
Keesokan harinya Carl menemui Keanu yang sedang bersantai di taman belakang rumah, Carl menepuk bahu Kean dan duduk di samping Kean.
Kean yang merasakan kehadiran orang lain pun menoleh dan menatap Carl yang tersenyum kepada nya, Kean mengernyit heran dengan sikap Carl hari ini.
"Ada apa?" Tanya Kean to the points.
"Ada yang ingin saya bicarakan kepadamu." Jawab Carl, Kening Kean berkerut.
"Apa ada sesuatu yang penting yang harus kita bicarakan?" Tanya Keanu santai.
Carl tersenyum melihat sikap tenang seorang Keanu, Carl pun berfikir wajar jika Dena begitu mencintai Keanu.
"Tentu saja, banyak yang harus kita bicarakan." Ucap Carl, Kean hanya mengangguk tanpa ekspresi karena memang seperti itulah dirinya.
"Katakan, apa yang sebenarnya ingin anda bicarakan." Ucap Keanu, sikap konyol Kean saat bersama Dena hilang sudah.
Kini yang terlihat hanya sikap dewasa dan berwibawa, mungkin jika Dena melihat sikap suaminya saat ini akan tertawa dan bergidik ngeri.
"Aku ingin meminta maaf." Ucap Carl menggantung.
"Maaf? Apa anda membuat kesalahan terhadap ku?" Tanya Keanu.
"Mungkin, tapi saat ini aku ingin meminta maaf atas sikap putraku. Begitupun dengan sikap ku selama ini." Ucap Carl, Keanu menoleh dan menatap wajah Carl.
"Apa anda tidak salah berbicara?" Tanya Keanu.
"Tentu saja tidak, aku tidak ingin memiliki masalah dengan mu. Bahkan aku membuat kau dan Dena merasa tidak nyaman disini." Ucap Carl.
"Tidak masalah, aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu." Jawab Keanu tenang.
"Kau lelaki baik Kean, pantas jika Dena begitu mencintai mu." Ucap Carl tertawa kecil.
"Biasa saja, justru saya yang merasa beruntung karena bisa memiliki istri seperti Dena." Balas Keanu.
"Oiya maaf karena Daniel sudah memukul jagoan mu." Ucap Carl lagi.
"Hmmmmm, pertengkaran anak-anak memang biasa terjadi bukan. Biarkan saja sekalipun aku tidak menerima hal itu bukankah percuma, karena aku tidak bisa marah ataupun memaki putramu yang memukul putraku." Balas Keanu.
"Ya, kau benar." Kekeh Carl.
Suasana yang biasanya dingin antara Keanu dan Carl menjadi sedikit hangat, Carl melakukan semua ini karena ia sadar sikap nya bisa membuat Dena benci kepada dirinya.
Carl juga sadar bahwa ia sudah menyakiti hati wanita yang dulu di kejar nya, seharusnya Carl tidak melakukan hal itu.
Bersama dengan Anna adalah pilihannya, dan meninggalkan Dena adalah keputusan yang diambil oleh dirinya.
Carl tidak bisa terus menyesali keputusan nya, apalagi saat melihat Dena yang sangat bahagia bersama Keanu. Dan kini mereka sudah memiliki malaikat kecil yang begitu tampan dan menggemaskan.
"Ah ya sorry jika tadi aku sempat berteriak memanggil Rafael saat kau menepis tangan nya, bukan apa-apa aku hanya refleks dan takut jika El berhasil memukul Daniel." Ucap Keanu.
Selain takut memukul Daniel Kean juga takut jika putranya akan terluka, bukan hanya itu Kean tidak ingin El terbiasa dengan kekerasan hanya karena hal kecil.
"Ya tidak masalah, memang salah ku. Seharusnya aku tidak menepis tangan putramu." Ucap Carl.
"Hmmmmm." Balas Kean, ia tidak tahu harus bicara apa lagi.
Karena baru kali ini Kean dan Carl berbincang seserius ini, Kean terdiam dengan fikiran nya sendiri sampai akhirnya Carl kembali membuka suaranya.
"Wajar jika kau bersikap posesif kepada putramu, karena yang aku tahu El cucuk pertama dari kau dan Dena untuk tuan Richard." Ucap Carl membuat Kean menoleh.
"Ah, ya. El adalah cucuk pertama untuk orang tua saya." Jawab Keanu.
"Kean sekali lagi saya minta maaf karena saya merasa jika saya memiliki rasa tertarik kepada Dena, tapi kini saya sadar bahwa itu salah. Dan ya, saya melihat jika Dena sangat bahagia bersama dengan mu." Ucap Carl.
"Saya akan melakukan apapun untuk kebahagiaan istri saya, dan jika saya bisa berharap. Saya berharap anda akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan." Ucap Kean.
"Usiamu lebih muda dariku, tapi pemikiran mu benar-benar bijak dalam menghadapi segala hal." Ucap Carl menepuk pundak Kean.
"Jika saya tidak bijak lalu siapa yang akan memimpin keluarga kecil saya." Ucap Keanu.
Carl menyesali sikap nya yang pernah mencoba memojokkan Keanu, dan Carl merasa malu atas sikap nya selama ini.
Ia berharap Daniel akan seperti Rafael yang bisa mengalah dan menerima keadaan, dan Carl berharap jika Daniel akan berteman baik dengan Rafael.
Ia akan mendidik Daniel sama seperti Keanu yang mendidik putranya, Carl tidak akan merasa bahwa dirinya yang terbaik.
Tapi ia akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk anak dan istrinya mulai saat ini, ia merasa lega saat sudah berbicara dengan Keanu. Seakan mendapat kebenaran tentang sikap nya yang kurang baik selama ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Daddy El
Papi Daniel
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: Buat yang bilang Carl dan Kean gak akur gara-gara anak Mon maap, apakah anda tidak membaca cerita sebelumnya. Bahwa dari sebelum ada El mereka sempet bentrok karena anes? π dan bilang suruh kasi pengertian ke anak nya, ini anak nya Masi pada balita gimana mau kasi pengertian π tar kalau gue peranin si El pinter dari orok dibilang gak nyambung, mustahil banget. Jadi disini aku peranin tingkah El layak nya balita salah juga π
N: Gue kagak mikirin itu Thor, yang gue pikirin sekarang kenapa Daddy nya El meresahkan banget π Pengen gue bawa pulang Thorπ£
A: Ohhhh tidak bisa, sebelum Lo bawa pulang udah gue kurung duluan di lemari π
N: Solimi banget π gue geplak juga pala Lo π
A: Heh, gada ahlak π
N: Canda geplak πππ
**A: πππ
N**: πππ*