
Malam hari di kediaman Richard Keanu sedang duduk memeluk Dena, dan Rafael yang berada dalam pangkuan Dena.
"Ini kenapa jadi begini si." Kekeh Dena.
"Kita doang emang yang romantis." Ucap Keanu.
"Daddy El doang emang yang beda." Ceplos Rafael membuat Keanu dan Dena tertawa.
"Beda gimana bro." Kekeh Keanu.
"Beda emang El baru sadar kalau Daddy ganteng." Ujar nya, membuat Kean tersenyum penuh percaya diri.
"Anak solimi, kalau Daddy gak ganteng kamu juga gak akan ganteng Jamil." Ucap Keanu.
"Jamil itu siapa?" Tanya El polos.
"Jamil itu kang cilok di sekolah mommy dulu." Jawab Keanu ngasal.
"Lah, haha sok tau." Ucap Dena.
"Mommy kenapa dari tadi Daddy cuma ngomong cilok-cilok aja, cilok itu apa?" Tanya El lagi.
"Cilok jajanan mommy waktu di tanah air." Jawab Keanu, membuat El mendongak menatap sang mommy.
"Tapi tadi siang Daddy bilang mau bikin cilok sama mommy gak jadi, emang bikin cilok di kamar mom?" Tanya El.
"Mam*us." Kekeh Dena.
"Kepo banget jadi anak." Kekeh Keanu.
"Huh?" Ucap El bingung.
"Kenapa pusing? Udah gak usah difikirin, nanti kamu botak kan gak lucu." Ledek Keanu, membuat El mengerucutkan bibirnya.
El turun dari pangkuan Dena dan duduk di lantai, ia menatap mommy dan Daddy nya.
"Mommy cantik." Ucap El malu-malu.
"Udah dibilang kalau kita jelek kamu gak akan ganteng." Ucap Keanu membuat El tertawa.
"Hahaha." Tawa El menggemaskan.
"Kalo kecil nya cerewet begini, nanti gede nya pasti solimi nih." Ucap Dena.
"Solimi gimana?" Tanya Keanu.
"Ya solimi ngakak gelud Mulu." Jawab Dena ngasal, sementara Keanu tertawa kecil.
Saat El menginjak usia 3 tahun tepatnya tahun kemarin Keanu memberikan kado sebuah jet pribadi untuk putranya, dan hal itu membuat Dena dan keluarga Dena yang lain terkejut dengan kado ulang tahun yang di berikan oleh Keanu.
Bahkan tiap tahun El selalu mendapat kado yang tidak berahlak dari Daddy nya, saat usia satu tahun Kean membeli rumah atas nama putranya. Usia dua tahun memberikan sebuah mobil dengan harga fantastis, dan usia 4 tahun Kean memberikan sebuah mall terbesar di negara nya untuk Rafael.
Sebenarnya Dena merasa El belum pantas mendapatkan semua itu, namun apalah daya jika Kean sudah memiliki keinginan maka tidak bisa di tolak.
Dan bahkan Dena tidak percaya jika El sudah tajir sejak dini, namun lihat lah kelakuan nya berguling di lantai. Dan bermain di kamar mandi, hal itu membuat Dena merasa geli dengan tingkah laku putranya.
"Rafael bobo sama Daddy yuk." Ajak Keanu, Kean seperti tidak ingin jauh dari El.
"Mommy?" Tanya El.
"Iya sama Daddy dan mommy." Jawab Keanu.
"Daddy tidak ingin membuat cilok lagi?" Tanya El, membuat Kean menelan Saliva nya.
"Enggak enggak, ayok buruan bobok." Ajak Keanu, Rafael pun berlari meraih tangan sang Daddy.
Dena tertawa mendengar pertanyaan dari Rafael, kini ketiganya sudah berada dalam kamar.
Rafael tidur di antara Dena dan Keanu.
"El bobok, lima tahun nya Masi lama." Ucap Dena.
"Daddy gabut ya, Daddy El doang yang beda gabut nya buang-buang duid." Kekeh El, membuat Keanu tertawa gemas.
"Daddy El dong yang solimi, dah tau nyari duid susah malah di buang-buang." Ucap Dena memeluk putranya.
"Anak bapak Richard meresahkan ya mom." Ucap El, El selalu menirukan ucapan Kean dan Dena.
Dan bagi Dena juga Kean itu tidak masalah, asal tidak berkata kasar Kean dan Dena tidak akan marah.
"Anak bapak Artadinata solimi ya bro." Ucap Keanu, El tertawa.
"Heh, kalau ketawa di tutup begini mulut nya." Ucap Dena menempelkan tangan mungil El, kepada mulut putranya.
"Anak bapak Kean ganteng ya sist." Ucap El kali ini Kean dan Dena yang tertawa lepas.
"Yaaaaaakkkk, percaya diri sekali anda." Ucap Dena terkikik geli.
"Pokoknya yang paling ganteng itu Daddy ya El." Ucap Keanu.
"Ani (tidak), tentu El paling ganteng." Ujar nya tidak mau kalah.
"Udah berisik, mommy yang paling canti aja gak sombong." Ucap Dena, kini Dena dan Keanu memeluk Rafael yang terbaring di tengah-tengah mereka.
Sebelum El terlelap Dena dan Keanu mengecup wajah putra tampan nya, Dena mengelus kepala Rafael lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Oke selamat menikmati 😎
N: Dikra makanan saling menikmati 🤣
A: Terus apa dong kalo begini 😂
N: Apa coba 🤣
A: Tau dah 😂
N: Dih 🤣
A: 🤣🤣🤣*