Love Destiny

Love Destiny
Epson 400



Satu bulan berlalu hari ini Ayaza dan Ria akan pergi ke sebuah mall, kedua gadis itu ingin berjalan-jalan menghabiskan waktu kebersamaan nya.


Saat Ayaza sedang memilih sesuatu di sebuah toko, Kevan datang tiba-tiba dan menarik tangan Ria. Hal itu membuat Ria kesal dan menatap Kevan.


"Ish, apaan si Van main tarik-tarik saja." Ucao Ria.


"Ri bisa calm bentar ga, prasaan bar-bar mulu heran." Ucao Kevan.


"Ya habisnya kamu ngapain tarik-tarik aku kaya gini." Ucap Ria, Kevan menutup mulut Ria dengan tangan nya. Lelaki itu membawa Ria pergi tanpa sepengetahuan Ayaza.


"Van ish lepas." Ucap Ria, setelah dirasa cukup aman akhirnya Kevan pun melepaskan Ria.


"Ada apaan si Van?" Tanya Ria, Kevan tersenyum manis membuat Ria bergidik melihat tingkah aneh Kevan.


"Nanti juga kamu akan tahu." Ucap Kevan, kedua orang itu memperhatikan Ayaza dari kejauhan.


"Ri menurut kamu yang ini bagus gak?" Tanya Ayaza, yang masih belum sadar jika Ria sudah tidak ada di belakang nya.


"Ri_" Ucapan Ayaza terhenti, saat melihat Kenzo yang berdiri di belakang nya.


"Bagus kok." Ucap Kenzo, lelaki itu tidak pernah menyerah untuk mendapatkan Ayaza.


Meskipun terkadang Ayaza selalu menghindar dari Kenzo, tapi bagi Kenzo itu bukan masalah yang besar. Jika dulu ia bisa mendapatkan hati Ayaza, maka ia juga bisa mendapatkan nya kembali sekarang.


"Loh Ria mana?" Tanya Ayaza, ia mengedarkan pandangannya.


"Ria? Aku tidak melihat Ria disini." Ucap Kenzo, Ayaza menatap Kenzo.


"Kakak sengaja kan nyuruh Ria pergi, dimana Ria?" Ujar nya, Kenzo tersenyum dan memegang tangan Ayaza.


"Za beneran aku gak liat Ria." Ucap Kenzo, Ayaza menepis tangan Kenzo dan memutuskan untuk pergi.


Namun dengan cepat Kenzo mengejar Ayaza dan menarik tangan Ayaza, hingga membuat gadis itu membalikkan tubuhnya dengan cepat Kenzo merangkul pinggang ramping Ayaza.


"Kamu mau kemana?" Tanya Kenzo, Ayaza merasa jantungnya berdegup kencang.


"Le_lepas aku mau pergi." Ucap Ayaza.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Ucap Kenzo, Ayaza dan Kenzo pun saling bertatapan membuat Ria dan Kevan yang melihat itu merasa tersentuh.


"Kak Ken keren banget si, Ria kan jadi pengen." Ucap Ria, membuat Kevan menyentil kening gadis itu.


"Keep dreaming Ria." Ucap Kevan, Ria mendengus kesal mendengar perkataan Kevan.


"Kenapa? Kenapa kakak gak biarin Aya pergi?" Tanya Ayaza, Kenzo tersenyum manis dan menempelkan dahi nya di dari Ayaza.


"Karena aku akan membuat kamu kembali za, jika kamu melupakan perasaan kamu yang lama terhadap aku. Maka aku akan membuat kamu jatuh cinta kembali kepadaku, aku tidak akan membiarkan kamu melupakan aku begitu saja." Ucap Kenzo, perkataan Kenzo berhasil membuat Ayaza mematung.


"Jika Aya tidak mau?" Tanya nya, Kenzo tersenyum manis kepada Ayaza.


"Aku yang akan memaksamu untuk kembali." Ucap Kenzo, Ayaza benar-benar tidak habis pikir dengan usaha Kenzo yang tidak ada berhenti nya.


"Lakukan saja, lakukan apa yang ingin kakak lakukan. Tapi akan Aya pastikan jika Aya tidak akan jatuh hati kepada kakak." Ucap nya, Kenzo tercengang kenapa ia dan Ayaza malah seperti musuh.


"Dan jika aku bisa membuat kamu kembali, maka saat itu juga kamu tidak akan pernah bisa lari." Ucap Kenzo mengerlingkan matanya, Ayaza bergidik melihat tingkah Kenzo yang seperti itu.


Ayaza mencoba melepaskan pelukan Kenzo dari tubuhnya, setelah membutuhkan banyak tenaga akhirnya Kenzo pun merasa kasihan dan melepaskan Ayaza. Kenzo tertawa kecil melihat wajah kesal Ayaza, bukan nya marah Kenzo malah merasa semakin gemas kepada gadis itu.


...


Satu Minggu berlalu kini di sebuah gedung terlihat dekorasi yang begitu mewah, ya hari ini adalah hari pertunangan Rafael dan Felly.


Banyak tamu undangan yang datang, mereka merasa cukup terkejut dengan pesta pertunangan ini.


"Felly jahat banget masa pacaran sama El kita gak tau." Ucayo Devika, Kyra dan Nathia pun mengangguk menyetujui perkataan Devika.


"CK, maaf ini memang keinginan aku dan El. Kami tidak ingin banyak berita tahu tentang hubungan kami." Ujar nya, Devika, Kyra, dan Nathia memeluk Felly dengan lembut.


"Selamat sayang, apapun keputusan kamu kami akan selalu mendukung kalian. Bahagia terus." Ucap Kyra, Felly tersenyum dan mengangguk.


Di tengah-tengah pesta pertunangan beberapa orang menatap kagum kecantikan Felly dan ketampanan Rafael, ini seperti persatuan dua keluarga yang berkuasa.


"Ken kamu sudah berhasil meyakinkan Aya?" Tanya El, ada Felly dan yang lain juga disana.


"Belum." Jawab Kenzo, El menepuk pundak Kenzo.


"Tidak akan mudah memang, tapi kamu harus berusaha keras jika kamu benar-benar menginginkan nya." Ucap El, Kenzo menatap El dan mengangguk mantap.


Saat semuanya sudah berkumpul Dena dan Keanu naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan kepada para tamu, Dena dan Kean juga mengumumkan bahwa putra sulungnya akan bertunangan dengan putri tunggal keluarga Wilthon.


"Selamat malam untuk semuanya, terimakasih karena kalian sudah rela meluangkan waktu untuk menghadiri undangan kami. Selain hanya mengadakan pesta, kami juga akan mengumumkan sesuatu hal yang membahagiakan bagi keluarga kami." Ucap Dena, Keanu tersenyum dengan berwibawa disana.


"Dimalam ini kami akan mengumumkan bahwa putra sulung kami Rafael Kavindra Richard, akan bertunangan dengan Felicia Inez Wilthon. Putri tunggal dari tuan James Wilthon dan nyonya Alicia Wilthon." Ucap Dena, semua orang bertepuk tangan dengan meriah.


Rafael dan Felly pun menghampiri Dena di temani oleh nyonya Alicia dan tuan James, El dan Felly melakukan tukar cincin dan itu membuat semua orang tersentuh.


"Terimakasih telah menjadi wanita yang paling mengerti aku, aku tidak tahu bagaimana ceritaku jika itu tidak bersama kamu. Mungkin akan terasa berbeda dan tidak terlalu membahagiakan, Felicia Inez Wilthon sudikah kamu terus berada disamping ku." Ucap El, Felly menatap El dengan mata berkaca-kaca.


"Rafael Kavindra Richard, bodoh jika aku menolak lelaki seperti dirimu. Kau baik, kau perhatian, kau penyayang, kau tampan semuanya telah kamu miliki. Mampukah aku yang banyak kekurangan ini menolak kamu yang begitu lengkap? Aku mau, aku akan menemani kamu dalam keadaan apapun." Balas Felly.


Rafael menunduk dan mengecup tangan Felly, ia tak menyangka jika Felly lah wanita yang benar-benar bertahan untuk dirinya.


Ayaza berniat menghampiri Rafael dan Felly, namun Kenzo segera memegang tangan Ayaza. Kenzo menangkup wajah cantik Ayaza dengan lembut.


"Apa yang kakak lakukan?" Tanya Aya.


"Aku akan melakukan apapun untuk kamu." Ucap Kenzo.


"Lepaskan aku." Lirihnya.


"Sudah aku katakan sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan kamu, kamu satu-satunya za. Dan aku yakin kita akan kembali bersama." Ucap Kenzo, percakapan Ayaza dan Kenzo di dengar oleh Tata dan Tio, juga tuan Richard dan nyonya Ellen.


Semua keluarga begitu bahagia hari ini, tidak bisa yang menggantikan kebahagiaan mereka. Mereka semua selalu berharap untuk kebahagiaan keluarga mereka sekarang dan selamanya.


Gedung pertunangan



Cincin



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tamat....


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


Makasih untuk kalian yang udah setia ngikutin novel aku, dari jaman Buna Sisil dan ayah Rio. Sampai ke Dena dan anak-anaknya 🤗


Terus dukung aku dan karya ku ya gaes, makasih banyak karena kalian aku bisa selesaikan novel ini.


Terimakasih juga karena dukungan kalian selalu menjadi motivasi terbaik untuk aku, selamat menikmati 🤗


N***: Kan bener kan, apa gue bilang kalo lu up banyak pasti cepet ending 😭


A: Maaciw Uun kuh 🤗😂


N: Kok tamat si, Kyra aja belum jadi sama babang tampan 😭


A: Sabar ye, nanti kalo ada waktu di buatin khusus Kyra gak di gabung-gabung deh pusing 😂


N: Huaaaaaaaaa huaaaaaaaa 😭


A: 😂😂😂