Love Destiny

Love Destiny
Epson 301



Pagi hari di sebuah universitas ternama tiga orang gadis sedang duduk termenung, Devika, Kyra dan Nathia mereka bertiga tidak habis fikir dengan apa yang di alaminya semalam.


"Bisa-bisa nya si Felly nolak jadi anak tuan Wilthon." Ucap Devika.


"Bener banget, kalau bisa aku juga pengen ganti papi." Ucap Nathia, membuat Kyra menoleh.


"Ada apa, kenapa kau ingin ganti papi?" Tanya Kyra.


"Papi ku meresahkan dia selalu mengatakan apakah putriku normal, tapi kenapa dia masih jomblo sampai saat ini." Cerocos Nathia, membuat Devika dan Kyra tertawa.


"Kau itu benar-benar anak solimi, papi mu benar di antara kami semua kau yang paling tua." Kekeh Devika.


"Ayolah Devika jangan seperti papiku." Ucap Nathia.


"Ngomong-ngomong gimana keadaan Felly, dia kan semalam pergi begitu saja." Ucap Kyra.


"Tahu tidak aku merasa Felly takut dengan kedua orang tuanya." Ucap Nathia.


"Ish, bagaimana tidak takut dari kecil yang dia tau Tante Maya dan om Joe itu orang tuanya. Namun takdir berkata lain, ternyata orang tuanya sekelas opa Richard." Ucap Devika.


"Kamu sudah selesai kelas kan, lebih baik kita pergi menemui Felly." Ucap Kyra.


"Kau benar, ayok kita pergi saja." Ajak Devika.


Nathia pun mengangguk akhirnya mereka pergi untuk menemui Felly, yang mereka yakini jika gadis itu masih tidak ingin tinggal bersama orang tua kandungnya.


...


Di sebuah rumah sewa kecil ketiga gadis berdiri di depan pintu, mereka mengetuk pintu itu dan muncullah seorang wanita cantik.


"Kalian, ada apa." Ucap Felly, mempersilahkan ketiga sahabat baru nya masuk.


"Kau masih sedih Felly?" Tanya Devika, yang saat ini sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Tidak, aku hanya tidak percaya jika orang yang merawat ku selama ini bukan orang tuaku." Ucap Felly.


"Tenanglah Felly, kau jangan bersedih lagi kami disini bersama kamu." Ucap Kyra.


"Menurutku lebih baik kau menerima kedua orangtuamu." Ucap Devika, saat mereka sedang berbincang ada yang mengetuk pintu.


"Sebentar aku buka pintu dulu." Ucap Felly, Devika pun mengangguk dan tersenyum.


"Kalian." Ucap Felly, saat melihat orang yang berada di hadapannya.


"Sayang pulanglah." Ucap nyonya Alicia.


"Tidak, aku tidak akan ikut bersama kalian." Ucap Felly, Devika dan Kyra pun menghampiri Felly.


"Felly ada ap_ Nyonya Alicia." Ucap Kyra.


"Kalian tolong bujuk Felly agar kembali." Lirih nyonya Alicia.


"Tidak, aku tidak akan kembali." Ucap Felly, nyonya Alicia menatap Felly.


"Baiklah mom tidak akan pernah memaksamu untuk kembali, tamu setidaknya kau harus pulang dulu nak." Ucap nyonya Alicia.


"Fell nyonya Alicia benar, setidaknya kau harus tahu darimana kau berasal." Ucap Devika.


"Aku tidak mau, dan aku tidak peduli darimana aku berasal." Ucap Felly.


"Kita akan menemani kamu, setidaknya kau temui dan peluk dad mu." Ucap Kyra, membuat Devika dan Nathia mengangguk.


Kini mereka berempat pun pergi, Felly memilih satu mobil dengan Devika dan Nathia satu mobil bersama dengan Kyra.


Setelah menempuh perjalanan dua jam akhirnya merekapun tiba di sebuah mansion besar dan mewah.


Para penjaga membukakan gerbang utama, tubuh Felly berkeringat dingin.


"Kau tenanglah Felly tidak akan terjadi apapun." Ucap Devika.


Kini Felly sudah berdiri di samping mobil, ia menatap bangunan mewah di hadapannya dengan tatapan tidak percaya.



"Kemari sayang." Ucap nyonya Alicia memegang tangan Felly, ketua pelayan menghampiri Felly dan nyonya Alicia.


"Nyonya." Sapa nya.


"Hmmmmm, kau heran bukan ini Felly putriku." Ucap nyonya Alicia, pelayan itu terbelalak dan menatap Felly.


"Nona kecil." Tanya nya, nyonya Alicia pun mengangguk.


Kini mereka berjalan masuk kedalam rumah, para pelayan pun menunduk sopan saat melihat nyonya nya masuk kedalam rumah.


"Kalian tunggu disini saya akan memanggil dad Felly dulu." Ucap nyonya Alicia, Felly hanya menunduk takut.


"Felly tenanglah jangan takut." Ucap Devika.


"Kemana Felly yang selama ini bar-bar, kau berani kepada para penjahat tapi kau takut kepada mom mu." Kekeh Kyra, kini mereka sedang duduk di ruang tamu.



Tak lama kemudian tuan James dan nyonya Alicia pun muncul, Devika, Kyra dan Nathia berdiri. Melihat ketiga temannya berdiri Felly pun ikut berdiri.


"Kalian pasti teman-teman Felly." Ucap tuan James.


"Ah ya, kami sahabat Felly." Jawab Devika, Felly terdiam ia bingung harus apa.


"Kemarilah girls." Ucap tuan James, Devika mendorong tubuh Felly.


"Tidak perlu takut." Ucap Devika, Felly pun menghampiri tuan James. Dengan cepat tuan James memeluk putri semata wayangnya.


"Maafkan Daddy yang tidak bisa melindungi kamu sungguh maafkan Daddy." Ucap tuan James, Devika dan yang lain pun menitihkan air matanya.


"A_aku...Aku." Lirih Felly, ia bingung harus berbicara apa.


"Kau putriku tidak perlu mengelak lagi kau putriku, aku yakin itu aku yakin." Ucap tuan James, sementara Felly hanya diam tanpa menjawab.


Devika dan Kyra juga Nathia dipeluk oleh nyonya Alicia, ini yang nyonya Alicia impikan sejak dulu. Putrinya akan membawa para sahabatnya pulang ke rumah, dan akhirnya ia merasakan hal itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Maaf ya kalo gak sesuai 😊


N: Sesuai pemikiran author aja Thor 😊


A: Oke makasih Uun 🤗


N: Sama-sama 🤗*