
Kenzo berlari menuju taman kampus lagi-lagi lelaki itu harus dihadapkan dengan keadaan yang sangat meresahkan, Kenzo menarik tubuh Rafael membuat El memberontak.
"Eh sabar El itu kepala El bukan bola yaelah." Ucap Kenzo.
"Itu orang nyari ma*i Ken, dan diemin malah ngelunjak." Ucap Rafael.
"Iya El anggap saja dia bosan hidup El, dia kebanyakan beban mangkanya kaya gitu." Ucap Kenzo, sebenarnya Kenzo juga emosi namun ia harus bisa menjadi penenang bagi para sahabatnya.
Rafael melepaskan tangan Kenzo yang memeluk nya, Kenzo merasa geli sendiri bisa-bisanya ia memeluk Rafael.
"Kamu ada masalah hidup apa si bang, kalau bosan hidup bilang jangan nyari masalah." Ucap Kenzo, kepada orang itu.
"Cih, anak keluarga Alexander." Ujar lelaki itu, Kenzo mengeraskan rahangnya.
"Iyalah bapak saya mah punya marga emang bapak mu." Sinis Kenzo, lelaki itu menatap benci kepada Kenzo.
"Ibu kamu sama ibu dia tuh sama, sama-sama perebut." Ujar nya, Kenzo mengernyit.
"Perebut dari mana nya saya tanya, orang tua saja nikah sama-sama single." Ucap Kenzo, lelaki itu tertawa kecil.
"Bukankah papi Nathia menyukai mami kamu, lalu kenapa mami kamu malah memilih Tio Alexander dan merebut Tio dari kekasihnya." Ucap lelaki itu, membuat Kenzo menoleh menatap Nathia.
"Ya kalau sudah jodoh nya gimana? Mau sekuat apapun wanita itu mengejar ayah saya kalau jodoh ayah saya mbak tata itu cewek dan antek-anteknya bisa apa." Ucap Kenzo, ah sudahlah jika konyol Tata menurun kepada Kenzo.
"Sudah sebaiknya ini orang kita bawa ke rumah saja." Ucap Devika.
"Ngapain di bawa kerumah ribet amat." Ucap Kenzo.
"Lah terus." Ucap Devika.
"Kasi makan ke beruang kutub seru kaya nya." Ucap Kenzo, Rafael menoel kepala Kenzo menyadarkan lelaki itu agar kembali ke mode cool.
"Yasudah kita bawa orang ini ke markas mom Dena saja." Ucap Kenzo, mata lelaki itu membulat sempurna ia tidak bisa meninggalkan adik nya yang masih kuliah.
Saat Kenzo dan yang lain lengah lelaki itu menyalakan sesuatu yang mengeluarkan banyak asap, hingga Rafael dan yang lain terlihat kelabakan karena asap yang terlalu banyak.
"Uhuukkk...uhukkkk..." Felly dan yang lain sadar jika ini jebakan, benar saja saat asap mulai menghilang orang itu sudah tidak ada di hadapan mereka.
"Kita kejar gak nih?" Tanya Kenzo.
"Gak perlu, biarkan saja dulu." Ucap Rafael, lelaki itu melirik Felly ia merasa khawatir kepada Felly.
Namun El tidak bisa menunjukkan perhatian nya sekarang, selain waktu yang tidak tepat. El juga takut jika Kyra dan Nathia mengira Felly tidak mempedulikan nya dan malah berpacaran.
"Ra sebaiknya kamu pulang." Ucap Rafael kepada Kyra.
"El aku." Lirih Kyra.
"Ra percaya deh semua akan baik-baik saja, sepertinya dia orang yang tidak suka kepada orangtua kita." Ucap Rafael.
"Jangankan mami kamu Ken, Felly saja yang tidak tahu apa-apa kena damprat nya." Ucap Devika, El dan Kenzo menatap Felly yang sejak tadi diam.
"Apa yang dia katakan?" Tanya Rafael.
"Dia bilang Felly anak pung*t." Ucap Devika, Felly tersenyum ia tidak apa-apa tentang hal itu.
Yang Felly fikirkan saat ini itu prasaan Kyra dan Nathia, Felly yakin ada rasa takut di antaranya keduanya.
Rafael menatap Felly dengan khawatir, namun saat melihat senyum manis Felly El yakin perkataan itu tidak mempan untuk putri James.
Kini merekapun memutuskan untuk pulang karena mereka harus mengatakan semua ini kepada orang tua mereka, yakali masalah di tolak cinta pada jama orang tua malah anak yang menjadi korban kan tidak lucu kalau kata Kenzo mah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Kenzo balik yok Ken yok, Lo kalo orang lagi serius suka lawak heran 😌*
A: Biar gak tegang Uun 😒
N: Enggak gitu juga Thor, gue kan jadi ngakak 😂
A: Kenzo kan titisan tata jadi maklum lah kalo begitu. 😂
N: Oiya bener 😂