Love Destiny

Love Destiny
Epson 311



Setelah kejadian tadi ketiga bodyguard itu menemui nona nya untuk melapor, dan seperti yang mereka duga jika nona nya akan murka.


"Apa, kenapa kalian bisa kalah oleh seorang gadis." Ujar nya.


"Maaf nona dia jago beladiri." Ucap bodyguard itu.


"Bo*oh Devika tidak Sejago itu." Ucap nya lagi, ia memikirkan cara untuk mencari tahu benarkah Devika Sejago itu.


Setelah melaporkan hal itu para bodyguard pun memutuskan untuk pergi di hadapan nona nya, mereka tahu jika nona nya pasti marah dan kecewa.


Di tempat lain Devika, Nathia juga Kyra sedang duduk di balkon rumah Nathia. Karena disitulah tempat perkumpulan solimi mereka jika pulang dari kampus.


"Enak nya punya rumah deketan ya gini gampang buat ghibah." Ucap Devika, jiwa polos Chika benar-benar menurun kepada putrinya.


"Iya kebetulan banget gak si rumah kita bertiga dekat, terus rumah El dan Kenzo juga lumayan dekat." Ucap Kyra.


"Bener tuh, eh kira-kira si Felly lagi apa ya." Ucap Nathia yang teringat kepada salah satu anggota solimi nya.


"Iya itu anak lagi apa ya, dia kan selalu ngeluh bete diem di rumah karena suka di ikutin." Ucap Kyra.


"Felly itu jadi kaya the real nona muda gak si." Ucap Devika


"Iya si tapi kaya nya bukan karena itu, mungkin karena pekerjaan dad nya juga." Ucap Nathia.


"Bener banget, kaya nya tuan James itu takut kalau tiba-tiba Felly hilang kaya dulu mangkanya dijaga ketat banget." Ucap Kyra.


"Akutuh terharu sama Felly biarpun dia tahu mom and dad nya orang berada, tapi kaya sikap nya tuh biasa aja gak berlebihan." Ucap Devika.


"Hmmmmm, bener banget padahal apapun yang Felly minta pasti dikasi kan secara tuan James sesayang itu sama Felly." Ucap Kyra.


"Kita doang emang paling legent anggota sendiri aja di ghibahin, yaampun Devika tobat nak." Ucap Nathia membuat Kyra tertawa.


"Efek belum ketemu Samuel ini anak meresahkan sekali." Ceplos Kyra, merekapun tertawa begitulah perkumpulan mereka di balkon rumah Nathia.


"Haha, Samuel nya lagi sibuk buat neng shopping Mak." Kekeh Devika, Nathia dan Kyra pun menguyel-nguyel tubuh Devika.


Di tempat lain seorang lelaki sedang berjalan di koridor kampus, ya Rafael belum pulang ke rumah nya karena ia ada kelas tambahan.


"El." Panggil Kenzo.


"Ya." Sahut El.


"Cabut yuk bosen juga udah lama gak cabut." Ucap Kenzo.


"Boleh tuh mau kemana?" Tanya El.


"Kita ke cafe biasa aja deh, tapi ngomong-ngomong para betina udah pada pulang kan ya." Ucap Kenzo, biar bagaimanapun tugas Kenzo dan Rafael adalah menjaga dan mengawasi para wanita yang super ribet itu.


"Kayak nya udah si, jalan sekarang aja lah." Ucap El, Kenzo pun mengangguk dan kini keduanya sudah berada di dalam mobil masing-masing.


Di kediaman Keanu seorang gadis sedang duduk di ruang tv dengan menonton drama kesukaan nya, Dena menghampiri Ayaza dan membuat kedua pelayan pribadi Ayaza menyingkir. Ayaza juga sama memiliki pelayan pribadi, namun Ayaza lebih suka sang mommy yang membantu nya.


"Anak mommy sedang apa si." Tanya Dena.


"Tidur mom Aya sedang tidur." Ceplos nya, Dena mendengus mendengar perkataan putrinya.


"Pinter banget jawab nya." Sindir Dena.


"Pinter lah orang Aya anak nya mommy." Ucap Ayaza membuat Dena mendengus.


"Ayaza solimi ih." Protes Dena, Ayaza menoleh menatap mommy nya.


"Aya pinter deh." Ujar Dena tersenyum.


"Iyalah anak Daddy gitu." Ucap Ayaza, kali ini Dena merasa di kerjai oleh putrinya.


"Aya kalau ada yang bilang Aya solimi itu turunan siapa ay?" Tanya Dena.


"Mommy lah." Jawab Ayaza jujur.


"Kalau ada yang bilang Aya pinter ih gemesin pula, itu turunan siapa?" Tanya Dena, membuat Ayaza menoleh.


"Mommy bikin jebakan nih pasti, nanti Aya jawab mommy ngambek." Kekeh Ayaza.


"Gak kok mommy gak akan ngambek jawab aja gak apa-apa, demi Aya gak apa-apa." Ucap Dena.


"Daddy lah." Ceplos nya.


"Bener-bener anak Keanu ini bocah." Grutu Dena, Ayaza tertawa dan memeluk mommy nya.


"Plus minus nya Aya itu dari mommy dan Daddy, biar adil." Ucap Ayaza, gadis ini benar-benar selalu bisa membuat Dena tersenyum.


Dena membalas pelukan Ayaza penuh sayang, tidak lupa juga Dena mengecup kening dan kedua pipi Ayaza.


Kedekatan Dena dengan kedua anak nya patut diacungi jempol, karena Dena selalu bisa berperan sebagai teman curhat, sebagai kakak bagi Rafael, sebagai teman debat, juga sebagai mommy yang baik.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Selain Anes Ayaza juga titisan Dena ya bund🀣


A: Lah ini lebih lengket Uun kan anak nya πŸ˜‚


N: Oiya bener banget 🀣


A: Selamat menikmati kesolimihan para emak bapak dan antek-anteknya 😊


N: Solimi nya nular 😭


A: 🀣🀣🀣*