
Sore hari Kyra memaksa Devika ia ingin tahu siapa gadis yang dimaksud oleh Devika, kini mereka menunggu di dekat halte bus tempat biasa Felly ketika pulang bekerja.
Tepat dengan itu Felly sedang berjalan menuju halte, ia menggunakan celana jeans dan kaos dengan luaran kardigan.
"Hai." Sapa Vika membuat Felly mengernyit.
"Kamu berbicara dengan saya?" Tanya Felly, membuat Vika mengangguk dan tersenyum.
"Iya aku cari kamu." Jawab nya, Felly mengangguk.
"Ada apa nona mencari saya?" Tanya Felly.
"Devika panggil saya Vika jangan nona." Jawab Devika, Felly mengangguk.
"Oiya saya Nathia." Ucap Nathia mengulurkan tangannya kepada Felly.
"Felly." Jawab nya.
"Kenalkan nama aku Kyra." Ucap Kyra.
"Hmmmmm, nama saya Felly." Balas nya.
"Oiya ini aku aku ada hadiah untuk kamu." Ucap Devika.
"Hadiah, saya tidak sedang ulang tahun nona. Devika maksudnya." Ucap Felly.
"Ini hadiah karena kamu sudah menolong aku waktu itu." Ucap Devika, Felly tersenyum.
"Saya tulus nolong kamu, dan maaf sekali kalau untuk hal ini saya tidak bisa menerima nya." Ucap Felly, membuat Kyra dan Nathia terkejut.
"Kenapa apa ini kurang banyak?" Tanya Devika.
"Tidak ini sangat banyak, tapi memang saya tidak bisa menerima nya. Karena almarhumah mama saya pernah bilang bantulah orang lain yang membutuhkan bantuan dengan tulus, jangan pernah mengharapkan imbalan atas apa yang kamu lakukan." Ucap Felly.
"Tapi kamu kan gak mengharapkan, ini memang aku yang mau kasi." Ucap Devika.
"Tapi maaf saya tidak bisa menerima itu, mungkin nona bisa memberikan itu kepada orang yang lebih membutuhkan." Ucap Felly, sebenarnya ia butuh tapi tidak dengan pemberian orang lain.
"Baiklah aku akan memberikan sesuatu kepadamu lain kali, tapi kau tidak boleh menolak nya." Ucap Vika, Felly tersenyum.
"Tidak perlu nona, bus nya sudah datang kalau begitu saya pergi dulu." Ucap Felly, kepergian Felly membuat Devika dan dua gadis cantik lainnya tercengang bukan main.
Namun ketiganya merasa salut kepada Felly, tapi yang dikatakan oleh Felly benar saat itu ia hanya menolong tidak sengaja bukan memang niat bekerja.
"Dia benar-benar langka vik." Ucap Kyra.
"Tapi nih ya kebanyakan orang tahu kita kan, tapi kenapa dia biasa aja pas liat kita." Ucap Nathia, membuat Devika menoleh.
"Nah kan, hampir banyak orang tahu kalau kalian itu putri dari keluarga Richard. Tapi kok dia kaya yang gak tau apa-apa ya." Ucap Devika.
"Mungkin memang dia bukan tipe orang yang nyari tau mengenai orang lain vik, sudahlah ayok kita pulang." Ucap Kyra, dari kejauhan ada Rafael yang melihat kejadian itu dari awal sampai akhir.
Tadinya Rafael berniat untuk menghampiri Felly karena ia merasa tidak enak, Felly benar-benar tidak meminta apapun darinya. Bahkan uang dari sang mommy saja di tolak nya.
Rafael semakin heran kepada Felly jika ia hanya berpura-pura saat diberi uang oleh sang mommy karena kehadiran dirinya, lalu kenapa Felly menolak pemberian Devika padahal tidak ada El disana.
Dari situ Rafael mencoba berfikir kenapa Felly begitu berbeda, bahkan saat datang kerumah nya Felly tidak terlihat jika dia tahu siapa Dena.
"Ada apa dengan gadis itu sebenarnya." Lirih Rafael.
...
Malam hari Ayaza menceritakan kejadian hari ini kepada Keanu, hari dimana seorang gadis yang menolak diberi uang oleh Dena.
"Masih adakah orang seperti itu." Kekeh Keanu.
"Ada dad, Ayaza saja sampai bingung kenapa dia menolak uang dari mommy." Ujar nya.
"Mungkin dia berfikir jika itu adalah tugas nya sayang, memang tidak semua orang seperti itu. Tapi kita bersyukur karena masih bisa melihat orang yang jujur seperti dia." Ucap Keanu, Ayaza pun mengangguk dan tersenyum.
Dena tersenyum melihat tingkah polos putrinya, ia menatap El yang sejak tadi diam. Entah apa yang sedang difikirkan oleh putranya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: El sama aku aja mau enggak 😂
A: Yaaaakkkk! Lo bener-bener ya disana bilang pengen disini juga pengen heran 😌
N: Kan usaha itu tidak masalah, siapa tau bisa dapet salah satunya 🤣
A: Solimi 😭
N: 🤣🤣🤣*