
Sore hari Rafael memutuskan untuk pulang ke rumah karena ia sudah selesai dengan kuliah nya, setelah sampai rumah El di hadang oleh sang mommy.
"Kenapa kau meninggalkan dia?" Tanya Dena.
"Aku harus ke kampus tadi.' Jawab El.
"Tidak pergi ke kampus sehari tidak akan membuatmu di keluarkan Rafael." Ucap Dena, El menunduk.
"Mom_" Ucap El.
"Kau laki-laki kau harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar, yang kau tabrak itu seorang wanita bayangkan jika dia Ayaza adikmu." Ucap Dena, El menghela nafasnya.
"Aku minta maaf mom." Ujar nya.
"Cari dia dan minta maaf lah kepadanya, kau membuat salah kepada dia bukan kepada mommy mu." Ucap Dena, lagi-lagi membuat El mengangguk.
"Baiklah." Lirih nya berjalan menuju kamar.
"Mau sampai kapan?" Tanya Dena, membuat langkah El terhenti.
"Apa maksudnya?" Tanya El menatap sang mommy.
"Mau sampai kapan kau menjaga jarak dengan setiap wanita." Jawab Dena, Dena ingin El memiliki kekasih yang akan menghibur nya.
"Sampai aku menemukan wanita yang tepat yang tidak melihat siapa aku, siapa Daddy ku dan siapa opa ku." Jawab El, membuat Dena tersenyum tipis.
"Yang tidak suka barang branded maksud mu, agar tidak seperti mommy yang selalu menghabiskan uang Daddy mu." Goda Dena.
"Tidak, aku tidak mengatakan hal seperti itu. Aku justru ingin jika istri ku menghabiskan uangku untuk keperluan nya."Ujar El.
"Asal jangan seperti mommy mu yang suka nongkrong di cafe, mantengin barista berotot kak." Ucap Keanu tiba-tiba, membuat Dena menoleh dan tercengang.
"Aku akan memotong tangan barista yang berani menggoda istriku nanti." Ucap El pergi begitu saja, sementara Keanu tersenyum penuh kemenangan.
"Apakah aku juga harus melakukan hal seperti itu." Goda Kean, Dena mengerucutkan bibirnya
"Rafael." Panggil Dena, membuat El lagi-lagi menghentikan langkahnya.
"Bagaimana dengan Devika?" Akhirnya pertanyaan itu lolos dari mulut Dena.
"Ada apa dengan Devika?" Tanya El, sontak saja Dena diam.
"Tidak ada apa-apa, pergilah." Ucap Keanu, membuat Dena menatap suami nya.
Setelah kepergian Rafael Dena mencubit perut Keanu, ia benar-benar gemas kepada suaminya itu.
"Kenapa kau mengatakan seperti itu." Kesal Dena.
"Jangan membuat El menjauhi Devika, biare seperti itu sayang." Ucap Kean, Dena pun mengerti.
Benar apa yang dikatakan oleh Keanu jika El tahu mengenai Devika ia akan menjauhi gadis itu, dan itu akan lebih melukai hati Devika.
...
Di sebuah rumah tidak terlalu besar tidak juga terlalu kecil, rumah sederhana yang di tempati oleh seorang gadis cantik.
Kini fely tinggal bersama paman dan bibi dari ibunya, fely harus kerja banting tulang karena bibi nya yang selalu meminta uang kepada fely.
Seperti saat ini fely sedang mencuci piring bekas makan malam, ia selalu mengerjakan semuanya sendiri.
"Fely." Panggil seorang wanita yang seusia ibunya.
"Iya bi." Sahut fely.
"Kau sudah gajian bukan, berikan uang mu bibi harus membeli keperluan adikmu." Ujar nya, adik yang di maksud adalah anak paman dan bibinya. Karena fely terlahir tunggal.
"Bi uang nya mau fely pakai untuk membeli beberapa keperluan fely." Lirih nya.
"Alah gak usah kamu beli macam-macam, berikan uang nya." Ucap sang bibi, dengan hati sedih Fely memberikan yang hasil kerja nya.
Selalu seperti ini bahkan fely sering tidak memegang uang, hingga fely memutuskan untuk kerja paruh setelah pekerjaan nya di toko kue selesai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Ikutin aja alur nya jangan potes oke 😂
N: Oke dah oke 😂
A: Baru dapet pencerahan btw🤣
N: Pantes baru up 😂
A: Jangan buka kartu Uun 😒
N: 😂😂😂*