
"Ngarang ini orang, gak lah Nathia itu kesayangan papi nya." Ucap Niken, Kenzo mendengar ucapan Niken pun tersenyum.
"Nathia kesayangan uncle Nathan aunty." Ucap Kenzo, membuat Devika dan Kyra saling pandang.
"Tentu saja." Kekeh Niken.
"Ayaza kesayangan uncle Kean yan aunty Dena." Ucap Kenzo, membuat Ayaza mengernyit.
"El dan Ayaza dua-duanya kesayangan uncle Ken." Ucap Dena tersenyum.
"Hmmmmm, seperti itu." Ujar nya.
"Si Kenzo tuh ganteng ta, apalagi si El oh God ingin sekali gue karungin itu anak." Ucap Chika kegirangan.
"Berisik apa Chik, Lo bikin gue mikir buat nambah anak nih biar El sama anak gue." Ucap tata.
"Nambah ta bikin 11, eh tapi kan pemain juga butuh pengganti ta. 15 lah biar pas." Ucap Karen membuat Dena dan Chika tertawa lepas.
"Ternak anak dah ta, tar gue order satu." Kekeh Dena.
"Marni Lo kira anak gue donat yang bisa delivery gitu." Sengit tata.
"Si tata memutuskan untuk nambah anak, pas gitu yang keluar cowok lagi. Mamp*s dah Lo jantan semua." Ucap Chika puas.
"Si*lan Lo Maruk amat jadi orang." Ucap Chika, tidak habis fikir.
"Kak tata melupakan Rafael yang lebih sultan." Kekeh Niken.
"Lah gampang Niken, adopsi anak cewek kasi ke El dan gue tinggal santai menikmati hasil." Kekeh tata, menjadi semua orang mendengus kesal.
"Sumpah demi Alek gue kaga bisa bayangin kalo anak gue punya mertua kaya elo." Ucap Dena.
"Dijamin bahagia lah na, nanti shopping Mulu sama gue." Ucap tata.
"Morotin duit Tio pasti." Kekeh Chika.
"Sorry buat apa gue punya Kenzo kalo harus minta suami gue." Ujar nya, tata benar-benar g*la hari ini.
"Oke kalau menantu gue anak Lo nanti, gue bisa shopping pake duit anak Lo." Ucap Dena senang.
"Kalo anak gue cowok silahkan, tapi kalo anak gue cewek yang jadi mantu lo. Siap-siap aja duit si El gue kuran sampe ke akar-akarnya." Kekeh tata, mereka tertawa puas dengan pembahasan hari ini.
Lama tidak bertemu membuat mereka semakin solimi saat bertemu, belum apa-apa sudah membicarakan calon mantu yang entah siapa yang akan menjadi mantu nya nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
Jangan lupa mampir ke (JURNEY OF LOVE**) bisa klik profil aku ya π€
N: Tata solimi nya kaga berkurang π€£
A: Makin nambah solimi nya π€£
N: Bukan lagi, gue lucu baca nya π
A: Temen rusuh nya si tata kan si Denaπ€£
N: Jangan lupakan Chika dan Karenπ€£
A: Intinya, semuanya biang rusuh π€£
N: Bener banget ππ*