
Saat Brian sedang sibuk dengan pidatonya tiba – tiba Nicholas muncul dan menganggu pembicaraannya dengan Vely.
Didepan Vely terlihat lelaki jangkung dan tampan tersebut terlihat sangat kelelahan. Dahinya basah oleh keringat Nicholas berhenti didepan Vely sambil membungkuk untuk mengatur nafasnya.
Melihat keringat didahi Nicholas, Vely spontan bergerak maju dan menyeka keringat tersebut dengan tisu yang diambilnya dari dalam tas.
Sontak saja tindakan Vely membuat Nicholas merona seketika dan semua pengunjung cafeteria dibuat heboh oleh kemesraan pasangan baru itu.
“ Ini…aku belikan bubur dari koko Liang yang kamu inginkan semalam…”, ucap Nicholas sambil memberikan tas kresek berisi bubur ayam yang sangat Vely inginkan seminggu terakhir ini beserta susu coklat kesukaannya.
Mata Vely berkaca – kaca atas perhatian kecil yang diberikan oleh Nicholas kepadanya. Padahal seingatnya dia tidak mengatakan ingin makan bubur itu.
Dia hanya mengatakan bahwa cukup sulit membeli bubur ayam milik koko Liang ini, karena setiap kesana pasti bubur tersebut sudah habis.
“ Terimakasih…”, ucap Vely bahagia atas perhatian kecil yang diberikan Nicholas kepadanya.
Diapun segera menatap bungkusan yang ada ditangannya dengan mata berbinar. Nicholas menatap Vely dengan perasaan lega karena perjuangannya untuk mengantri bubur tersebut dari jam lima pagi terbayar sudah dengan senyum hangat gadisnya itu.
“ Duch…romantisnya…”, ucap Crystal menatap iri, kapan Arnold bisa semanis itu padanya.
Sepertinya hingga matahari terbit dari barat hal itu tidak akan terwujud, mengingat betapa dingin dan kaku tunangannya itu.
“ Kamu sangat pengertian sekali Nicholas…padahal kamu baru sehari bersama kak Vely, tapi kamu sudah tahu makanan favorit kak Vely…”, ucap Crystal menyindir.
Brian mencengkeram erat kantong plastik yang dibawanya hingga coklat hangat dalam gelas yang dibawanya tumpah. Untung saja tumpahnya didalam kresek jadi tidak sampai mengotori lantai cafeteria.
Sudah cukup bagi Brian menerima penghinaan bertubi – tubi pagi ini. Jika hanya Vely dan Crystal yang mempermalukannya dia masih bisa tahan.
Tapi sekarang, Nicholas yang merupakan musuh bebuyutannya itu juga mempermalukannya dimuka umum, sungguh tidak bisa Brian maafkan begitu saja.
“ Aku sama sekali tidak menyangka jika kamu adalah wanita seperti ini Vely…terlihat begitu cinta dan setia didepanku tapi nyatanya selingkuh dibelakangku…”, Brian tersenyum mengejek.
“ Saya sekali tidak menyangka jika kamu membuang sahabat sebaik Adisty dan sekarang bersahabat dengan monster ini….tidak tahu malu !!!...”, ucap Brian sambil menunjuk jarinya kewajah Crystal.
Wajah Vely menggelap seketika, dia tidak pernah membayangkan bahwa laki – laki yang sangat dicintainya dulu itu akan berubah menjadi jahat setelah topengnya terlepas.
Dan yang paling tidak bisa ditolerir saat ini adalah, bukan hanya kembali merendahkan dirinya, Brian juga merendahkan Crystal, seseorang yang dengan tulus bersahabat dengannya dan membandingkannya dengan penghianat seperti Adisty.
Nicholas yang melihat tubuh Vely bergetar karena marah tiba – tiba melangkah maju dan mendorong tubuh Brian dengan kasar.
“ Laki – laki yang pengecut dan bodoh sepertimu tidak layak untuk mengkritik orang lain. Selama ini kamu tidak pernah bersikap baik pada Vely dan menghargainya. Kamu juga mengingkari pertunanganmu dihadapan semua warga kampus bintang dan selingkuh dengan sahabat Vely. Siapa yang memberimu hak untuk kembali bersuara ?...bahkan kamu tidak pantas meski hanya membawakan sepatu Vely !!!....B*****n tidak berguna !!!...”, ucap Nicholas sangat kasar.
“ B*****t kau Nicholas !!!...”, umpat Brian penuh amarah.
Diapun segera melempar tas kresek yang ada ditangannya kesamping dan mulai menyerang Nicholas dengan membabi buta.
“ Crystal….bagaimana ini ?...Brian sudah dilatih bela diri sama orang tuanya sejak kecil….bagaimana jika Nicholas terluka…”, Vely yerlihat sangat panik saat tidak ada satupun pengunjung yang melerai perkelahian mereka.
Gerakan Brian sangat cepat, kejam, dan ganas. Dilihat dari gesitnya dia bergerak, pasti dirumah Brian memiliki beberapa pelatih professional untuk mengajarinya beladiri.
Saat Crystal dan Vely sibuk berbicara, Nicholas sudah dipukuli beberapa kali. Tampakanya Brian menggunakan kesempatan ini untuk melampiaskan kemarahan yang terpendam dalam hatinya sejak kemarin.
Crystal yang juga pernah dilatih beladiri oleh seorang professional sangat tahu jika sangat sulit untuk mengetahui titik kelemahan Brian hanya dalam sekali lihat.
Diapun mengamati semua gerakan Brian secara intens untuk menemukan titik lemah Brian agar lelaki itu bisa dikalahkan.
“ Nicholas, menghindar…kekanan….”, teriak Crystal memberi instruksi.
Nicholas yang awalnya sedikit ragu namun tetap mengikuti instruksi Crystal karena tak ada pilihan lain, Dia sangat terkejut karena semua instruksi yang berikan Crystal berhasil.
“ Serang tulang rusuk kiri….perutmu…hindari…serang kanan…lutut kiri…”, begitulah Crystal terus saja memberikan instruksi kepada Nicholas.
Setelah beberapa menit, Nicholas yang awalnya hanya pasrah menerima pukulan sekarang sudah bisa menyerang balik Brian.
“ Nicholas…Siapa yang tidak layak sebagai lelaki disini ?...orang besar sepertimu harus bergantung pada seorang gadis untuk bertarung ?...”, ucap Brian memprovokasi.
Brian menatap Crystal dengan tajam. Dia masih tidak bisa percaya jika gadis biasa seperti itu bisa memprediksi setiap gerakannya. Tidak hanya satu, dua kali saja, tapi setiap saat.
Papanya telah menghabiskan banyak uang untuk mendatangkan guru bela diri professional yang berstandart internasional. Tapi sekarang, Crystal telah memathakan semua serangan yang dibuatnya untuk Nicholas hanya dengan melihat gerakannya.
Pada saat sibuk dengan pemikirannya, Brian yang mulai sadar jika mereka sudah dikerumuni oleh banyak orang, tidak ingin kembali kehilangan muka diapun kemudian mulai mengancam Vely.
“ Lihat saja Vely !!!...Kamu akan menyesali semuanya!!!!...”, ucap Brian tajam dan langsung meninggalkan kerumunan dengan kobaran api amarah dalam dadanya.
Kerumunan orang yang ada berada dicafetaria perlahan mulai menghilang saat ketiga orang yang menjadi pusat perhatian tersebut mulai duduk.
“ Kau berdarah !!!...”, ucap Vely panik.
“ Maaf…telah menyeretmu kedalam masalahku…”, ucap Vely merasa bersalah dengan mata berkaca – kaca sambil mengambil perlatan P3K dari tangan Crystal.
“ Tidak apa - apa…akulah yang tidak berguna, karena tidak bisa melindungimu dengan baik…mulai hari ini aku kana berlatih keras agar tidak membuatmu sedih dan kecewa…”, ucap Nicholas penuh keyakinan.
Mereka bertigapun mulai bercengkrama dengan hangat sambil Vely memakan bubur dari Nicholas dengan hati bahagia.
Sementara itu dilain tempat, Enrico tersenyum puas saat melihat video yang baru saja diterimanya tentang keributan yang terjadi di cafeteria kampus bintang pagi ini.
“ Sudah kuduga jika kelinci cantik itu tidak sesederhana penampilannya….dan sebentar lagi dia akan jadi milikku…”, ucap Enrico menyeringai lebar.