Love Destiny

Love Destiny
Epson 389



Satu Minggu berlalu di kediaman Niken dan Nathan terlihat seorang gadis cantik yang berjalan menuju ruang makan, gadis cantik itu duduk dengan santai di hadapan kedua orang tuanya.


"Tumben anak papi manyun pagi-pagi seperti ini?" Tanya Nathan, ia selalu memperlakukan Nathia seperti putri kecilnya.


Nathia bagaikan tuan putri yang hidup di tengah-tengah keras nya kehidupan, ia memiliki ketakutan tersendiri. Bahkan bukan hanya Nathia Niken dan Nathan pun memiliki ketakutan tersendiri mengenai putrinya.


Bukan apa-apa karena Nathia lahir karena kesalahan Nathan, hal itu membuat Nathan dan Niken harap-harap cemas dengan keadaan Nathia.


Kedua orang tua Nathia hanya bisa berharap jika tidak ada orang lain yang mengetahui hal itu, mereka tidak siap jika banyak orang yang memandang rendah putrinya.


"Lalu aku harus apa." Balas Nathia.


"Biasanya kamu selalu tersenyum saat pagi hari, tapi kenapa ini malah manyun hmmmmmm." Ucap Nathan, Nathia menunduk ia merasa bingung.


"Aku hanya sedang badmood saja pi."Jawab nya.


"Badmood karena Niko sudah lama gak kerumah kan, biasanya kan Niko selalu gangguin kamu." Goda Niken, Nathia menatap Niken dengan kesal.


"Tidak bukan seperti itu." Jawab nya.


"Cieee, jujur saja kali." Balas Niken lagi.


"Mangkanya kan papi sudah bilang sekeras apapun lelaki berusaha pasti akan ada masa dia lelah mengejar, apalagi selama ini sikap kamu ke Niko dingin sekali." Ucap Nathan, Nathia menghela nafasnya ia merasa serba salah sekarang.


"Ini kenapa malah jadi bahas Niko si." Ucap nya, Nathan tertawa kecil.


"Sudah-sudah sebaiknya kita sarapan saja." Ucap Niken, Nathia dan Nathan pun mengangguk dan menyantap makanan nya.


Setelah selesai sarapan Nathia dan Nathan pamit pergi, Nathan pergi ke kantor sementara Nathia wanita itu pergi ke kampus nya.


Sesampainya di kampus Nathia berjalan mencari para sahabatnya, Felly dari kejauhan ia melihat Felly yang sedang berjalan.


"Felly." Panggil Nathia.


"Eh, nath kok sendiri." Ucap Felly.


"Hmmmmmm, aku sedang mencari Devika dan Kyra." Jawab nya.


"Sama dong aku juga lagi cari mereka." Ucap Felly.


Keduanya memutuskan untuk mencari Devika dan Kyra di kantin kampus, benar saja kedua mahkluk itu berada di kantin kampus.


"Kalian enak banget pagi-pagi sudah nongkrong di kantin." Ucap Felly, wanita itu duduk disamping Devika.


"Enak lah apalagi sambil liat cowok-cowok ganteng." Balas Devika, Felly dan Nathia saling pandang.


"Yaampun vik inget Samuel yang lagi kerja bagai kuda." Ucap Nathia, Kyra tertawa mendengar perkataan Nathia.


"Selagi jauh aku jomblo nath, beda lagi kalau sudah dekat." Ucap Devika.


"Jiwa aunty Chika sepertinya menurun kepada Devika." Ceplos Kyra.


"Jangan salah kemarin papi aku marah gara-gara mami nongkrong di cafe." Ucap Devika, ia bercerita seperti seorang anak kecil yang curhat kepada sahabatnya.


"Kenapa bisa marah?" Tanya Kyra dan Nathia.


"Karena uncle Kean bilang mami nongkrong di cafe sama aunty Dena, dan disana barista nya cakep-cakep." Ucap Devika, Nathia dan Kyra tertawa kecil.


"Heran kurang ganteng apa papi kamu Chik." Kekeh Kyra.


"Jangan seneng dulu apa dikira mami kalian gak ikut gitu, mami kalian juga ikut yang gak ada cuma mami nya Felly." Ucap Devika, Felly tertawa ia berada di titik aman.


"Mon maap kalau mbak Alicia ikut bisa gempar perkumpulan bapak James." Ceplos Felly, membuat para sahabatnya tertawa.


"Heh bener banget, aunty Dena ikut saja itu cafe bisa dibeli sama uncle Kean. Bayangin kalau mommy nya Felly ikut, bisa-bisa rata itu cafe." Ucap Devika, perkumpulan para anak-anak itu terlihat ramai dengan canda dan tawa.


"Beda cerita sama papi aku apapun yang mami lakuin papi cuma bisa bilang, bagusssss main aja teroooss liat barisan ganteng dikit langsung melek. Suami masih kurang ganteng sampai lirik-lirik patung cafe." Ucap Kyra, Nathia tertawa lepas mendengar ocehan Kyra.


"Patung cafe gak tuh." Kekeh Devika.


"Tapi kalau difikir-fikir benar juga si." Ucap Nathia, mereka tertawa kecil bercerita tentang kelakuan para mami nya.


"Aya." Panggil Ria, Ayaza menoleh menatap Ria.


"Apa." Sahut nya.


"Kamu tahu gak si ada siswa perempuan yang bikin heboh kampus, katanya si dia bakal jadi saingan kamu." Ujar nya, Ayaza tertawa kecil.


"Gak ah aku gamau punya saingan." Ujar nya, Ria tertawa menggandeng tangan Ayaza.


"Iyalah lagian gabakal ada juga yang bisa tandingin kecantikan anak mom Dena." Goda Ria, Ayaza hanya tersenyum saja menanggapi perkataan Ria.


Dari kejauhan Kevan berjalan mendekati Ayaza dan Ria, lelaki itu berdiri tepat di hadapan Ayaza membuat Ria mendengus kesal.


"Ay kantin yu." Ajak Kevan.


"Ay ay, Saaaaa aeeee kamu Jamil." Ucap Ria, Kevan mengernyit heran menatap Ria.


"Kamu kenapa si ri." Tanya Kevan.


"Gak apa-apa kok." Balas Ria, Ayaza menggelengkan kepalanya.


"Ayo ay." Ajak Kevan lagi.


"Van kalau manggil Aya aja gitu kalau gak za, jangan ay nanti malah bikin orang mikir yang enggak-enggak." Ucap Ayaza, Kevan tertawa kecil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ck, sorry lagian gak apa-apa si za kita kan cuma teman." Ucap Kevan.


"Ya memang cuma teman si, lagian Aya mana mau sama cowok kaya kamu." Ucap Ria, Kevan mendelik tajam kepada Ria.


"Heh, gak boleh gitu nanti kamu suka sama Kevan baru nyahok loh." Kekeh Ayaza.


"Tau nih Ria, nanti bucin sama Kevan baru tau rasa." Ucap Kevan, membuat Ria bergidik.


"Hello Kevan setidaknya gitu ya meskipun gak kaya laki gue nanti harus punya sikap kayak kak El kakak nya Aya, kalo soal ganteng mau bonus." Ucap Ria, gadis cantik itu begitu menggila lelaki yang bersikap dingin seperti El.


"Yaelah tar di cuekin nangis." Ucap Kevan.


"Gak lah, karena lelaki seperti itu akan bersikap manis hanya saat bersama pasangan nya saja. Gak di obral manis nya." Ucap Ria, Kevan tersenyum ia tahu bagaimana sikap Ria yang blak-blakan kalau berbicara.


Namun karena sikap Ria yang seperti itulah yang membuat Ayaza menjadi sahabat nya, karena Ria selalu jujur dan apa adanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Maaf ya baru up karena aku baru sempet, dan kerajaan aku juga bukan cuma nulis aja. jadi mohon dimaklum 🙏*


N: Iya gak apa-apa kok Thor yg penting up aja 😁


A: Makasih Uun kamu selalu jadi yang terbaik, meskipun kadang ngeyel 😂


N: uuuwwwww 🤗😂