
Hari-hari begitu cepat berlalu kini dua Minggu sudah Ayaza koma di rumah sakit, El terlihat begitu kacau memikirkan adik nya.
Bahkan Felly begitu sabar menghadapi sikap El yang terlihat dingin, Felly mengerti jika El memikirkan Ayaza. Felly juga berfikir wajar jika El seperti itu, karena Ayaza adalah adik satu-satunya Rafael.
Hari ini Felly memutuskan untuk menjenguk Ayaza, meskipun tanpa Rafael wanita itu tetap pergi untuk menemui adik ipar nya.
Felly menatap tubuh mungil Ayaza yang terlihat pucat, Ayaza ada tapi tidak seperti biasanya. Gadis itu terlihat begitu nyaman dan tenang dalam tidurnya.
Felly berjalan mendekati Ayaza ia menggenggam tangan Ayaza, Felly juga mengecup kening Ayaza dengan lembut.
"Hai, apa kabar za. Ini kakak za kakak rindu kamu kenapa kamu tidak bangun hmmmmmm, apa yang membuat kamu nyaman dalam tidur seperti ini." Ucap Felly, ia menatap Ayaza dengan sendu.
"Bangun yuk, kakak janji kalau kamu bangun apapun yang kamu inginkan akan kakak berikan. Tapi kamu juga harus janji kalau kamu akan bangun dan sembuh." Ucap nya lagi.
"Tidakkah kamu kasihan kepada mommy, Daddy dan kakak kamu za. Mereka begitu sedih melihat kamu seperti ini, mereka berharap kamu bangun dan sembuh kembali." Ujar nya lagi, Felly menitihkan air matanya.
Ia tidak tahan karena berbicara sendirian tanpa balasan dari Ayaza, Felly menunduk dan meletakkan kepalanya di tangan Ayaza.
"Bangun ya za bangun, Aya gadis yang kuat jangan seperti ini. Ayok za bangun kita semua sayang Ayaza." Ucap Felly.
Felly kembali menatap Ayaza dengan sedih, ia sedih dan tak menyangka jika keadaan Ayaza akan seburuk ini. Felly mengelus kepala Ayaza dengan lembut.
Setelah selesai menjenguk Ayaza Felly memutuskan untuk pergi, namun langkahnya terhenti saat melihat Rafael yang menatap nya dengan sendu.
"Bee." Panggil Felly, El menatap Felly dan tersenyum tipis.
"Kapan Aya bangun bee, aku tidak tega melihat mommy terus menangis." Lirih El, Felly menggenggam tangan Rafael.
"Kamu percaya bukan jika Ayaza gadis yang kuat, dia akan segera bangun bee sabar ya." Ucap Felly.
"Tapi kapan bee, bahkan keadaan Ayaza masih sama seperti ini belum ada perubahan." Ucap El, Felly tersenyum tipis dan mengelus tangan Rafael.
"Semuanya akan baik-baik saja percayalah, Ayaza akan sembuh dan dia akan kembali bersama kamu, mommy, dan Daddy." Ucap Felly, El mengangguk dan tersenyum manis.
Ia mengelus kepala Felly dan menatap Felly dengan rasa bersalah, karena selama ini El banyak mendiamkan Felly ia lebih fokus kepada Ayaza.
"Terimakasih karena kamu sudah mengerti aku dan keadaan ku, maaf jika aku tidak begitu memperhatikan kamu." Ucap El.
"Tidak apa-apa aku mengerti keadaan kamu bee, lagipula kamu harus fokus kepada Aya dan mommy." Ucap Felly, dari kejauhan terlihat Dea yang berjalan mendekati Rafael.
Ya Dea dan Mei memang sepakat untuk menjaga Ayaza secara bergantian, mereka tidak membiarkan Dena menjaga Aya sendiri karena mereka takut jika Dena akan kelelahan.
"El." Panggil Dea, El menoleh dan menatap Dea.
"Mom." Sahut El, Dea tersenyum menatap El Dea juga mengalihkan pandangan nya kepada Felly.
"Ini?" Tanya Dea.
"Ini Felly mom." Ucap El, Dea tersenyum ia tahu betul jika El bersama seorang wanita mungkin itu adalah kekasih nya.
"Felly Tante." Ucap Felly, mengulurkan tangannya kepada Dea.
"Saya Dea kakak dari mommy nya El." Ucap Dea, Felly mengangguk dan tersenyum.
"Ah, iya." Ucap Felly, Dea tersenyum lalu menatap El.
"El pulang lah kamu harus beristirahat, semalaman kamu menjaga Aya." Ucap Dea.
"Tidak mom tidak apa-apa, aku tidak akan meninggalkan Ayaza." Ucap Rafael.
"El ada mom yang akan menjaga Ayaza, kamu pulanglah dan jangan lupa antarkan Felly." Ucap Dea, El menatap Felly yang hanya tersenyum saja.
"Hmmmmmm, baiklah kalau begitu aku titip Ayaza mom. Jika ada apa-apa tolong segera kabari aku." Ucap El, Dea mengangguk dan mengelus tangan El.
"Tidak akan terjadi apa-apa dengan Ayaza, pergilah." Ucap Dea, El pun menurut ia memutuskan untuk pulang namun sebelum itu El akan mengantarkan Felly terlebih dahulu.
...
Di negara lain seorang lelaki terlihat begitu berantakan, ini sudah sangat lama Ayaza tidak memberikan kabar kepadanya.
"Dimana kamu za kenapa kamu sama sekali tidak menghubungi aku." Lirih Kenzo.
"Haruskah aku kembali." Lirih nya.
"Untuk apa?" Tanya seorang wanita, ia masuk begitu saja kedalam ruang kerja Kenzo.
"Kenapa kamu kesini?" Tanya Kenzo.
"Tentu saja untuk bertemu dengan kamu." Jawab nya.
"Aku sedang tidak ingin bertemu siapapun, sebaiknya kamu pergi." Ucap Kenzo.
"Ken ayolah sudah dua Minggu lebih kamu seperti ini, aku sudah sering memberitahu kamu jika dia benar-benar menyukai kamu dia tidak akan mengabaikan kamu." Ujar nya, wanita itu mendekati Kenzo dan memeluk Kenzo.
"Ken tidak ada wanita yang bisa mengabaikan orang yang dicintai nya, jika gadis kecil itu mengabaikan kamu itu artinya kamu bukan orang yang dia inginkan." Ucap nya lagi, Kenzo geram dengan kata-kata seperti itu.
Kenzo mendorong tubuh wanita itu agar menjauh dari dirinya, Kenzo menatap wanita itu dengan tajam.
"Berapa kali harus aku katakan jika aku tidak menerima perkataan apapun yang menjelekan Ayaza, aku tahu betul siapa Ayaza dan bagaimana Ayaza." Teriak Kenzo, wanita itu terlihat kaget karena ini pertama kalinya Kenzo berteriak di hadapannya.
"Ken apa yang kamu lakukan kenapa kamu berteriak." Tanyanya terisak, Kenzo diam ia merasa bersalah karena sudah berteriak.
"Ma_maaf, maafkan aku. Aku hanya tidak ingin ada orang yang menjelekan Ayaza." Ucap Kenzo.
"Tapi aku juga tidak ingin melihat kamu bersedih seperti ini Ken, kenapa kamu tidak melupakan saja gadis itu." Lirih nya, Kenzo terlihat begitu frustasi. Kenzo tidak bisa melupakan Ayaza, dari sekian banyak wanita hanya Ayaza yang membuat dirinya tertarik.
"Aku tidak bisa." Lirih Kenzo, lelaki itu menggelengkan kepalanya.
"Kenapa, bahkan banyak wanita yang lebih dari gadis itu Ken." Ujar nya.
"Tapi aku tidak memiliki rasa apapun terhadap wanita lain, hanya Ayaza yang membuat aku merasa normal. Hanya dia yang membuat aku bahagia tanpa memikirkan banyak hal." Ucap Kenzo, sebesar itukan cinta Kenzo untuk seorang Ayaza.
Bahkan Kenzo selalu menolak banyak wanita yang berusaha untuk mendekati dirinya, yang di fikirkan oleh Kenzo hanya Ayaza tidak ada yang lain lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Yok balik yok Ken bisa Ken balik, Aya butuh elu Ken 😭*
A: Di jemput Uun Kenzo nya 😂
N: Tenang nanti gue jemput Thor pake karpet terbang 😭🤣
A: Mengadi-ngadi sekali anda 😌
N: 😂😂😂