Love Destiny

Love Destiny
Epson 302



Di sebuah Mension mewah seorang gadis sedang termenung di taman belakang rumah nya, setelah kemarin dirinya di antar pulang oleh ketiga sahabatnya yang tidak berakhlak ia harus terukurung di Mension megah itu.


Felly mengakui jika Devika, Kyra dan Nathia memiliki bakat acting yang luar biasa, karena mereka selalu berhasil meyakinkan Felly dan membuat Felly percaya.


Hingga akhirnya "Kembalilah Felly mereka orang tua kandung mu, mereka akan menjagamu. Percayalah paman dan bibi mu tidak akan berani menyentuh kamu lagi, kami melakukan semua ini karena kami menyayangi mu kau sudah menjadi sahabat terbaik kami. Kau bisa bermain dan menginap di rumah ku, rumah Nathia ataupun rumah Kyra. Kau bukan orang asing lagi bagi kami. Kau putri dari tuan Wilthon, Rafael juga pasti senang jika kamu sudah kembali kepada orang tuamu." Itulah kata-kata manis yang diucapkan oleh seorang Devika Matthew.


Felly tidak sendirian ia di temani oleh tiga pelayan di belakang nya, Felly merasa tidak nyaman dengan hal itu.


Jika dilihat-lihat Felly yakin jika keluarga Rafael lebih kaya dari keluarga nya, tapi kenapa tuan James dan nyonya Alicia memperlakukan Felly berlebihan.


"Nona ada yang anda butuhkan?" Tanya seorang pelayan wanita.


"Tidak." Jawab Felly datar, ia bangun dari duduk nya dan berjalan masuk kedalam rumah.


Tetap saja ketiga pelayan yang di tugaskan menjaga Felly mengikuti kemanapun Felly pergi, hal itu membuat Felly menghentikan langkahnya dan menatap ketiga pelayan wanita itu.


"Apa kalian bisa berhenti mengikuti aku, aku bisa melakukan semuanya sendiri aku memiliki kaki dan tangan." Tegas Felly.


"Maaf nona kami_" Ucapan nya terhenti.


"Kalian seperti anak ayam yang meminta asi induk nya." Ucap Felly, ketiga pelayan itu menahan tawa nya.


"Nona kami hanya melakukan tugas kami." Ujar salah satu dari ketiga nya.


"Tapi aku bukan anak kecil yang harus kalian layani, lakukan pekerjaan lain jangan mengikuti aku terus." Ucap Felly, nyonya Alicia yang melihat itu tertawa geli.


Wanita itu memutuskan untuk menghubungi seseorang untuk menjinakkan putrinya, ia merasa Felly tidak nyaman namun yang dilakukan hanya ingin menebus kesalahannya karena sudah membuat hidup Felysia menderita selama ini.


Felly berjalan menuju kolam renang tetap saja ketiga pelayan nya mengikuti, Felly ingin memekik keras namun ia sadar siapa tuan James yang mengaku sebagai dad nya. Bisa di kubur hidup-hidup Felly jika membuat keributan, padahal itu tidak akan pernah terjadi Felly merupakan anak kebanggaan tuan James.


"Kemari." Ucap Felly, kepada ketiga pelayan nya.


"I_iya nona." Lirih nya.


"Bagaimana kita tukar posisi kau jadi nona nya dan aku jadi pelayan nya." Ucap Felly, membuat pelayan wanita itu terbelalak.


"No_nona jangan macam-macam." Ujar nya takut.


"Aku hanya ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan seharian ini." Ucap Felly.


"Ti_tidak nona jangan." Ujar nya.


"Kemarilah aku menyukai pekerjaan mu." Ucap Felly, pelayan itu memundurkan langkahnya dan.


"Wowwww, lihatlah seorang nona muda ingin menjadi seorang pelayan." Ucap seorang lelaki yang membuat Felly menoleh.


"Tu_tuan Rafael." Lirih Felly, yang masih memanggil El dengan sebutan tuan.


"Cih, tuan katamu. Kau saja sudah menjadi seorang nona muda." Cibir El, membuat Felly mendengus.


"Bagaimana kau bisa masuk kesini?" Tanya Felly, melirik sekeliling rumah.


"Kau kenapa hmmmmm, kau seperti orang ketakutan." Kekeh El, Felly menarik tangan Rafael.


"Aku tidak nyaman berada disini bawa aku pergi aku mohon." Ucap Felly, membuat Rafael tertawa geli.


"Disaat orang lain banyak yang mengaku sebagai dirimu, tapi kau sendiri ingin keluar dari rumah ini." Ucap El menunjuk-nunjuk kening Felly.


"Ini bukan tempat ku, kau tahu mereka bertiga selalu mengekori aku." Adu nya, baiklah Felly yang jago beladiri itu tidak terlihat sekarang. Felly yang berdiri di hadapan Rafael sekarang malah seperti seorang anak yang sedang merengek kepada ayah nya.


"Cih, mereka mengikutimu karena kau nona nya." Ucap El.


"Aku tidak peduli bawa aku pergi." Ucap Felly, Rafael tertawa kecil dan memasang wajah serius tiba-tiba.


Hal itu membuat Felly mengernyit heran Felly memutar tubuhnya, dan terkejut melihat tuan James yang berdiri di belakang nya.


"Tu_" Ucap Felly terhenti saat El mengikut nya.


"Dad Felly, dia Daddy mu." Ucap El, Felly mengangguk.


"Itu maksudku." Ujar nya, El dan tuan James tersenyum tipis.


"Lihatlah putriku bahkan lebih manja kepadamu El, dia seperti takut kepada Daddy nya sendiri." Ucap tuan James.


"Tidak, aku tidak takut sungguh." Jawab nya.


"CK, kau itu menggemaskan." Kekeh nyonya Alicia.


"Begini ammmm bolehkah aku mengajak Rafael pergi?" Tanya Felly, membuat El, tuan James, dan nyonya Alicia mengernyit.


"Bukankah seharusnya lelaki yang mengajak wanita keluar." Goda tuan James.


"Benarkah?" Tanya Felly polos.


"Kau nona nya dan El tuan nya, bukankah lebih bagus jika El yang ijin mengajak mu pergi." Ucap nyonya Alicia ikut menggoda.


"Ah benar juga, tuan El ayo lakukanlah." Ucap Felly, El tertawa kecil membuat tuan James dan nyonya Alicia terdiam baru kali ini mereka melihat Rafael tertawa.


"Lakukan apa?" Tanya El pura-pura tidak tahu.


"Katakan kepada nyonya dan tuan, ralat mom dan dad ku jika kau mengajak aku pergi." Ucap Felly memohon.


"Kau ingin pergi denganku." Goda El, membuat Felly tercengang.


"Kau boleh tidak aku menoel kuping mu tuan Rafael." Ucap Felly yang mulai gregetan.


"Haha, baiklah-baiklah ayok kita pergi." Ucap El, Felly pun tersenyum senang.


"Terimakasih banyak." Ucap Felly, tuan James dan nyonya Alicia pun tersenyum melihat kebahagiaan di wajah putrinya.


Felly berjalan menuju pintu utama dengan hati yang menyumpah serapahi ketiga sahabatnya, Devika, Kyra, dan Nathia lihat saja Felly tidak akan tinggal diam. Begitulah isi fikiran Felly saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Maaf kalau gak sesuai dengan harapan kalian, ini yang ada di fikirkan othor jadi othor tulis aja 😁


N: Pemikiran nya bercabang ya bund😭


A: Di pupuk tiap hari biar subur 🀣


N: Bisa-bisa nya Lo pupuk fikiran 😭


A: Bisa Uun πŸ˜‚


N: Solimi sekali anda πŸ˜’


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*