Love Destiny

Love Destiny
ENRICO GUNAWAN



Club NT,


Suasana club malam ini terlihat berbeda dari pada hari – hari biasanya. Malam ini club yang disewa oleh Enrico untuk pesta ulang tahunnya terlihat lebih meriah dan banyak orang penting hadir disana.


Bukan hanya para pengusaha sukses negeri ini yang terlihat disana, tapi juga ada politikus, pejabat tinggi, dan artis ternama tanah air terlihat sedang menikmati pesta yang dibuat oleh Enrico Gunawan.


Enrico Gunawan merupakan anak tunggal  dari  pasangan Gunawan Hartawiyana dengan Sandra Citra Lestari, pemilik Gunawan Group, salah satu konglomerat di negeri ini.


Kakek Enrico yang bernama Charles adalah adik kandung Elisabeth, wanita tua yang memiliki jabatan tertinggi dikeluarga dan perusahaan Lincoln.


Jadi bisa dibilang, Enrico adalah sepupunya  Arnold. Meskipun mereka bersaudara namun hubungan diantara keduanya tidaklah bagus dan seharmonis kelihatannya.


Sejak kecil, Enrico selalu bersaing dengan Arnold dalam segala hal. Semua itu sudah mendarah daging sejak Charles dibuang dari keluarga Lincoln sehingga terpaksa harus menggunakan marga sang istri, Gunawan dan membangun perusahaanya sendiri.


Enrico sangat berbanding terbalik dengan Arnold. Jika tunangan Cristal tersebut sangat dingin dan menakutkan, sepupunya itu justru sangat friendly dan merupakan playboy kelas kakap.


Dalam hidup Enrico hanya ada party  dan wanita,  dua hal yang tak terpisahakan. Seperti malam ini, dia merayakan ulang tahunnya di salah satu club terkenal dinegeri ini, club NT.


Bersenang – senang dan dikelilingi oleh  banyak wanita sexy yang bisa memuaskan hasrat birahinya adalah hobinya.


Tapi, dibalik sikaf friendly yang ditunjukkannya dipermukaan, jiwa iblis juga mendarah daging dalam dirinya. Mungkin karena masih ada darah Lincoln didalamnya.


Sementara itu, diparkiran yang berada dibaseman club NT terlihat seorang laki – laki bertubuh kekar sedang menyesap rokok yang ada ditangannya dalam - dalam.


Beberapa kali dia melihat layar ponselnya dengan wajah cemas. Menunggu seseorang yang bisa membuatnya untung besar malam ini.


Adisty, dialah sumber uang bagi Daniel. Wajah canti dan lugu yang ditampilkan gadis itu serta kepiawaian Adisty diatas ranjang tidak pernah sedikitpun membuat para pelanggannya kecewa.


Yang ada, dia justru banyak menuai untung karena para pelangannya yang mayoritas merupakan tamu VVIP sering memberikan Daniel bonus dengan nilai fantastis.


Wajah Daniel terlihat sangat bahagia saat melihat mobil sport berwarna merah maroon memasuki parkiran. Tak lama kemudian, gadis yang sejak tadi ditunggunya keluar dari dalam mobil.


“ Hey…sorry terlambat…”, ucap Adisty sambil menampilkan senyum termanisnya.


“ Cepat masuk !!!...”, ucap Daniel langsung membawa gadis itu masuk kedalam club lewat pintu belakang.


“ Ganti pakaianmu…banyak mangsa kelas kakap disini…”, ucapnya sambil melempar dress sexy berwarna merah darah kearah Adisty.


“ Ok…”, ucap Adisty sambil melenggang pergi untuk berganti pakaian.


Setelah Adisty siap dengan pakaian dinasnya yang super sexy dan hot itu, Danielpun segera memberikan instruksi siapa saja yang akan dilayaninya malam ini.


Melihat nama Enrico ada dalam kelompok nama tamu yang akan dilayaninya, mata Adisty melotot bahagia. Meski dia sedikit protes karena Laura juga masuk dalam daftar itu.


“ Akhirnya…satu keberuntungan kembali hadir menghampiriku…”, gumannya bahagia.


Malam ini dia bertekad untuk menarik hati Enrico bagaimanapun caranya.  Dengan langkah pasti dan senyum lebar Adistypun segera melangkah menuju ruang VVIP yang ada di club bersama keempat orang rekannya untuk menjalankan tugasnya.


“ Jika aku bisa memenangkan hati Enrico, maka aku bisa dengan mudah membuat perhitungan dengan keluarga Abraham …”, batinnya penuh dendam saat mengingat kembali perlakuan Selvi dan Crystal terhadapnya.


Didalam ruangan VVIP terlihat Enrico dan beberapa orang penting dalam dunia bisnis serta pejabat yang memiliki kekuasaan dinegeri ini terlihat sedang serius membicarakan sesuatu.


Pembicaraan mereka terhenti saat para gadis yang mereka pesan sudah memasuki ruangan dan mulai duduk ditempatnya masing – masing.


Adisty sedikit bersitegang dengan Laura, seniornya dalam dunia portitusi terselubung yang digelutinya karena menyerobot tempat duduknya yang sudah dia incar disamping Enrico.


Portitusi ini dibilang terselubung karena hanya  para pemuas laki - laki ini hanya bekerja jika dipanggil sesuai dengan permintaan klien yang dianggap memenuhi criteria yang sudah ditetapkan oleh Daniel, selaku mucikari mereka.


Daniel jugalah yang mengatur tiap jobdisk anak buahnya, masuk dalam level mana dan posisi yang pas buat mereka.


Pengelompokkan itu berdasarkan wajah, bentuk tubuh dan kepiawaian mereka diatas ranjang. Sehingga Daniel bisa memberikan ilmu dan perawatan sesuai dengan level mereka berada.


Adisty terlihat beberapakali mengertakkan giginya saat Laura beberapa kali menggagalkan aksinya untuk menarik perhatian Enrico.


Meski terlihat sangat kesal karena tidak bisa melayani Enrico, namun Adisty cukup puas dengan pejabat tinggi yang sedang dilayaninya saat ini.


Setidaknya, selesai dari acara ini dia masih bisa memanfaatkan lelaki hidung belang tersebut demi keuntungan pribadinya, asal malam ini dia bisa memberikan pelayanan yang memuaskan untuk laki - laki itu.


Setiap gadis yang ada disana sudah mulai bekerja secara professional untuk melayani para tamu yang dipegangnya masing – masing.


Semua tamu yang diundang Enrico malam ini terlihat sangat menikmati surga duniawi tersebut, apalagi mereka mendapatkan barang bagus malam ini secara gratis.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya Enrico yang sedang berada dalam apartemen pribadinya langsung mengusir dengan kasar tiga gadis yang menemaninya melewati malam panas semalam ketika laki - laki itu menerima pesan kegagalan anak buahnya untuk mendapatkan informasi penting untuk dirinya.


Tidak ingin membuat tuan muda Gunawan tersebut marah, ketiga gadis tersebut lari terbirit – birit. Bahkan diantara mereka ada yang belum berpakaian sempurna, tapi tetap lari untuk menghindari amukan Enrico yang terkenal sangat kejam dan tak berperikemanusiaan itu.


Mungkin memang sudah mendarah daging, jika semua keturunan keluarga Lincoln itu sangat keji dan tak berperasaan.


Meski Charles sudah didepak dari keluarga besar Lincoln, namun darah yang mengalir dalam tubuhnya masih sangat kental, tidak bisa hilang begitu saja hanya karena nama belakangnya berubah menjadi Gunawan.


Enrico terlihat sangat marah karena menganggap anak buahnya tidak becus mencari informasi yang sangat dibutuhkannya.


Dia sama sekali tidak menyangka jika Arnold bisa menyembunyikan hal itu selama enam bulan ini secara rapi dan tak terdeteksi.


Ya…selama ini Enrico selalu mendekati semua gadis yang terlihat sedang dekat dengan sepupunya. Berharap gadis itu adalah orang yang dicintai oleh Arnold sehigga dia dengan mudah bisa menghancurkan sepupunya itu secara perlahan hingga tak bersisa.


Namun faktanya, semua gadis yang dikabarkan dekat dengan sepupunya itu tidak memiliki efek apapun saat digunakan oleh Enrico.


Hingga enam bulan yang lalu ada seseorang yang memberinya informasi bahwa Arnold memasukkan seorang gadis dalam kediamannya.


Dari hasil foto yang sempat diambil anak buahnya, Enrico sama sekali tidak bisa melacak dan mendapati informasi mengenai apapun tentang gadis yang diperkirakan berusia 18 tahun itu.


Tentu saja Enrico kesulitan untuk mengetahui identitas gadis itu karena dulu Crystal selalu menutupi wajah aslinya dengan make up yang sangat tebal hingga menutupi wajah aslinya dari semua orang.


Belum lagi penampilannya kala itu yang seperti j****g gila\, dengan pakaian serba terbuka dengan sumpalan kain disana – sini membuat tubunya montok berlebihan dibeberapa sisi.


Apalagi rambut aslinya yang sering diwarnai dengan warna – warna menjijikkan seperti, hijau lumut, merah darah, oranye, kuning menyala, biru muda dan masih banyak warna lain yang merusak mata.


Dia juga tidak lupa untuk selalu memakai kontak lens aneka motif, dan menyembunyikan mata biru indahnya, yang terlihat teduh dan menyejukkan.


Melihat ruangan Enrico sudah hancur berantakan, Magie assisten Enrico segera menyuruh pelayan agar merapikan kamar tersebut.


Sedangkan dirinya sibuk membantu sang bos untuk mengobati luka yang ada ditangannya akibat terkena pecahan barang yang dihancurkannya tadi.


“ Saya dapat info jika tunangan Arnold berkuliah di kampus bintang. Saya sudah mengirim beberapa orang untuk menyelidikinya disana…”, ucap Magie sambil mulai menutup luka yang ada dilengan bosnya itu dengan perban.


“ Bagus…besok beri aku kabar baiknya…”, ucap Enrico menyeringai lebar.


“ Kuharap kali ini kamu tidak salah…jika tidak, kamu tahu konsekuensinya bukan…”, ucap Enrico tajam.


Setelah semua lukanya selesai diobati, laki – laki tampan itu segera beranjak keluar kamar dan meninggalkan sang assisten yang mulai berkeringat dingin.


“ Aku sangat yakin jika kali ini aku bisa membuat tuan muda puas…aku sangat yakin itu…”, ucap Magie tesenyum puas.


Diapun segera menghubungi anak buahnya yang ditugaskan dikampus bintang agar segera bergerak dengan cepat untuk mendapat semua informasi yang diperlukannya.