
Pagi hari seorang anak gadis berjalan menuruni anak tangga, Ayaza putri bungsu Dena dan Keanu itu selalu mencuri perhatian siapapun yang melihatnya.
Tak lupa juga gadis cantik yang sedang berjalan itu suka sekali jika harus berdebat dengan sang kakak, namun biarpun begitu keduanya saling menyayangi.
"Selamat pagi para penghuni rumah." Ucap Ayaza, Keanu menggelengkan kepalanya karena melihat kelakuan Ayaza.
"Pagi anak gadis Daddy." Balas Keanu, Ayaza tertawa kecil.
"Daddy Aya hari ini di antar Daddy ya ke sekolah." Ujar nya, Dena dan El mengernyit tumben sekali Ayaza ingin di antar oleh Daddy nya.
"Tumben Aya ingin di antar oleh Daddy." Ucap Dena, Ayaza tersenyum manis.
"Aya kan sudah lama tidak di antar oleh Daddy mom, terakhir kali di antar oleh Daddy waktu Ayaza sekolah dasar setelah itu pak supir yang setia antar jemput Aya." Ujar nya, Dena tersenyum mengelus kepala sang putri.
"Yasudah sekarang Aya sarapan dulu setelah itu nanti pergi nya bareng Daddy ya." Ucap Dena, Ayaza mengangguk ia menyantap makanan nya dengan tenang.
"Kamu gak mau pergi sama kakak aja dek?" Tanya El, Ayaza mengernyit heran tumben El mau pergi bersamanya.
"Enggak aku mau sama Daddy saja." Jawab nya.
"Sama kakak saja." Ucap El, bukan apa-apa karena El suka menggoda sang adik ia sering di omeli oleh Felly.
Felly tidak ingin El membuat Ayaza marah ataupun kesal, bagi Felly kebahagiaan Ayaza juga kebahagiaan dirinya.
"Gak ah, kakak kenapa si ada angin darimana tumben sekali ingin Aya pergi sama kakak." Ucap Ayaza, Keanu dan Dena pun menatap wajah putranya.
"Kamu kenapa kak?" Tanya Dena tertawa kecil.
"Gak apa-apa, yaudah si kalau gak mau sama kakak gak usah ngegas." Ucap El, Kean tertawa ia heran ada apa dengan putranya.
Setelah selesai sarapan Ayaza menggandeng tangan sang Daddy, dari belakang Dena menatap Rafael yang sejak tadi diam.
"Kamu kenapa?" Tanya Dena, El menggelengkan kepalanya.
"Gak apa-apa mom, yasudah aku pergi dulu." Ucap El mengecup kening dan pipi mommy nya.
"Hmmmmm, hati-hati sayang." Balas Dena, setelah Rafael pamit kini giliran Aya dan Keanu yang pamit.
Dena menatap kepergian suami dan anak-anak nya, ia senang karena El dan Ayaza selalu mengisi hari-harinya dengan kerusuhan namun itu selalu menjadi sumber kebahagiaan untuk Dena.
.....
Di tempat lain terlihat seorang gadis yang tengah duduk di kursi taman, Felly yang melihat Nathia sendirian pun memutuskan untuk menghampiri gadis itu.
"Nathia kamu kenapa kok bengong?" Tanya Felly, Nathia tersenyum saat melihat Felly.
"Gak apa-apa kok fell." Jawab nya, Felly tak yakin pasti ada yang di sembunyikan oleh gadis itu.
"Nathia sini." Ucap Felly merentangkan kedua tangannya, Nathia memeluk Felly dan menyandarkan kepalanya di dada Felly.
"Ada apa, kamu ada masalah atau kenapa gitu." Tanya Felly, Nathia diam ia bingung harus mulai darimana.
"Felly kamu pernah gak si kaya kagum sama seseorang yang kamu gak kenal." Ucap Nathia, Felly mengernyit iabtak pernah merasakan hal seperti itu.
"Nathia aku gak pernah kagum sama seseorang yang gak aku kenal, tapi aku pernah suka sama seseorang yang aku rasa gak mungkin bisa aku gapai." Ucap Felly, dulu Felly sempat berfikir jika Rafael tidak akan bisa ia gapai.
"Ya gak terus-terus lah, intinya kalau dia hadir dan di takdirkan untuk bersama kamu maka apapun jalan nya kalian pasti bisa bersama." Ucap Felly, Nathia mengangguk apa yang di katakan oleh Felly benar.
Ini hanya tinggal Nathia nya saja yang harus sabar, dan berdoa agar orang yang ia kagumi bisa menjadi milik nya nanti.
Tak lama kemudian Kyra dan Devika datang menghampiri Felly dan Nathia, Kyra terlihat bingung saat melihat ekspresi wajah Nathia.
"Nath kamu kenapa?" Tanya Kyra khawatir.
"Aku gak apa-apa kok Ra." Jawab Nathia.
"Beneran gak apa-apa." Ucap Kyra, sementara Devika gadis itu langsung bergelayut di tangan Felly.
"Felly pulang kampus mau kemana?" Tanya Devika.
"Pulang lah ke rumah." Ucap Felly, Devika mendengus.
"Main yuk ah, lagian kita udah lama gak nongkrong." Ucap Devika.
"Heh, nongkrong Mulu inget Samuel yang lagi kerja buat halalin kamu." Ucap Kyra, Devika tertawa Kyra kalau ngomong memang suka bener.
Keempat wanita itupun berbicara dengan penuh canda tawa, Devika yang selalu di ledeki oleh para sahabat nya. Namun yang namanya Devika ia tak ambil pusing tentang hal itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Thor kemana aja gue aneunn 😭*
A: Cukit aku Uun 😌
N: Cepet sembuh ya Thor biar bisa solimi bareng lagi 🤗
A: eummm oke Uun dikit dulu ya Uun 😭
N: Iya Thor iya 🤗