Love Destiny

Love Destiny
Epson 183



Sudah hari ketiga dari saat Keanu libur, Dena merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menatap Rafael yang sedang bermain.


***Solimi group 🀀*


Dena*: Guys Lo gak pada beteπŸ˜”


Tata: Bete lah gue, orang kerja gue cuma nganter makan siang udah itu balik lagiπŸ˜’


Chika: Guys gimana kalau kita ke cafe si ganteng πŸ€ͺ


Karen: Chik jangan jadi racun apa Chik πŸ˜’


Dena: Gue siap-siap dulu lah, kita langsung ketemuan disana aja kali yak πŸ˜‚


Niken: 😲😲😲


Chika: Untuk hari ini anak-anak jangan di bawa ya gaes, soalnya kasian anak gue kecapean nantiπŸ˜”


Dena: Gue mau titip El sama suster aja 😁


Karen: Gue siap-siap juga dahπŸ˜‚*


Merekapun bersiap-siap untuk pergi ke cafe, Dena ijin kepada El dan juga kepada Keanu. Syukur nya kedua lelaki itu memberikan ijin kepada Dena.


Skip perjalanan!!!


Kini Dena dan yang lain tiba di cafe, Dena tersenyum kepada tata dan Chika. Seorang barista pun menghampiri kelima emak-emak muda itu.


"Selamat siang kak, ada yang bisa saya bantu." Ucap nya, membuat para emak-emak saling menatap.


"Kita pesan jus strawberry, sama makanan ringan saja." Ucap Chika.


"Baik, silahkan ditunggu sebentar." Ujar nya berlalu.


"Gila gue dibilang kakak, berasa Masi muda coy." Ucap Chika.


"Belum tahu saja dia ciwi-ciwi di depan nya udah emak-emak semua." Kekeh Karen.


Barista itupun kembali ke meja mereka bersama waiters yang membawa pesanan, ia menatap satu persatu orang yang satu meja dengan Dena.


"Kalian kesini sendiri?" Tanya nya.


"Apa kamu melihat orang lain selain kami?" Ucap Karen.


"Ah tidak, tapi tidak mungkin wanita secantik kalian tidak memiliki kekasih." Ujar nya tertawa.


"Haha, iya juga." Balas Chika.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap nya.


Dena dan yang lainnya pun mengangguk, mereka merasa senang karena tidak ada yang mengira bahwa mereka sudah memiliki anak.


Sementara di tempat lain Kean dan para kawan nya sedang berbincang, mereka merasa penasaran apa yang dilakukan oleh para istri jika sedang berkumpul.


"Kenapa para istri semangat banget ya buat keluar." Ucap Nathan.


"Mungkin mereka jenuh." Ujar Kean.


"Tapi gak biasanya kaya gini kan, gue ada rasa curiga nih." Ujar Tio.


"Gue dengar di dekat cafe si cantik ada cafe baru, pekerja nya cowok semua." Ucap Devin, membuat yang lainnya menoleh.


"Jangan ngarang, mana mungkin mereka kesana." Ujar Kai.


"Lah kan gue cuma ngasi tau." Ucap Devin.


"Gini deh gimana kalau kita cek langsung kesana, biar gak ada rasa penasaran lagi. Toh kalian udah gak sibuk kan." Ucap Nathan.


"Tepat sekali, lebih baik kita kesana." Balas Kai.


Akhirnya Keanu dan para sahabatnya pun memutuskan untuk pergi ke cafe itu, Kean melajukan mobilnya menuju cafe.


Skip perjalanan!!!


Setelah tiba di cafe mereka mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe, dan Nathan melihat satu meja berisi wanita yang sangat di kenal nya.


"Loh itu kan para emak-emak." Ceplos Nathan, membuat yang lain ikut menatap ke arah meja yang di tempati oleh Dena tata dan kawan-kawan.


Sementara di mejanya Dena dan yang lain masih heboh membicarakan tentang waiters dan barista, tanpa sadar bahwa para pawang sedang mendekat.


"Asli si gue gak suka cowok pake anting sama tato, tapi kalau yang ini bisa dibicarakan baik-baik." Ucap Dena.


"Gue kaga usah dibicarakan baik-baik dah, kita langsung gas pool aja." Kekeh Chika.


"Ganteng si enggak terlalu cuma keliatan nya gagah aja gitu." Ucap Karen.


"Iya ya, ganteng dan gagah banget." Ucap Kai, membuat kelima nya menoleh dan terkejut.


"Pa_pa_papi." Lirih Karen, Dena merasa jantungnya tidak aman ia menatap Nathan, Kai, Devin, Tio, dan terakhir pandangan nya beradu dengan Keanu.


"Hehe, Daddy." Lirih Dena menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yang mana mom yang ganteng." Tanya Keanu, kini kelima lelaki itu ikut duduk di meja yang sama.


"Eng_enggak ada orang gak ada yang ganteng." Ujar Dena ngasal.


Barista itu mendekati meja Dena dan menawarkan menu, membuat para lelaki menatap nya tajam.


"Ohhh jadi elo yang bikin mereka oleng." Ucap Nathan.


"Maksudnya?" Tanya sang barista.


"Kaga usah pura-pura polos Lo." Ucap Devin, Chika menggigit bibir bawahnya.


"Ohhh mas-mas ini kekasih nya mbak-mbak cantik." Ujar nya tertawa kecil.


"Kekasih pale Lo, kita suaminya bisa-bisa nya Lo bilang bini kita cantik." Sengit Nathan.


"Benarkah? waaaah saya tidak tahu kalau mbak-mbak sudah menikah." Ucap barista itu.


"Bikinin gue minum enak dan makanan ter enak." Ucap Devin, setelah barista itu pergi keadaan kembali menegangkan.


"Mom tadi katanya bisa dibicarakan baik-baik, apa yang mau dibicarakan hmmmmm?" Tanya Keanu dengan senyuman smirk nya.


"Enggak ada emang apa yang mau aku bicarakan." Ucap Dena.


"Kamu kenapa sayang hmmmmm, aku kurang ganteng apa buat kamu?" Ucap Tio kepada tata, membuat tata menelan Saliva nya dengan sulit.


"Kamu ganteng Pi, ganteng banget." Ucap tata.


"Kalian pulang sekarang, atau cafe ini aku tutup." Ucap Keanu dingin, membuat mereka tercengang.


"Yang benar saja." Protes Dena.


"Mommy El." Ucap Kean.


"Iya aku pulang." Ujar nya, kini mereka pergi setelah membayar makanan yang mereka pesan.


Bahkan makanan yang di pesan oleh Devin pun belum sempat mereka sentuh, kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah.


Dan selama perjalanan Dena hanya bungkam dan menundukkan kepalanya, ia bingung harus apa berasa kepergok lagi selingkuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Gue ngakak bagian kepergok 🀣


A: Mantap kaga tuh πŸ˜‚


N: Baru kali ini mereka mati kutu coy 🀣


A: Sekali-kali jangan romantis Mulu 🀣


N: YaaaakkkkπŸ˜‚*