Love Destiny

Love Destiny
PERTANDINGAN BASKET PART 1



Melihat Brian sudah masuk ketengah lapangan, Adisty yang berada ditribun paling depan bersama para pendukung tim basket kampus bintang bersorak memberi semangat kepada semua anggota tim yang akan bertanding.


“ Kamu harus menang Brian !!!…”, teriak Adisty dengan kencang sambil tersenyum lebar.


Pada awalnya Adisty mengira jika hanya Brian adalah lelaki tampan pada umumnya. Tapi setelah mendapatkan kabar mengenai AN Group milik papanya Brian yang semakin lama semakin naik posisinya membuat Adisty yakin untuk merebut Brian dari Vely agar bisa menopang kehidupannya dimasa depan.


“ Jika aku menang, aku akan memberikan trofiku padamu…”, teriak Brian dari tengah lapangan sambil memberikan kissbay kearah Adisty.


Sontak saja tindakan Brian tersebut membuat para fansnya berteriak histeris. Dan hal itu membuat Adisty semakin bangga menjadi gadis milik sang kapten.


“ Kak Vely lihat !!!...bukankah itu Nicholas ?...”, tunjuk Crystal pada laki – laki yang baru saja masuk kedalam lapangan.


Cowok tampan dengan seragam bola basket biru dengan celana pendek berwarna putih. Rambut hitam lurusnya terlihat sedkit berdiri dengan ikat kepala berwarna putih disekitar dahinya.


Otot – otot lengannya yang berisi namun tidak terlalu besar dan tinggi 185 cm dengan kulit putih mulus membuatnya terlihat sangat mencolok disana.


Bahkan ketampannanya melebihi Brian yang bagi Crystal sangat biasa saja. Brian hanya tertolong tinggi badan dan stylist saja hingga membuatnya terlihat lebih mencolok jika dibandingkan anggota tim yang lainnya.


“ Nicholas !!!!... Nicholas !!!!... Nicholas !!!!...” , teriak kubu kampus sebelah.


“ Brian !!!... Brian !!!... Brian !!!...”, kelompok kampus bintangpun tak kalah heboh memberikan semangatnya.


Sementara itu pertandingan dilapangan terlihat sangat sengit. Semua orang berusaha untuk memenangkan pertandingan persahabatan kali ini.


Beberapakali Brian terlihat mencetak angka hingga membuat para supporter bertepuk tangan kegirangan. Namun tim lawan juga tak mau kalah, mereka segera membalasnya, dan lemparan yang dilakukan Nicholas mencetak angka.


Sorak sorai dilapangan basket kembali terdengar tiap jagoan mereka mencetak angka. Kejar – mengejar point di babak pertama ini terbilang sangat sengit.


Semua orang terlihat saling menyerang dan mencetak angka demi kemenangan tim mereka masing – masing. Dan detik - detik terakhir babak pertama sangat menegangkan.


Saat ini adalah penentuan, jika salah satu tim berhasil menembakkan bola maka dialah yang akan menang. Tim kampus sebelahlah yang mempunyai peluang karena bola sudah berada ditangan kapten tim mereka Nicholas.


Namun entah kenapa, tiba – tiba Nicholas kehilangan fokus dan terjatuh hingga membuat bola diambil pihak lawan dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan tim kampus bintang untuk babak pertama.


Warga kampus bintang bersorak kegirangan saat tim mereka berhasil mencuri angka dibabap pertama ini. Mereka semua sangat berharap diababak kedua kemenangan akan kembali diraih sehingga kemenangan sempurna akan mereka dapatkan.


“ Ternyata konsentarsinya sangat lemah…”, cemooh Crystal saat melihat Nicholas terjatuh disaat paling penting hanya karena tatapan yang diberikan oleh Vely kepadanya.


“ Jangan lengah Nicholas…”, ucap pelatihnya memberikan semangat untuk pertandingan berikutnya.


Vey yang melihat Nicholas menggaruk kepalanya dengan canggung saat dimarahi sang pelatih tak bisa menyembunyikan senyumannya.


Meski Vely sudah memutuskan untuk mencoba, namun dengan kondisinya yang sekarang, dia merasa masih belum bisa untuk memulai hubungan baru.


Saat Vely kembali menatap Nicholas, entah kenapa dia merasakan hawa panas mengintainya. Dan saat menoleh, dia melihat Brian sedang menatapnya dengan tajam.


“ Kakak sedang melihat apa ? mulai sekarang fokus pada Nicholas jangan yang lainnya, karena aku tidak mengijinkannya…”, ucap Crystal penuh penekanan dan mulai merubah arah wajah Vely agar kembali menatap Nicholas.


Dari tempat duduknya, dapat dilihat jika semua anggota tim  bola basket kampus bintang tampaknya sedang menggoda Brian yang terlihat bertatapan dengan Vely.


Mereka terlihat bergantian memandang Adisty dan Vely berulangkali sambil tersenyum tipis dan kembali menatap Brian.


“ Aku sangat iri padamu bos !!!...”


“ Vely sekarang sangat cantik, bahkan kecantikannya melebih Adisty…”


“ Kamu sangat beruntung, diperebutkan oleh dua orang wanita dalam waktu yang bersamaan…”


“ Jaga mereka berdua baik – baik bos jika tidak ingi diambil orang….hehehee….”


Itulah beberapa godaan yang dilayangkan anggota tim pada sang kapten yang langsung tersenyum lebar, bangga dengan dirinya yang diperebutkan oleh dua orang gadis cantik.


Lelaki mana yang tidak suka diperhatikan oleh semua orang. Komentar rekan setimnya benar – benar mengusik ego Brian.


Dia bahkan mengakui jika hari ini Vely terlihat sangat cantik dan mempesona. Namun karena gengsi dia hanya menyimpan pujian itu dalam hati kecilnya.


“ Baiklah !!!...kita harus menang sore ini !!!...Mengerti !!!...”, ucap Brian membakar semangat anggota timnya.


“ Mengerti !!!...”, teriak mereka serempak.


Peluit ditiup dan pertandingan kedua dimulai. Crystal segera mengeluarkan popcorn, ayam goreng, kentang goreng, dan nugget, serta minuman diangin yang telah dibawa dari rumah tadi.


Melihat banyaknya makanan yang dikeluarakan oleh Crystal membuat  Vely membuka mulutnya karena terkejut.


“ Ini semua akan kau habiskan sendiri…”, ucap Vely tak percaya.


“ Tentu saja…jika kakak tidak mau…”, ucap Crystal sambil menyodorkan nugget kepada Vely.


Mendapatkan ejekan dari gadis yang ada disebelahnya itu sama sekali tak mempengaruhinya dan kembali makan dengan santai.


Crystal sedikit terkejut saat tim kampus sebelah tertinggal 11 point dari kampus bintang. Membuat gadis itu sontak membulatkan kedua matanya tak percaya.


“ Apa yang terjadi ?...”, tanya Crystal sedkit kesal melihat point awal yang sangat jauh itu.


“ Kurasa, kondisi Nicholas tidak terlalu bagus hari ini…”, ucap Vely sambil menggeleng – gelengkan kepalanya berulang kali.


“ Tidak…tidak…jika begini terus maka rencanaku akan gagal…”, batin Crystal gelisah.


Prittt…pritt….


Pelatih tim kampus sebelah meminta waktu istirahat dipertengahan babak kedua  yang digunakannya untuk memarahi Nicholas yang terlihat sangat tidak fokus pada pertandingan kedua ini.


Melihat hal tersebut tiba – tiba saja Crystal tersenyum karena memiliki ide brilian dikepalanya. Diapun segera mengambil air putih dingin dan handuk putih kecil kemudian diserahkan kepada Vely.


“ Berikan ini kepada Nicholas sekarang!!!…”, perintah Crystal.


“ Apa…ini….”, tanya Vely tak mengerti.


“ Iya…cepat sebelum pertandingan dimulai…”, Crystalpun sudah menyeret tangan Vely agar bangun dari duduknya.


Velypun kemudian melangkahkan kakinya menuju dimana tim Nicholas berada yang sialnya dia harus melewati tim Brian untuk sampai didepan Nicholas.


“ Cepat!!!...”, teriak Crystal saat melihat Vely menghentikan langkahnya.


Setelah mengambil nafas dalam – dalam…Velypun mulai melangkahkan kaki menuju lapangan. Banyak sorot mata yang melihat aksinya dengan tatapan penasaran.


“ Hey lihat !!!...Vely masuk kelapangan !!!...”, teriak beberapa orang yang ada di tribun.


“ Wow, dua gadis cantik memperebutkan seorang  cowok, pertunjukan yang bagus…”, ucap yang lainnya.


Begitu juga dengan tim kampus bintang  yang terlihat heboh saat Vely menuju kearah mereka.


“  Hey lihat !!! Vely membawakan air untuk bos kita…”


“ Jadi dia berdandan cantik hari ini demi sang bos…”


“ Kenapa hanya membawa satu botol !!!...”


“ Vely, kamu sangat pelit…”


Ucapan semua orang sama sekali tidak menyurutkan langkah Vely untuk tetap berjalan maju sesuai tujuannya.


Melihat kedatangan Vely, Brian menyadari jika dirinya terlalu keras kepada Vely selama ini. Sambil tersenyum, Brian menyambut kedatangan Vely di timnya.


“  Vely, aku tahu kalau kamu sangat mencintaiku. Tapi tindakanmu yang sering merendahkanku di masa lalu, membuatku merasa tidak nyaman. Karena kita sudah kenal sejak lama dan jika kamu berjanji untuk tidak menyakiti Adisty lagi, maka aku mau berteman denganmu…”, ucap Brian dengan suara keras, berharap dengan apa yang dilakukannya ini membuat rumor yang memojokkan Adisty kembali hilang.


“ Sudah selesai pidatonya…minggir !!!...”, ucap Vely dingin.


Melihat ekpresi dingin yang ditampilkan oleh Vely membuat  Brian dan Adisty membeku ditempatnya. Sedangkan anggota tim yang lainnya mulai bertanya – tanya saat melihat Vely pergi mendatangi kapten tim basket sebelah, Nicholas yang merupakan musuh bebuyutan mereka.


“ Kemana tujuan Vely ?...”


“ Dia tidak menghampiri Brian?...”


“ Kalau bukan Brian, siapa yang dicarinya ?...”


“ Nicholas, tidak mungkin dia kan yang dituju…”


Spekulasi mereka semakin mantap saat melihat Vely dengan santai menuju ketempat Nicholas berada.


“ Untukmu…”, ucap Vely sambil menyerahkan sebotol air mineral kepada Nicholas dengan lembut.


“ Te..tterima kasih…”, ucap Nicholas gugup.


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis yang sempat memporak – porandakan  hatinya saat ini berada tepat didepannya.


Saat menoleh ketribun penonton, tanpa sadar Vely melihat Crystal dengan tangannya mengisyaratkan agar dirinya melanjutkan rencana berikutnya.


“ Lakukan yang terbaik…”, ucap Vely sambil menyeka keringat yang ada diwajah Nicholas dengan handuk kecil yang tadi dibawahnya.


Blush…..


wajah Nicholas saat ini terasa seperti terbakar menerima perlakuan lembut Vely. Hati Nicholaspun terasa sangat hangat dan bunga – bunga cinta mulai bermekaran didalam hatinya.