
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Dena, hari dimana ia akan kembali ke negara kelahiran suaminya.
Dena memeluk satu persatu keluarga nya, Dea sejak tadi menggendong El dan merasa enggan untuk melepaskan putra dari adik nya itu.
"Hati-hati sayang." Ucap bunda Sisil, menciumi wajah putri bontot nya.
"Hmmmmm." Jawab Dena.
"Hati-hati nak, kabari ayah jika sudah sampai disana." Ucap ayah Rio mengecup kening Dena.
"Pasti ayah." Jawab Dena.
Dena berjalan mendekati Dea, ia tersenyum usil kepada kakak nya. Dena tahu kakak nya tidak ingin ia cepat-cepat pulang.
"El ayok sama mommy." Ucap Dena.
"El nya di tinggal aja lah de, kakak rela kok kalau harus antar El pulang ke kamu." Ucap Dea.
"Haha, gak bisa El harus pulang kak. Nanti kalau El aku tinggal Oma sama opa nya disana gimana." Ucap Dena.
"Hahhhhhh, tapi kakak masih kangen sama El." Lirih nya.
"Kakak bisa main kesana kapan pun kakak mau." Ucap Dena mencoba mengambil El.
"El disini saja ya." Ucap Dea.
"Ani (Tidak)." Jawab El.
"Dah lah, emak sama anak sama saja." Ucap Dea, Dena dan Kean tertawa kecil melihat kelakuan kakak nya.
"Yasudah kami pergi dulu." Ucap Dena.
Kini mobil yang di tumpangi oleh Dena sudah keluar dari pekarangan rumah Artadinata, para keluarga menatap mobil itu sampai tidak terlihat lagi.
Saat baru saja mobil Dena dan Kean pergi mobil Carl datang, Carl keluar dari mobil dengan bingung.
"Loh ada apa? Kok pada diam di depan?" Tanya Carl.
"Iya kita habis perpisahan sama Dena dan Kean." Ucap bunda Sisil membuat Anna mengernyit.
"Memangnya Dena kemana?" Tanya Anna.
"Dena pulang ke rumah suaminya." Jawab bunda Sisil lagi, Anna dan Carl terdiam bahkan mereka tidak melakukan perpisahan dengan Dena karena telat datang.
Tadinya hari ini mereka akan pergi liburan, namun nyatanya Dena tidak ikut karena harus pulang.
...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka tiba di bandara negara K, Kean menggendong Rafael dan Dena berjalan di samping suaminya.
"Mau makan dulu?" Tanya Kean.
"Tidak, nanti saja di rumah." Jawab Dena.
"Oke." Balas Keanu.
Kean masuk kedalam mobil jemputan milik keluarga nya, begitupun dengan Dena. Dena menyandarkan kepalanya di dada Kean.
"Lelah hmmmmm." Tanya Keanu.
"Tidak." Jawab Dena.
Akhirnya Dena dan Kean tiba di kediaman Richard, Dena di sambut oleh Karen Niken, nyonya Ellen dan Oma.
Oma dengan girang mendekati Dena dan memeluk cucuk menantu nya, Dena tersenyum melihat perlakuan Oma.
"Oma kangen banget sama kamu de, yaampun para menantu solimi keluarga Richard udah kumpul." Ucap Oma.
"Haha, Oma Sasa aaeee." Kekeh Dena.
"Yakali Dena pulang mommy mau pergi." Rengek Dena memeluk nyonya Ellen.
"Jika bukan untuk menyusul dad mu, mommy tidak akan mau meninggalkan cucuk dan menantu mom." Ucap Nyonya Ellen.
"Dena El doang nih yang di sapa, Kean nya enggak. Miris ya selalu terlupakan." Ucap Keanu membuat Oma dan nyonya Ellen menoleh.
"Widihhh cucuk ganteng Oma ngambek." Kekeh Oma.
"Gak usah solimi Oma." Ucap Keanu.
"Sudah lebih baik kalian masuk dan beristirahat, mommy mau bersiap-siap dulu." Ucap nyonya Ellen.
"Oma ikut tidak?" Tanya Dena.
"Tentu saja ikut, siapa yang akan menemani mommy mu nanti jika dad mu sedang sibuk disana." Ucap Oma.
"Ditinggal lagi ditinggal lagi." Lenguh Dena, Oma dan nyonya Ellen pun tersenyum melihat Dena.
Dena dan Kean masuk kedalam kamar nya, Kean merebahkan tubuh mungil Rafael dan ia pun ikut berbaring di samping putranya.
Sementara Dena berbaring di samping Keanu dan memeluk suaminya dengan erat, kini posisi Kean di tengah-tengah dengan di apit oleh Dena dan El.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Seadanya dulu oke😊
N: Oke Thor 😂
A: 😉*