
Tiga bulan berlalu kini di sebuah perusahaan besar diluar negeri terlihat seorang lelaki yang sedang duduk menatap laptopnya, ia merasa ingin kembali namun ini bukanlah saat yang tepat.
Ada rasa khawatir karena belakangan ini gadis kecil nya tidak ada kabar sama sekali, Ayaza ya gadis itu seakan menghilang dan membuat Kenzo merasa sangat kesepian.
Ia menatap ponselnya dan foto Ayaza yang ia jadikan sebagai wallpaper, Kenzo memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Permisi tuan meeting akan segera dimulai." Ucap sekretaris nya.
"Baik." Jawab Kenzo, lelaki itu bangun dari kursinya dan berajaln keluar ruangan dengan berwibawa.
Beberapa karyawan menatap kagum Kenzo mereka merasa bos nya itu sangat menarik, ternyata selain Rafael Kenzo juga menjadi idaman para karyawan nya.
Sementara itu di negara lain terlihat seorang gadis yang sedang duduk di cafe menikmati indahnya hujan, ya hari ini turun hujan yang begitu deras membuat ia harus menunggu di sebuah cafe.
"Za kita balik nanti aja ya nunggu hujan nya reda." Ucap Ria.
"Kelamaan gak si ri takutnya nanti malah kemaleman." Ucap Ayaza.
"Gak lah santai saja lagi za." Ucap Ria, akhirnya Ayaza pun mengiyakan saja.
Sudah cukup lama menunggu namun hujan belum juga reda, Ayaza mulai bosan dan tidak betah berlama-lama di cafe.
"Pulang yuk." Ajak nya, Ria menatap Ayaza dengan ragu.
"Nanti deh za masih deras hujan nya." Ucap Ria.
"Ini sudah malam ri nanti mommy nyariin." Ujar nya, akhirnya karena takut mom Dena mencari mereka Ria pun menyetujui ajakan Ayaza.
Kedua gadis cantik itu berlari kecil menuju mobil, mereka memasuki mobil dengan keadaan basah namun tidak terlalu basah kuyup.
Ayaza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga di perjalanan ponselnya berdering menandakan pesan masuk.
"Ri tolong dong liatin siapa yang kirim pesan." Ucap Ayaza, Ria mengangguk ia membuka pesan masuk di ponsel Ayaza.
Melihat pesan berupa foto membuat Ria terdiam, ia bingung harus mengatakan apa kepada Ayaza.
"Siapa ri?" Tanya Ayaza.
"Nomor tidak dikenal za." Jawab Ria.
"Huh, coba aku lihat." Ucap Ayaza, Ria terlihat bingung ia takut jika Ayaza gagal fokus namun ia juga tak memiliki hak untuk melarang Ayaza.
"I_" Ucapan Ria terhenti karena Ayaza langsung mengambil ponselnya.
**Pesan chat
08*******: Cinta selalu tahu dimana dia harus singgah π
"Kak Kenzo." Lirih Ayaza, ia terdiam membuat Ria sedikit khawatir.
"Za are you ok?" Tanya Ria, Ayaza diam tak menjawab ia menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Za are you ok?" Tanya Ria.
"Ri aku udah chat Kevan, kamu pulang sama Kevan saja ya." Ucap Ayaza, tiga bulan Ayaza tidak memberikan kabar apakah harus seperti ini?
Tapi ia juga sadar jika dirinya dan Kenzo tidak ada hubungan apa-apa, ia selalu menolak saat Kenzo mengajaknya untuk menjalin hubungan. Bukan apa-apa Aya hanya tidak ingin fokus Kenzo terbagi, tapi siapa yang berani mengirim foto seperti itu kepada nya.
"Za gak ya aku gak akan biarin kamu pulang sendiri." Ucap Ria, Ayaza turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Ria.
"Bentar lagi Kevan sampai." Ujar nya, Ria turun dari mobil Aya dan menatap Ayaza yang kembali masuk kedalam mobilnya.
"Ayaza." Panggil Ria, namun Ayaza malah meninggalkan nya disana.
Ayaza melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia merasa kesal kepada dirinya sendiri yang tidak bisa mengambil keputusan. Ayaza selalu memikirkan semuanya akan baik-baik saja, ia merasa dirinya terlalu naif tapi semua itu Aya lakukan karena ingin Kenzo fokus dengan karier nya.
Ayaza tidak ingin Kenzo merasa khawatir atas dirinya, kini gadis itu merasa kesal kepada dirinya sendiri tanpa Aya sadari di depan sana ada mobil yang melaju kencang hal itu membuat Ayaza terkejut hingga.
Braaaaaaaaakkkkk.... Mobil Ayaza terpental jauh karena tertabrak mobil yang melaju di depan nya, bahkan mobil yang di kendarai oleh Ayaza terlihat terbalik. Sementara mobil yang satunya melewati pembatas jalan, kecelakaan itu membuat kedua mobil rusak parah.
"Aaakkkhhhh." Lirih Ayaza, ia merasa pandangan nya gelap darah mulai mengalir di kepalanya.
Keadaan Ayaza saat ini terbalik dengan posisi kepala dibawah, ia merasa dunianya terhenti saat Ayaza tak bisa lagi melihat semuanya karena tidak sadarkan diri.
Hujan yang deras membuat seorang wanita di sebuah rumah mewah merasa gelisah memikirkan anak gadis nya yang tak kunjung pulang, Dena menelpon Ria namun Ria mengatakan Ayaza menurunkan nya dipinggir jalan.
"Ada apa dad?" Tanya Dena.
"Kita harus kerumah sakit sekarang." Ajak nya, Dena diam jantung nya berdegup kencang napas seakan terhenti. Ia merasa sesak tiba-tiba.
"Ad_ada apa, kenapa kita harus kerumah sakit?" Tanya nya mengikuti langkah Keanu, Kean tak menjawab ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dena menatap Keanu ia berdoa semoga tidak ada kejadian buruk terhadap anak-anak nya ataupun keluarga nya, Dena tidak siap dengan itu.
Setibanya di rumah sakit Dena berdiri di depan dan melihat dua mobil ambulans yang baru saja tiba, satu mobil mengeluarkan brankar yang berisi seorang lelaki muda mungkin seusia Rafael dengan luka yang cukup parah.
Dan saat ambulans satunya terbuka dunia Dena seakan hancur melihat tangan mungil yang yang melambai tak berdaya, ia mengenal tangan itu dan benar saja.
"Ayaza." Teriak Dena, ia berjalan memeluk putrinya yang berlumuran darah.
"Aya bangun Aya bangun." Teriak Dena, Keanu mematung ia merasa sesak saat melihat keadaan putri bungsu nya.
"Sayang biarkan Aya di tangani dulu." Ucap Keanu, mencoba untuk menarik tubuh Dena.
"Gak, gak bisa kenapa harus Ayaza kenapa." Teriak nya, wanita kuat itu terlihat begitu tak berdaya.
Para perawat mendorong brankar menuju ruang UGD, Dena berlari mengejar Ayaza namun Keanu menarik tangan Dena dan memeluk nya.
"Sayang tenanglah jangan seperti ini." Ucap Keanu.
"Gak, jangan sakiti Ayaza jangan. Hiks... Aya jangan seperti ini, Aya kuat Aya anak mommy kan Aya harus kuat." Teriak Dena histeris, Dena tak berhenti menangis meraung ia tidak ingin Ayaza kenapa-kenapa.
Sampai akhirnya Keanu merasakan tubuh Dena melemah, Kean menggendong Dena dan mendudukkan Dena di kursi.
"Sayang jangan seperti ini." Ucap Keanu ikut menangis.
"Ayaza bangun nak, kita pulang bangun Aya harus bangun." Ucap nya, Keanu benar-benar lemah jika keadaan sudah seperti ini.
"Ayaza akan baik-baik saja sayang, dia anak yang kuat kamu harus percaya jika Ayaza gadis yang kuat." Ucap Kean, Dena menunduk ia membayangkan kecelakaan seperti apa yang membuat putrinya sampai seperti itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Baru gue bahagia si Kenzo nongol, lah sekarang dikasi bawang lagiπ*
A: Harap dinikmati Uun π
N: Ayaza bangun yuk nanti gue beliin seblak deh janji π
A: Mengcapek emang π
N: Balikin Ayaza gue Thor π
A: Iya nanti, nanti bakal gue balikin kok π
N: sedih ah π
A: πππ