
Pagi hari selesai sarapan semua orang berjalan-jalan ke pantai dekat rumah tuan Richard, mereka menikmati suasana pantai dipagi hari.
Keanu memeluk Dena dari belakang dan menyembunyikan wajahnya di leher Dena, para keluarga menatap kemesraan Keanu kepada Dena.
"Mereka begitu terlihat bahagia." Ucap Julian senang, karena bisa menyaksikan kebahagiaan dan keromantisan Dena bersama Keanu.
"Iya, Kean benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan nya untuk Dena." Balas Mae.
"Kean cinta nya gak kaleng-kaleng, keliatan banget dari cara dia nurutin setiap kemauan Dena. Dan dari cara dia bahagiain Rafael juga." Ucap Dio, Carl dan Anna saling pandang.
Keluarga kecil Dena dan Keanu memang harus dijadikan panutan, bahkan sekalipun ada masalah Dena dan Kean tidak mengadukannya kepada orang tua.
Mereka selalu menyelesaikan masalahnya dengan cara mereka sendiri, contoh hanya dengan saling menghukum masalah itu akan segera selesai.
"Daddy." Teriak Rafael berlari ke arah Dena dan Keanu.
"Jangan lari." Teriak Dena, namun El tidak menghiraukan nya.
Kean melepaskan pelukannya dari Dena dan berjalan cepat untuk menggendong putranya, Rafael tertawa lepas karena di gendong oleh sang Daddy.
"Dari mana hmmmmm." Tanya Keanu.
"Sama suster tadi disana." Ucap nya menunjuk ke arah para suster.
"Mommy cantik ya bro." Ucap Keanu.
"Cantik lah istrinya bapak Keanu." Balas Rafael, Dena dan Kean kembali tertawa.
Di tempat lain tepatnya keluarga Nathan kini lelaki itu sedang menjaga sang putri yang sedang bermain pasir, Nathan memakai kan topi kepada putrinya.
"Cantik banget si." Ucap Niken.
"Tentu anak papi." Ucap Nathan.
"Anak papi dan mami." Ujar nathia, Nathan dan Niken pun tersenyum.
"Thia suka pantai?" Tanya Niken.
"Hmmmmm, lebih suka lagi kalau pergi nya selalu bersama dengan mami dan papi." Jawab nya, nathia seakan sedang memberikan peringatan jika dia hanya ingin kedua orang tuanya.
"Keluarga Keanu lucu-lucu." Kekeh bunda Sisil.
"Iya Bun, kemarin Oma rebutan Keanu sama Tante Ellen dan Tante Desi." Kekeh Dea.
"Dena terlihat sangat serasi dengan Keanu." Ucap Anna, Dea dan yang lain menoleh.
Bunda Sisil tahu jika Anna merasa tidak enak kepada Dea, namun bunda Sisil selalu menasehati putri sulungnya.
Sang bunda selalu berkata kamu sudah menjadi orang tua, kamu juga berperan sebagai kakak.
Kamu boleh membela adik mu saat orang yang melukai nya tidak memiliki penyesalan, namun kamu harus sadar jika adikmu sudah memaafkan nya maka kamu harus bisa merangkul nya.
Ingat bagaimana dia mengurus Aiden saat Aiden masih kecil, ingat bagaimana dia menangis saat merindukan orang tuanya.
Dan satu lagi kamu harus ingat bagaimana dia menangis saat melahirkan Daniel, siapa yang harus dia panggil. Dia tidak berani memanggilmu mommy karena dia merasa bersalah, dari situlah Dea berfikir mungkin bunda nya benar.
Bahkan Dena sudah bersiap baik kepada Anna begitupun Keanu dan Carl, keduanya sudah bermaafan.
"Seperti kamu dan Abang, kalian juga pasangan serasi." Ucap Dea menangkup wajah Anna, sontak membuat Anna terkejut dengan mata berkaca-kaca.
"Terimakasih." Ucap Anna.
"Berhenti berfikir bahwa kamu tidak beruntung Anna, kami disini menyayangi kamu. Kamu jangan berfikir jika kamu tidak bisa merasakan apa yang Dena rasakan." Ucap bunda Sisil yang kebetulan Dena menghampiri mereka.
Dena memperhatikan Anna dan kakak sulung nya, ia tersenyum karena Dea sudah mulai dekat lagi dengan Anna.
"Kamu akan merasakan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini." Ucap Dena memeluk Anna.
"Terimakasih de." Lirih Anna, kini Dena Anna dan Dea mereka bertiga berpelukan.
Anna tidak menyangka jika Dea akan memeluk nya lagi seperti ini, bahkan Anna merasa senang karena Dena juga ikut memeluknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ððĪ jangan lupa like komen dan vote nya ðð
A**: Gak banyak-banyak seadanya aja ð
N: Oke gak apa-apa ð
A: Ngokhey ðĪŠ
N: ððð*