Love Destiny

Love Destiny
Epson 180



*Group Kadal Tobat 😎


Devin: Guys hari ini bini gue ijin keluar, katanya mau jalan sama bini kalian bener gak?


Kai: Iya tadi Karen ijin juga ko.


Devin: Bagus kalo gitu πŸ˜‚


Nathan: Takut amat Lo kalao bini Lo jalan sama yang lain🀣


Devin: Karena kemarin-kemarin kan kita cabut buat nongkrong di cafe si cantik πŸ˜‚ jadi gue takut dia juga begitu πŸ€ͺ


Tio: Kayak nya gak bakal, soalnya pada bawa anak tadi tata bilang dia ajak Kenzo.


Nathan: Untung tuhan memberi gue takdir sebagai seorang laki-laki, bayangin kalo gue cewek kemana-mana ajak anak πŸ˜‚


Kean: Kalau para istri pergi bawa suster itu artinya anak kita sama suster 😁


Devin: 😲😲😲


Kai: Bener juga, mana bini gue kalau kemana-mana baju nya kaya ngajak silaturahmi πŸ€ͺ


Nathan: Untung bini gue Masi polosπŸ˜‚


Tio: Tapi kalau polos gak akan hamil dan punya anak. (Savage 😎)


Devin: Nah kan 🀣


Kai: Jangan melupakan kalau sekarang Niken didikan Dena dan Karen 😎


Keanu: Dena garang Wak 😌


Kai: Karen ahlak nya ketinggalan di kamar mandi Wak 😭


Devin: Jangan lupakan Chika juga bro, dia selalu ngomong bakal bikin Niken berubah πŸ˜‚


Tio: Niken glow up kelar idup Lo nath 😎


Nathan: Kenapa bini Lo pada horor banget dah 😭


Kai: Jangan menyepelekan emak-emak berdaster kalau di rumah nath πŸ˜‚


Devin: Mam*us Nathan bini Lo 🀣


Nathan: Dah lah, gue berdoa aja semoga ahlak bini gue masih utuh gak kaya bini kalian πŸ˜”*


...


Kembali ke cafe, Dena dan yang lain masih berada disana. Karen menceritakan bagaimana bawahan kai yang membuat Karen tidak nyaman.


"Masalah nya apa kakak, sampai Lo gak nyaman kaya gitu." Ucap tata.


"Masalahnya dia cewek, dan dia itu lumayan dekat dengan Kai." Ucap Karen.


"Lalu?" Tanya Dena.


"Tiap aku ke kantor kai dia pasti ada di ruangan kai." Ujar nya.


"Aku juga pernah kaya gitu, eh tapi enggak maksudnya aku lagi di ruangan Keanu tiba-tiba sekretaris nya masuk tanpa ijin gitu." Ucap Dena.


"Aku gak tau, Nathan pinter banget sembunyi-sembunyi kalau soal wanita." Ucap Niken.


"Tapi kayak nya Nathan beneran udah tobat deh, soalnya kata Tio dia banyak banget ngomongin Niken." Ucap tata membuat wajah Niken merona.


"Yaudah gak usah di fikirin mending sekarang kita balik, nanti kesorean suami gue curiga lagi." Ucap Dena.


"Bener juga." Ucap Chika berjalan begitu saja.


"Weeey sist anak Lo masih di arena bermain." Panggil Dena, karena Chika melupakan putri nya.


"Oiya baby gue." Kekeh nya.


Chika dan yang lainnya pun berjalan menuju tempat bermain, Dena memanggil El yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Mommy." Rengek El, membuat Dena tertawa.


"Maaf boy, mommy lama." Ucap Dena memeluk dan menciumi wajah putranya.


Dena memutuskan untuk langsung pulang, begitupun dengan yang lainnya. Saat di lampu merah Dena menoleh ke samping kanan ia melihat David.


"Da_david." Lirih nya, Dena terkejut bukankah David sudah tidak ada di negara ini.


Saat lampu berubah menjadi hijau Dena buru-buru melajukan mobilnya dengan cepat, hingga akhirnya ia tiba di rumah.


Dena langsung menggendong tubuh El, ia berjalan masuk kedalam rumah.


"Assshhh, dad ngagetin aja." Ucap Dena.


"Oh maaf." Kekeh Keanu.


"Bagaimana apakah menyenangkan hmmmmm?" Tanya Kean.


"Ya hari ini cukup menyenangkan." Jawab Dena.


"Hai boy, apakah kamu senang?" Tanya Keanu kepada El.


"Hmmmmm." Jawab El, Kean tersenyum mengelus kepala El.


Kean dan Dena berjalan masuk kedalam kamar, sementara Karen dan Niken baru saja tiba di rumah.


"Aku ganti baju dulu." Ucap Dena kepada Kean, saat mereka sudah berada di dalam kamar.


"Iya bee." Ucap Keanu.


"Kamu ngapain?" Tanya Kean kepada El.


"El pipis." Jawab El dengan wajah polos.


"Ya pipis aja El kan pake pempers." Ucap Keanu.


"Nanti nana (celana) El basah." Ujar nya, sontak tawa Keanu meledak.


"Ya gak akan basah kan pake pempers ya tuhan." Ujar Keanu.


"Daddy El pipis." Ujar nya lagi menunduk kebawah.


"Kamu liatin apa." Tanya Dena bingung.


"Mommy El pipis." Jawab El, memegang pempers nya.


"Yasudah pipis saja, nanti tinggal di bersihkan terus ganti." Ucap Dena, El kesal tidak ada yang mengerti.


Yang El inginkan ia pipis di kamar mandi bukan di pempers, karena selama pergi tadi pun El selalu ke toilet dengan suster nya.


Dena belum menyadari yang diinginkan oleh putranya, dan El berjalan sendirian ke kamar mandi.


"El kemana?" Tanya Dena.


"El pipis." Jawab nya lagi, Dena pun tertawa dan menyusul putranya.


"Mau pipis di kamar mandi?" Tanya Dena.


"Hu'um." Jawab El.


"Kemari biar mommy lepaskan celana El." Ucap Dena.


Setelah selesai El berlari ke arah tempat tidur, dimana Daddy nya sedang berbaring. El merebahkan tubuhnya di samping Keanu, Kean yang sadar tersenyum dan mengelus kepala El dengan lembut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Gak mau banyak ngomong capek 😌


N: 🀣🀣🀣


A: Jangan tawa Lo πŸ˜’


N: Mon maap πŸ˜‚*