Love Destiny

Love Destiny
Kedua



Saat ku ingin bertanya kepadanya


tiba tiba pintu terbuka dan dia pun pergi meninggalkanku dengan segudang pertanyaan.


"Siapa bapak itu, kenapa dia mau menolong karyawan biasa sepertiku?? ah sudahlah yang penting hari ini aku setidaknya tidak dipecat karena terlambat. "


Aku langsung menuju ruangan tempatku bekerja.


"Hei kukira hari ini kau tak selamat dari pak tua itu??" ucap salah satu temanku


" Nasib baik masih memihakmu kali ini" sambungnya lagi.


"Iya untung saja ada penolongku,kalau tidak mungkin aku akan jadi pengangguran hari ini"


"Siapa yg menolongmu?? " kata semua temanku yang dengan kompak menatapku.


"ah itu dia masalahnya,aku gak tau dia siapa,yang jelas bapak itu menarikku ke pintu khusus petinggi kantor.Jangan tanya kenapa karena aku juga gak tau" jelasku.


"Hei kalian jangan bergosip saja,kerja kerja kerja" lagi lagi pak tua mengacaukan mood kami.


"Oh iya ada pengumuman penting buat kalian. Hari ini akan ada pemeriksaan rutin,jadi kalian siapkan semua berkas yang diperlukan untuk pemeriksaan kali ini.Pemeriksaan kali ini akan dilakukan langsung oleh CEO kita ,jadi jangan ada kesalahan sedikitpun Mengerti"sambung Pak Hariman.


"iya pak" Jawab kami serentak


kami mengerjakan apa yang diperintahakan oleh Pak Hariman.


Setelah beberapa jam


Akhirnya kami selesai dengan pekerjaan kami.Ketika kami tengah menunggu giliran pemeriksaan tiba tiba pintu ruangan terbuka, dan benar saja bapak yang menolongku tadi ada diantara mereka.


"Astaga dia bapak yang tadi" Dengan bodohnya aku berkata seperti itu dalam keadaan yg sunyi ini,membuat semua orang menatapku.


(aish kenapa aku bodoh sekali) gumamku dalam hati.


Bapak itu seperti tidak menghiraukan perbuatanku dan hanya tersenyum melihat tingkah bodohku.


(syukurlah dia tak marah) lirihku


"Semuanya perkenalkan dia adalah Pak Prabu


CEO kita.Pasti kalian tidak pernah melihat wajahnya bukan,itu karena Pak Prabu jarang sekali berkunjung ke perusahaan dan lebih sering berada dikantor pusat" ucap pak hariman memberi penjelasan.


(pantas saja aku tak mengenalnya) pikirku.


"Dan selain itu saya ingin melakukan seleksi pada kalian untuk bekerja dikantor pusat.Dan setelah saya teliti ada salah seorang diantara kalian yang memenuhi kriteria saya.Dia adalah Alitha Dilmurat" sambung pak prabu


diiringi dengan semua mata tertuju padaku.


Mendengar perkataan Pak Prabu aku hanya diam tak bisa berkata apa apa.


jujur aku tak percaya,itu memang salah satu impianku bekerja dikantor pusat.


"Alitha alitha" ucap salah satu temanku mencoba membuatku sadar


"ahh iya kenapa" kataku bingung


"kok kenapa sih, kamu ditanya apa kamu setuju untuk kerja dikantor pusat "katanya lagi.


"oh iya maaf pak saya sedikit terkejut dengan ini,iya tentu saya ingin kerja dikantor pusat" kataku dengan penuh semangat.


(siapa yang mau menolak kerja dikantor pusat dengan segala fasilitasnya yang nyaman dan tentunya gaji yang jauh lebih besar dari kantor cabangku sekarang, hanya orang bodoh yg menolak kerja disana) pikirku.


"Kamu besok bisa langsung kerja disana,berkas berkas kepindahan kamu akan diurus oleh manajer, untuk tempat tinggal kami sudah siapkan apartemen yang disediakan khusus untuk karyawan yang rumahnya jauh dari kantor" jelasnya lagi.


"iya pak terimakasih"kataku dengan senyuman yang tidak henti hentinya tersungging dibibirku.


(Karena rumahku diluar kota jadi aku harus tinggal diapartemen)


Pak Prabu pun pergi meninggalkan kami


"woah aku iri padamu, aku juga ingin kerja disana " kata temanku yang disetujui oleh temanku yang lainnya


"meskipun kamu sering terlambat tapi kamu yang paling cerdas dan cekatan diantara kami, pantas saja Pak Prabu memilihmu "kata temanku yg lainnya.


"Sudahlah kamu pulang saja, persiapkan untuk kepindahan mu besok"kata Pak Hariman.


"oh iya aku lupa memberitahu della bahwa aku akan pindah" kataku sambil menepok jidat.


tiba dikamar aku langsung membereskan semua barangku dibantu della,dia sedikit tidak rela aku pergi,tapi mau gimana lagi aku juga sedih.


kami akhirnya tidur setelah mengemasi barang dan menangis tentunya.


(Besok adalah awal baru untukku dan untuk karirku,aku harus berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan semua orang) ...


Bersambung