Love Destiny

Love Destiny
Epson 388



Sore hari Dena sudah kembali dari acara kumpul nya, ia memasuki rumah dengan celingak-celinguk mencari keberadaan putri bungsu nya.


"Sayang mommy pulang." Ucap Dena, namun tak ada suara Ayaza yang menyahut.


"Dimana anak itu, kenapa tumben sekali mommy nya pulang tidak di interogasi." Ucap Dena, dari kejauhan terlihat Keanu yang sedang berjalan mendekati Dena dengan melipat tangan nya di dada.


"Bagus, pulang-pulang yang dicariin anak nya bukan lagi suaminya." Ucap Kean, Dena menoleh terkejut menatap wajah suaminya.


"Loh Daddy sudah pulang ternyata." Ujar nya, Dena nyengir kuda membuat Keanu mendengus.


"Enak ya mentang-mentang anak nya udah gede, terus mommy nya bisa pergi-pergi liatin barisan-barisan ganteng gitu." Cibir Keanu, Dena menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kenapa suaminya harus selalu tahu si setiap kegiatan yang dilakukan oleh Dena di luar rumah, bahaya kan kalau sudah seperti ini. Bisa-bisa di doser itu cafe sampai rata.


"Dad barista dad bukan barisan." Ucap Dena, Keanu tak peduli lelaki itu langsung duduk di sofa.


"Bodoamat dengan perkara barisan atau barista." Ujar nya, Dena ikut duduk ia harus dan wajib merayu suaminya agar tidak ngambek.


"Dad bukan gitu, mommy tuh emang sudah niat untuk kumpul-kumpul sama para mommy yang lainnya. Kalau soal barista nya ganteng itumah bonus." Ucap Dena, membuat Keanu mengernyit mendengar perkataan terakhir istrinya.


"Oh iya niat, kan niat cari bonus yang ganteng-ganteng gitu kan maksudnya." Ucap Keanu.


"Daddy mah ih, bukan gitu niat nya cuma mau kumpul aja. Kebetulan barista nya ganteng jadi ya anggap saja itu bonus." Ucap Dena, Keanu memiringkan duduknya menatap Dena.


"Aku kurang ganteng emang sampai harus cari-cari yang ganteng keluar rumah?" Tanya nya, Dena menelan saliva nya kasar. Suaminya itu sudah tampan tidak ada lawan, tapi ya yang namanya mata manusia pasti melotot kalau melihat ganteng yang lainnya kan.


"Dad kamu sudah ganteng, kalau gak ganteng gak akan punya anak-anak yang tampan dan cantik." Ucap Dena.


"Itu kamu tahu suami kamu ganteng, sudah tahu tidak ada yang bisa menyaingi bibit unggul suami kamu. Masih bisa muji laki lain yang ganteng diluaran doang?" Ucap Keanu, Dena tertawa ia gemas dengan suaminya kalau sudah mulai cemburu.


"Ada apa ini, roman-roman nya lagi pada berperan sebagai Romeo and Juliet." Ucap Ayaza, membuat Dena dan Keanu menatap putri bungsu nya.


"Romeo and Juliet udelmu." Ucap Dena, Ayaza mengernyit kenapa mommy nya rada sensitif.


"Wooowww, ngegas sekali epribadeh. Ada apa si, itu juga muka Daddy kenapa tuh merah begitu lagi tersipu dad." Ujar nya, Keanu ingin marah tapi kedua wanita yang saat ini berada di hadapan nya adalah dua wanita yang menjadi kebahagiaan Keanu.


"Aya besok-besok mommy nya di iket jangan sampai kelayapan nyari kepala muda." Ucap Keanu.


"Huh?" Tanya Ayaza terkejut, ia menatap mommy nya.


"Kelapa muda tolong, laki aku doang yang rada-rada." Ujar nya, Ayaza bingung ada masalah apa mommy dan Daddy nya.


"Kepala muda bukan kelapa muda." Sengit Keanu, sudahlah Dena suami kamu sedang cemburu jadi harap maklum.


"Ini ada apaan si Aya gak ngerti, kalian kenapa?" Tanya nya, Dena dan Keanu tak menjawab mereka memilih untuk diam.


Namun diam nya Dena dan Kean membuat Ayaza mengerti keadaan yang terjadi kepada orang tua nya, Ayaza menatap kedua orangtuanya yang sedang duduk.


"Baguskah seperti ini, kalian diam-diaman kaya anak abegeh lagi bertengkar di hadapan anak kalian." Ucap Ayaza, Dena dan Kean mendongak secara bersamaan menatap putrinya.


"Tidak ada yang bertengkar." Ucap Dena, ya Dena dan Kean memang sengaja selalu menyembunyikan perdebatan nya di hadapan Ayaza dan El.


"Tidak ada yang bertengkar apanya, mom Aya gak pernah lihat Daddy sampai kaya gini." Ucap nya lagi, Keanu tersenyum penuh kemenangan membuat Dena kesal.


"Sayang dengar mom tidak sedang bertengkar." Ucap Dena lagi.


"Memang kalian tidak sedang bertengkar, tapi kalian sedang memperebutkan kepala muda." Sahut Ayaza.


"Kelapa muda sayang mom sedang minta dad untuk membeli kelapa muda." Jawab Dena ngasal.


"Ini ingat ya mom dad Aya gak mau ada kejadian kaya gini lagi, Aya gak mau dad dan mom mencari kebahagiaan diluar dengan mandangin yang tampan-tampan atau yang cantik-cantik diluar sana. Aya gak mau kalau sampai mom dan Daddy hilap berujung Aya dan kak El yang jadi korban nya." Ucap Ayaza, perkataan Ayaza membuat Dena dan Kean terdiam.


"Sayang itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Dena.


"Memang tidak akan pernah terjadi jika itu menurut mom, tapi apa mom lupa di luaran sana banyak yang menyukai mom. Mom bahkan selalu dikira kakak nya Aya, bukan mommy nya Aya." Ujar nya, akhirnya kekhawatiran Ayaza diketahui juga oleh Dena dan Keanu.


Keanu bangun tidur duduknya dan merengkuh tubuh mungil Ayaza, ia mengecup puncak kepala putrinya mencoba memberikan kenyamanan.


"Tidak akan ada yang mengambil mommy dan Daddy dari Aya, jangan berfikir seperti itu. Kami tidak sedang bertengkar girls." Ucap Keanu.


"Benar sayang mommy dan Daddy tidak akan kemana-mana janji, mommy dan Daddy akan selalu menjadi orang tua kesayangan dan kebanggaan Aya. Tenang saja diluar sana tidak ada yang lebih ganteng dari Daddy kok." Ucap Dena, masih saja membicarakan yang ganteng-ganteng.


"Mommy kamu sedang lupa umur nak jadi maklumi saja, maklum emak-emak Solimi ya seperti itu." Kekeh Keanu, Dena mendengus Kean selalu saja memiliki cara untuk mengejek Dena.


"Mom macam-macam Aya aduin bunah." Ujar Ayaza, Dena menelan saliva nya.


"Tidak akan sayang, asal kamu tahu saja buat dapetin Daddy kamu saja susah yakali udah dapet mau ditinggal begitu saja." Kekeh Dena, Ayaza ikut tertawa kini ketiga orang itu sedang berpelukan.


Keanu memeluk Dena dan Ayaza penuh sayang, ia merasa keluarga nya begitu sempurna. Karena memiliki anak lelaki dan perempuan, sepasang anak yang dimilikinya adalah anugrah terindah dalam hidup Keanu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Bapak Kean gak ada tandingannya ye kan 😂*


A: Ooohhh jelas world wide handsome you know 😎😂


N: Asli si gue ngebayangin kalau kean jadi suami gue 😂


A: Keep dreaming Uun 😌


N: Jleb sekali epribadeh 😌


A: Bangun un udah siang 😁


N: Mengsedih 😭


A: 😂😂😂