Love Destiny

Love Destiny
Epson 347



Pagi hari Felly terbangun lebih dulu ia berjalan keluar kamar dan memutuskan untuk pergi ke tepi pantai, disana Felly melihat sosok lelaki tampan yang sedang berdiri memandang keindahan pantai.


Ah, Felly sampai tak mengenal kekasihnya itu gadis itu berlari dan menggandeng tangan Rafael membuat El menoleh dan tersenyum.


"Sudah bangun?" Tanya Rafael, lelaki itu menyelipkan anak rambut kebelakang telinga Felly.


"Hmmmmm, sejak kapan kamu berdiri disini." Ucap gadis cantik itu.


"Belum lama." Jawab Rafael, Felly mengangguk ia tahu jika El suka sekali melihat pemandangan.


"Udara pagi yang cerah." Ucap Felly, El tertawa lelaki itu berdiri di belakang Felly dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Felly.


"Cerah kaya wajah kamu yang selalu jadi cahaya di setiap hariku." Ucao Rafael, Felly tertawa.


"Awal pagi macam apa ini Tuhan, masih pagi hati Adek sudah dibikin meleleh saja bang." Ucap wanita itu, El tertawa ia melepaskan pelukannya dan kembali berdiri di samping Felly.


"CK, muka ngapa tuh udah kaya kepiting rebus." Goda Rafael, Felly mendengus menatap tajam El.


"Gausah ngeledekin apa ya, dibilang pagi-pagi udah dikasi asupan nutrisi." Ucap Felly, El tertawa ia menangkup wajah cantik Felly.


"Tetap cantik." Ucap El, Felly tersenyum tipis.


"Sejak kapan si pacar aku jago banget gombal hmmmmm, mau aku aduin Daddy James biar di basoka mau." Balas Felly, lagi-lagi membuat Rafael tertawa gemas.


"Daddy James man berani si basoka calon mantu yang ganteng nya gak ada obat ini." Ucap El bangga, Felly mencibir apakah Rafael salah makan atau minum. Ada apa dengan lelaki itu sebenarnya.


"Yaampun di ladenin malah makin menjadi-jadi." Ucap Felly.


"Jadi lah, jadi suami kamu nanti." Goda El, araaagghhh jantung Felly semakin dibuat tidak aman oleh Rafael.


"Terserah masi pagi stok gombal belum terkumpul semua." Ucap Felly, El tertawa lepas membuat Felly mengernyit heran.


"Kamu kenapa, kamu saah minum obat atau gimana?" Tanya Felly, seketika El langsung merubah ekspresi nya menjadi datar.


"Sayang kamu yang kenapa, biasanya kamu yang suka sekali menggoda." Ucap El, Felly cengok ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bee kaya nya nyawa kita ketuker gak si, kok aku jadi lemot gini ya." Ucap Felly, El tersenyum dan menggandeng tangan Felly mendekati ombak pantai.


"Kayak nya iya si, tuker balik lah." Ucap El, Felly menendang kaki El.


"Kayaknya kita doang yang pacaran aneh begini, orang mana ada si yang begini." Ucap Felly, El tersenyum ia membalikkan tubuh Felly dan El melompat ke punggung gadis itu.


"Etdah, pak berat apa yaampun gak nyadar banget kalau badan nya otot semua." Pekik Felly, El tertawa kenapa El begitu bahagia saat bersama Felly.


"Jalan sayang ayok olahraga." Ucap El, Felly tertawa dan berjalan menggendong Rafael.


"Tolong bawa bayi gede tolong." Teriak Felly, tanpa keduanya sadari dari kejauhan ada Dena dan Keanu yang menatap kebahagiaan putra mereka.


"El sudah besar ya dad, aku gak percaya kalau kita bisa besarin jagoan kita dengan baik." Ucap Dena, menatap senang ke arah putranya.


"Kamu benar sayang, aku kira selama ini kita terlalu menganggap santai pertumbuhan El." Ucap Keanu.


"Rafael itu mirip sekali dengan Daddy nya gak si, lihat dia begitu usil kepada Felly kaya Daddy dulu waktu deketin mommy." Ucap Dena, Keanu terkekeh benar sekali. El itu seperti dirinya ia akan bersikap normal jika saat bersama dengan Dena. Tapi Keanu akan memasang wajah datar nya saat di hadapan orang lain.


"Ya kan El anak aku, yakali aku bapak nya tapi El mirip Nathan gak terima lah aku." Ucap Keanu, Dena tertawa kecil.


"Bener si, kamu bapak nya yang hobby banget nanam pupuk kan ya. Takut banget kalau anak nya gak mirip kamu." Ucap Dena.


"Aya itu bukan cuma mirip aku dad tapi juga cerewet kaya Oma." Ucap Dena tertawa lepas, mengingat saat mengandung Ayaza ia sering sekali berdebat dengan Oma.


"Ya gimana gak mirip, waktu hamil Aya kamu sama Oma udah kaya musuh bebuyutan." Ucap Keanu ikut tertawa.


"Bener si, entahlah anak-anak kita itu memang menggemaskan." Ucap Dena, Keanu mengangguk lelaki itu memeluk sang istri dari belakang.


"Mau bikin dedek lagi gak mom?" Tanya Kean, tanpa Kean sadari ada Ayaza di belakang keduanya.


"Gak, gak ada adik-adik an ya dad." Ucap Ayaza, membuat Dena dan Kean menoleh terkejut.


"Loh, kamu sudah bangun sayang?" Tanya Kean, ia berusaha menyembunyikan keterkejutan nya.


"Mom gak ada adik ya, udah cukup kak El saja yang gagal jadi anak tunggal. Aya gak mau gagal jadi anak bungsu." Ucap gadis itu, Dena tertawa ia memeluk tubuh mungil sang putri.


"Tidak sayang, lagian mommy sudah bahagia bersama kamu dan kakak kamu." Ucap Dena, Keanu mencibir menatap Ayaza yang menjulurkan lidahnya.


"Aya kenapa si gak mau punya adik?" Tanya Kean.


"Gak ada adik saja mom and dad sibuk terus, gimana kalau ada adik Aya gak mau pokoknya." Ucap gadis itu, Dena tersenyum mengelus pipi chubby putrinya.


"Tenang saja mom tidak akan kasi Aya adik." Ucap Dena, Ayaza mengangguk dan memeluk erat sang mommy.


Sementara Keanu tersenyum tipis melihat menja nya Ayaza kepada Dena, lagipula Kean hanya bercanda namun tanpa ia ketahui bahwa putri bungsu nya malah mendengar apa yang Keanu ucapkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A: Jan lupa vote ya gaes 😊


N: Siap Thor 😂


A: Maaciw ya Uun, Lo ngongol Mulu kalo gue minta vote 😂


N: Kan gue suka minta Lo up buru-buru, jadi harus vote lah 😂


A: Baiklah 😁


N: 😂😂😂